Gelap Ketika Salju Telah Mencair

Ketika salju telah mencair seluruhnya, pucuk-pucuk daun mulai bermunculan di ujung dahan pohon, dan anak-anak kecil mulai banyak berlari-lari di halaman depan rumah, alam seolah beramai-ramai dengan kompak menyambut musim semi. Tupai-tupai pun mulai bermunculan setelah tidurnya yang panjang di musim dingin.

Ah, alangkah indahnya musim semi ini. Pasangan-pasangan duduk berduaan di bawah pohon yang mulai rindang sambil bercanda. Jaket-jaket yang tebal telah ditanggalkan dan diganti kaos putih untuk menahan sengat matahari yang mulai kuat.

Di depan gedung di seberang jalan, kulihat seorang wanita tua membungkuk. Tangannya menggali lubang di tanah untuk ditempatkan bunga-bunga tulip berwarna-warni. Di sepanjang trotoar, kulihat anak-anak muda bersepeda kesana-kemari, tidak lagi memerlukan penghangat dalam mobil mereka.

Sungguh, sungguh damai musim semi ini terasa. Ah, betapa aku ingin seperti mereka. Betapa aku ingin hidup bebas di negeri yang bebas ini. Betapa aku ingin dapat berjalan dengan gagah dan tegap, tanpa beban berat di pundakku.

Tapi apa dayaku? Aku hanyalah imigran gelap di negeri ini. Sekarang salju-salju telah mencair. Tidak ada lagi yang dapat kusekop demi uang. Aku harus mencari pekerjaan lain lagi.

Rating

57
points
Views: 200 reads
Comments: 10
Rating:
57

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here

Read next posts

Be the first person to continue this post
Writer elvnprya
elvnprya at waaah bisa dipanjngin looo (1 year 40 weeks yang lalu)
70

eh tapi kan imigran gelap g bayar pajak

akakakakkakaka

Writer wehahaha
wehahaha at makasih makasih (1 year 43 weeks yang lalu)

Tadinya emang mau dibikin lebih panjang. Tapi lagi pake komputer orang sih. Jadinya y segini deh. Sbnr sih ceritanya di amrik. Dsini kn yg paling gencar soal imigran gelap. Tapi di kebon dpn ada bunga kyk tulip gtu jadi tulisnya tulip aja deh. hehehe.

Writer RIAK
RIAK at yang gelap emang biasanya merana (1 year 43 weeks yang lalu)
70

berkulit gelap negro, kucing hitam, kambing hitam, kekasih gelap.
Bagus pengungkapan suasana hingga menuju ending.

Writer Tedjo
Tedjo at bro, (1 year 43 weeks yang lalu)
80

ini one step menurut saya sieh, gaya menulismu lebih serius kini..ehehe..dan itu saya rasa bagus, pada tulisan ini saya sudah bisa masuk ke scene yang kamu bangun...cuman mungkin plotnya perlu dikembangkan..
selamat menulis lagi..yang panjang :))

gruß

Writer mottarasta
mottarasta at (1 year 43 weeks yang lalu)
50

tetap berkarya bro...

Writer Villam
Villam at hmm... (1 year 43 weeks yang lalu)
80

tulip. di belanda ya? (kuasumsikan begitu karena hanya itu ciri khas negara yang bisa kutangkap di sini)
ini potret kehidupan yang menarik. hmm... ternyata begitu ya? boleh dong dibagi lagi cerita-cerita menarik lainnya tentang kehidupan imigran di sana itu, yang unik ya.

Writer senj4kala
senj4kala at cihuiii (1 year 43 weeks yang lalu)
70

bagus,terus berkarya.....Semangatttt!!!!!!!

Writer Shinichi
Shinichi at (1 year 43 weeks yang lalu)
60

waaah....

bagus banget idena

tinggalna dimana neh?

Writer Olivierly
Olivierly at Nice (1 year 43 weeks yang lalu)
60

Cerita yang singkat, tapi 'dapet' banget nasib sang 'imigran gelap'nya. Nasib-nasib...

Makanya, jangan jadi imigran gelap... (^-^)

Keep writing.
Kritik karyaku juga ditunggu...
"Immortality" & "Till The End"

Writer cesc_spa
cesc_spa at hy (1 year 43 weeks yang lalu)
30

jangan pernah menyerah tuk suatu masalah