Gelap Ketika Salju Telah Mencair

57
points
"

Mohon kritikannya.

"

Ketika salju telah mencair seluruhnya, pucuk-pucuk daun mulai bermunculan di ujung dahan pohon, dan anak-anak kecil mulai banyak berlari-lari di halaman depan rumah, alam seolah beramai-ramai dengan kompak menyambut musim semi. Tupai-tupai pun mulai bermunculan setelah tidurnya yang panjang di musim dingin.

Ah, alangkah indahnya musim semi ini. Pasangan-pasangan duduk berduaan di bawah pohon yang mulai rindang sambil bercanda. Jaket-jaket yang tebal telah ditanggalkan dan diganti kaos putih untuk menahan sengat matahari yang mulai kuat.

Di depan gedung di seberang jalan, kulihat seorang wanita tua membungkuk. Tangannya menggali lubang di tanah untuk ditempatkan bunga-bunga tulip berwarna-warni. Di sepanjang trotoar, kulihat anak-anak muda bersepeda kesana-kemari, tidak lagi memerlukan penghangat dalam mobil mereka.

Sungguh, sungguh damai musim semi ini terasa. Ah, betapa aku ingin seperti mereka. Betapa aku ingin hidup bebas di negeri yang bebas ini. Betapa aku ingin dapat berjalan dengan gagah dan tegap, tanpa beban berat di pundakku.

Tapi apa dayaku? Aku hanyalah imigran gelap di negeri ini. Sekarang salju-salju telah mencair. Tidak ada lagi yang dapat kusekop demi uang. Aku harus mencari pekerjaan lain lagi.

Your rating: None Average: 5.7 (10 votes)
dikirim wehahaha 27 minggu 1 hari yang lalu
Tag: