kasih comment yae:)
"Hampa
Kutatap duniaMu, penuh keindahan
Kurenungi hidup, penuh pengharapan
Pengharapan yang pasti
Aku merasa hampa….hampa
Tak tahu tujuan sebenarnya
Aku bingung dan merenung
Ingin rasanya
Hati berteriak
Penuh pengharapan...pertolongan
Tapi siapa yang akan menolong?
Menolong diriku, sedangkan diriku penuh keraguan
Oh...Tuhanku
Hamba sangat menantikan pertolonganMu
Tunjukkanlah jalan Ya Robby
Ingin rasanya kembali ke asal
Tetapi semua telah terjadi
Diriku terlanjur diciptakan
Ingin rasanya mengadu
Tetapi kepada siapa?
Siapa yang bisa menolong
Hampa...hampa, penuh was-was
Resah, gelisah, mengharap kepastian
Kepastian...kebenaran
Kebenaran yang sesungguhnya
Rindu Seseorang
Ingin rasanya bercerita
Tentang suka dan duka
Tetapi kepada siapa?
Tak ada yang tahu, mengerti
Dan bahkan bersedia siap menolong
Orang itu, orang ini, mereka
Tak akan datang menuju ke hadapanku
Mencoba menolong perasaan ini
Mencoba mengerti kerinduan ini
Andaikan ada satu orang saja
Mengerti, memahami dan menolong perasaan ini
Dalamnya arti kebenaran
Rindu....cahaya-Mu
Rindu...Cinta-Mu
Rindu....Kesetiaan-Mu
Rindu....Harapan-Mu
Rindu...belaian-Mu
Tetapi,
Di manakah gerangan diri-mu berada?
Sungguh kasih sayang-Mu tak ternilai
Sungguh kebesaran-Mu Maha Sempurna
Betapa tingginya kesabaran-Mu
Betapa luasnya pengorbanan-Mu
Jiwaku bergetar mendengar tentang-Mu
Ketika kau bisikkan berkas Cahaya-Mu
Jantungku berdebar
Ketika melihat untaian Kasih-Mu
Biarlah air mataku bercucuran
Menangisi Diri-mu
Terharu akan kebenaran-mu
Koyaklah tubuh ini
Kulitilah badan ini Runtuhkanlah tulang-tulang ini
Asal jangan ambil Dia dariku
Jangan lepaskan Dia dari dalam hatiku
Yaitu hanya Kebenaran
Izinkanlah kebenaran itu bersemayam dalam diriku
Izinkanlah aku merangkulnya erat-erat
Jangan cabut Dia dariku
Karena hanya Engkau yang berhak memperolehnya
Hanya Setetes Embun
Perih, pedih, menyakitkan nian
Dunia ini
Pening, pusing memikirkan sesuatu yang tak pasti
Sangat menyesakkan hati
Ini bagi orang yang sangat
Rindu kebenaran, kesejukan
Perlindungan dan Cinta
Andai Engkau tampakkan Cahayamu
Sinar-Mu dan kesejukanmu
Dunia seakan diisi
Cahaya penerang yang mengalir
Deras
Aku hanya ingin setetes embun saja
Hanya setetes embun saja
Hanya setetes embun saja
Malam yang indah
Penuh dihiasi bintang-bintang
Bulan berlahan sengaja ke luar
Melengkapi suasana yang indah
Oh, betapa kayanya jagad raya
Tetapi,
hati sepi, sunyi sangat perih
penuh pertanyaan, keraguan
siapakah gerangan menemani jiwa yang sedih?
Siapa yang sengaja mencoba
Menghibur hati yang perih
Siapakah yang mau mendekati
Diri yang penuh pertanyaan ini?
Tiada tawa..
Tiada gembira
Tiada senyum
Ingin senyum benar-benar dari lubuk hati
Tapi tidak bisa gerangan
Rasa Sang pecinta dikutip dari Rumi
Manakala dari awal aku memulai, jadilah Dia pemimpinku; manakala aku mencari di dalam hati, Dialah yang memberi gairah.
Manakala aku berjuang demi kedamaian, Dia menengahi; manakala aku pergi berperang, Dialah belati.
Manakala aku datang untuk berkumpul, Dialah manisan dan anggur, manakala aku memasuki kebun, Dialah bakung.
Manakala aku turun menuju tambang, Dia merah delima dan merona; manakala aku menyelam ke dalam lautan, Dialah mutiara.
Manakala aku melintasi sahara, maka Dia menjelma mata air; manakala aku mendaki langit, Dialah bintang.
Manakala aku pergi ke pesta, Dialah saki, sang penghibur, dan mangkuk.
Ketika kutulis surat untuk para sahabat, Dialah kertas, pena dan tinta.
dikirim caroline 27 minggu 2 hari yang laluTag:








