Ah Dunia (Reload Version)

27
points
"

Ceritanya memang tentang cinta pemuda pada seorang gadis. Pemuda tadi merasa bahwa sang gadis juga mencintainya, ternyata ada kabar yang menyatakan bahwa gadis mencintai pemuda lain. Kabar ini mengusik hatinya, hingga dia kembali lantunkan do'a padaNya. Karena DIA berjanji bahwa do'a yang tidak terkabul di dunia, akan terkabul di akherat. Pemuda tadi ingin sekali berpisah dari dunia yang telah 'menipunya' sehingga berjumpa dengan kekasih yang telah dijanjikan olehNya, membelai rambutnya, mencium wangi rambutnya, lalu membiarkan sang kekasihnya untuk melantunkan sajak-sajak cinta, "bacakan Qur'an untukku". Paragraf terakhir, pemuda tadi mengikhlaskan putusanNya, that's why, aku mencintainya tapi aku lebih mencintai keputusanNya. Untuk DIA, semua menjadi mudah, termasuk melupakan gadis yang selalu dicintainyanya, selalu difikirkannya, selalu dido'akan dalam setiap kesempatan di hadapanNya, tapi ternyata sang gadis mencintai pemuda lain selain dirinya. Gitu deh ... thanks komentarnya ...

"

Ah dunia, begitu menyebalkannya dirimu … masih lamakah hari dimana aku berpisah denganmu, sehingga tidak ada lagi lara yang sayatkan sembilumu di tiap jengkal ruang di hatiku.

Sebenarnya, apa urusanku untuk emosi saat ada yang bercerita bahwa dia menyukai seorang dari temannya … saya ini siapanya, bukan siapa-siapa …

Tapi sejak kejadian itu, aku mulai untuk menata hatiku sehingga tidak semakin terlarut dalam kebodohanku. Aku sekarang yakin bahwa tiada sedetikpun dia pernah memikirkan aku sabagimana tiada tiap jengkal dalam perjalanan waktuku kecuali aku memikirkannya. Dan aku juga yakin, bahwa tiada pernah ia menyebut namaku sebagaimana aku yang selalu bisa menyempatkan diri untuk menyebut namanya dihadapanMu …

Tapi, bukankah Engkau ada? Kalau memang Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang, kanapa Engkau biarkan aku larut dalam kesusahan hati ini …

Padahal KalamMu-lah yang telah mempertemukan kami, tetapi … Ah, maafkan aku Tuhan, aku semakin bodoh padahal aku jenius, buta mata padahal aku melihat, dan buta hati padahal aku ahli kasyaf yang mampu melihat perkara batin dengan keidzinan dariMu.

Ingin rasanya aku segera untuk berjumpa dengan kekasihku di dalam syurga, membelai gelombang rambutnya, mencium wangi helai rambutnya, dan bermain dengan setiap hujung rambutnya. Lalu aku akan katakan, “bacakan Qur’an untukku”, lalu dengan sabar kekasihku akan mebacakan ayat demi ayat, dimana setiap hurufnya membuat aku semakin mencintainya, menyayanginya, dan semua karenaMu.

Kekasihku tidak pernah peduli apakah aku hanya bisa hafal secuil atau hanya selembar saja dari ayat-ayat Qur'an . Tetapi aku yakin kekasihku percaya bahwa aku sangat peduli padanya karena setiap huruf dari kalamNya yang terhunjam dan mengakar dihatinya.

Ah dunia, begitu menyebalkannya dirimu … kapan waktunya kita berpisah sehingga aku bisa berjumpa dengan kekasihku. Kalau saja dia bisa membenci, pasti sejak lama dia telah lakukan, tapi tetap saja aku suka untuk mengatakannya, “bacakan Qur’an untukku”, dengan diawali senyum terindah miliknya, mulailah ia membacakan ayat demi ayat, dimana setiap hurufnya membuat aku semakin mencintainya, menyayanginya, dan semua karenaMu.

Aku mencintainya, tapi aku lebih mencintai keputusanNya. Untuk Dia, semua menjadi mudah, dan aku suka apa saja yang Dia lakukan padaku

Your rating: None Average: 9 (3 votes)
dikirim fadly_pwk 26 minggu 3 hari yang lalu
Tag: