Hati dan Nurani

28
points
"

Maut: Ha, ha, ha. Manusia memang bodoh.

Tuhan: Pada saatnya nanti kau dan orang yang baru saja kaubujuk akan Kukirim ke tempat yang tepat.

"

Ini adalah sebuah kisah pendek mengenai seseorang yang berduel maut dengan hati dan nuraninya.

Duel ini adalah duel tentang maut.

Hati: Takkan kubiarkan kau membunuh dirimu sendiri setelah membunuh sahabat sejatimu!

Nurani: Kau harus bertanggung jawab! Kematian bukanlah penyelesaian dari masalahmu!

Aku: Tapi...

Maut: Sudahlah, biar dia yang menentukan ajalnya. Bila dia ingin mati sekarang, aku sudah membawa sabit yang kuasah tadi pagi. Cukup untuk memotong leher anak ini.

Hati: Cukup, maut! Hentikan omomg kosongmu! Sebaiknya kau lari saja, Shin!

Nurani: Tidak bisa begitu! Shino harus menyerahkan dirinya ke kantor polisi!

Aku: Tapi aku tak mau!!!

Maut: Jadi mati saja!

Hati: Jangan.

Nurani: Jangan lakukan.

(Aku mengambil sebilah pisau yang sejak tadi kuselipkan di kantong celanaku. Sebuah pisau lipat yang berukirkan kata "FATE" pada gagangnya.)

Maut: Tak perlu kau lakukan itu. Aku sudah menyiapkan sabitku untuk perayaan kematianmu hari ini. Kau siap?

(Aku meletakkan pisau yang kugenggam.)

Aku: Aku siap.

Hati: Terserah kau, lah. Toh ini hidupmu.

Nurani: Aku tak ingin, tapi aku tak bisa melarangmu.

Maut: Baiklah.

Aku: Inikah diriku? Aku benar-benar seperti seorang pengecut.

Maut: Kenapa?

Aku: Karena aku tak sanggup membunuh diriku sendiri.

Maut: Oleh karena itulah aku ada untukmu.

Hati: Aku akan menyampaikan berita duka ini ke surga.

Nurani: Aku akan menyampaikan berita duka ini pada Tuhan.

Aku: Sayang sekali...

(Lima detik berlalu. Aku masih terpaku, dengan sebilah pisau yang menancap di leherku.)

Maut: This is "The Hero of The Day".

Hati: ...

Nurani: ...

(Rohku melayang-layang di udara sejenak, kemudian terbang secepat cahaya meninggalkan tubuhku yang berlumuran darah.)

Aku: Aku memang seorang pemberani.

Your rating: None Average: 4.7 (6 votes)
dikirim ramza_nightmare 26 minggu 6 hari yang lalu
Tag: