Ketika salju telah mencair seluruhnya, pucuk-pucuk daun mulai bermunculan di ujung dahan pohon, dan anak-anak kecil mulai banyak berlari-lari di halaman depan rumah, alam seolah beramai-ramai dengan kompak menyambut musim semi. Tupai-tupai pun mulai bermunculan setelah tidurnya yang panjang di musim dingin.
Ah, alangkah indahnya musim semi ini. Pasangan-pasangan duduk berduaan di bawah pohon yang mulai rindang sambil bercanda. Jaket-jaket yang tebal telah ditanggalkan dan diganti kaos putih untuk menahan sengat matahari yang mulai kuat.
Di depan gedung di seberang jalan, kulihat seorang wanita tua membungkuk. Tangannya menggali lubang di tanah untuk ditempatkan bunga-bunga tulip berwarna-warni. Di sepanjang trotoar, kulihat anak-anak muda bersepeda kesana-kemari, tidak lagi memerlukan penghangat dalam mobil mereka.
Sungguh, sungguh damai musim semi ini terasa. Ah, betapa aku ingin seperti mereka. Betapa aku ingin hidup bebas di negeri yang bebas ini. Betapa aku ingin dapat berjalan dengan gagah dan tegap, tanpa beban berat di pundakku.
Tapi apa dayaku? Aku hanyalah imigran gelap di negeri ini. Sekarang salju-salju telah mencair. Tidak ada lagi yang dapat kusekop demi uang. Aku harus mencari pekerjaan lain lagi.
Rating
Comments: 10
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
eh tapi kan imigran gelap g bayar pajak
akakakakkakaka
Tadinya emang mau dibikin lebih panjang. Tapi lagi pake komputer orang sih. Jadinya y segini deh. Sbnr sih ceritanya di amrik. Dsini kn yg paling gencar soal imigran gelap. Tapi di kebon dpn ada bunga kyk tulip gtu jadi tulisnya tulip aja deh. hehehe.
berkulit gelap negro, kucing hitam, kambing hitam, kekasih gelap.
Bagus pengungkapan suasana hingga menuju ending.
ini one step menurut saya sieh, gaya menulismu lebih serius kini..ehehe..dan itu saya rasa bagus, pada tulisan ini saya sudah bisa masuk ke scene yang kamu bangun...cuman mungkin plotnya perlu dikembangkan..
selamat menulis lagi..yang panjang :))
gruß
tetap berkarya bro...
tulip. di belanda ya? (kuasumsikan begitu karena hanya itu ciri khas negara yang bisa kutangkap di sini)
ini potret kehidupan yang menarik. hmm... ternyata begitu ya? boleh dong dibagi lagi cerita-cerita menarik lainnya tentang kehidupan imigran di sana itu, yang unik ya.
bagus,terus berkarya.....Semangatttt!!!!!!!
waaah....
bagus banget idena
tinggalna dimana neh?
Cerita yang singkat, tapi 'dapet' banget nasib sang 'imigran gelap'nya. Nasib-nasib...
Makanya, jangan jadi imigran gelap... (^-^)
Keep writing.
Kritik karyaku juga ditunggu...
"Immortality" & "Till The End"
jangan pernah menyerah tuk suatu masalah