Gefallene Masse - Chain 1 : Chain of Beast Released (Part 5)

25
points
"

EDIT 1 : Motif Yuna untuk pergi ke gua Prometheus sekarang dirubah sedikit.

Note : Informasi tentang Sleipnir bisa ditemukan di part 4 yang sudah diremake. Sangat dianjurkan untuk membaca ulang bagian prolog, part3, dan part4 karena terjadi remake yang besar. Terimakasih atas perhatiannya dan mohon maaf atas ketidaknyamanan ini ^^

"

Malam pun berganti siang, langit cerah, dan galleon baru saja muncul.

Sekelebat bayangan putih melesat bagai memotong langit biru. Sosok putih itu adalah seekor wyvern putih dengan seorang gadis berambut pirang diatas punggungnya. Gadis itu tampak begitu menikmati perjalanan udara ini sambil melihat pemandangan di bawahnya. Setelah terbang beberapa saat, gadis itu mulai berbicara atau lebih tepat disebut mengeluh kepada wyvernnya yang bernama Vouivre.

“Ah, kakakku benar-benar menyebalkan ! Aku hanya bolos latihan satu atau dua kali dan ia mulai memarahiku… yah…sebenarnya lebih sih, tapi sekarang ia menyuruhku ke gua api Prometheus lagi." Gadis itu berbaring di punggung wyvernnya dengan santai tanpa takut terjatuh. “Kau tahu, Vouivre? semua summoner yang lain sudah berhasil melewati ujian dan mendapatkan emblem berwarna emas, hanya aku sendiri yang belum bisa mendapatkannya… apa aku memang tidak berbakat ya… aku sudah berulang kali datang ke gua Prometheus untuk menjalankan ujian, namun aku hanya sekali bisa melewati ujian sampai yang ketiga…”

Yuna menatap angkasa dengan wajah sedih. “Tapi kata summoner lain mereka hanya melewati satu ujian dan mendapat satu emblem emas itu… sedangkan aku harus bersusah payah melewati sampai tiga ujian dan dari tiap ujian itu yang kudapat hanyalah tiga buah emblem yang lebih cocok disebut batu berwarna merah… kenapa dunia begitu tidak adil kepadaku yah… dan yang lebih mengesalkan lagi adalah karena semua orang di desa ku tidak mempercayai ceritaku, mereka menganggapku berbohong dan mencari batu di tengah jalan sebagai pengganti emblem emas…”

Wyvern putih itu menjulurkan lehernya ke belakang, berusaha menjilat majikannya itu sambil mengeluarkan suara merdu. Wyvern bernama Vouivre ini memang berbeda dari wyvern biasanya, ia memiliki paras yang lucu dan imut seperti hewan peliharaan yang jinak dan jauh dari kata kuat.

“He…Hei! Ahahaha… hentikan itu Vouivre, nanti kita nabrak! Ahaha!” Gadis yang memakai gaun indah dengan paduan warna kuning dan putih itu tampaknya tahu kalau wyvernnya sedang berusaha menghiburnya. Ia pun mendorong jauh-jauh pikiran menyebalkan itu dan mengatakan kepada dirinya sendiri supaya tidak menyerah pada keadaan. Ia pun bangkit dan sekarang wajahnya terlihat lebih tegar dan ceria, rambutnya yang panjang mengibas tertiup angin, sementara matanya yang hijau menerawang jauh ke bawah hingga sesuatu menarik perhatiannya.

“Hei, bukankah itu…” Gadis itu melihat seseorang yang ia kenal sedang beristirahat dibawah rindangnya pohon albia yang berdaun putih. Ia pun memperlambat laju terbangnya dan kemudian mendarat di sebelah batu besar yang cukup untuk menyembunyikan wyvernnya itu. Tempat ini bernama Eden Plain, tak jauh dari desa Eilen Dias.

Gadis itu perlahan-lahan mendekati si pria yang tampaknya sedang mengamati suatu benda. Ia bergumam, “benar dugaanku, itu si knight berwajah murung dari Cielgris… aku lupa namanya, almond atau melon...oh, aku ingat! Namanya Arlond!”

Si gadis menghampiri Arlond dari belakang namun tidak menyapanya. Ia tertarik dengan benda di tangan Arlond yang ternyata sebuah liontin antik dengan foto seorang gadis terpasang didalamnya. Baik Arlond dan si gadis terus memperhatikan liontin itu sampai Arlond menyadari kehadiran sesuatu dibelakangnya. Arlond secara refleks langsung mengambil pedang besar yang bersandar di sebelahnya dan menodongkannya ke leher si gadis yang langsung terlonjak kaget.

“Whoa!! Apa yang kau lakukan Almond!?!” teriak si gadis yang terjatuh terjungkal ke belakang.

“…namaku Arlond, dan kenapa rasanya kau sudah menguntitku belasan kali?” Tampaknya Arlond sudah mengenal gadis berwajah cantik ini cukup lama, dan memang benar si gadis tampaknya menganggap Arlond sebagai objek yang menarik untuk diteliti dan sudah lama mengikuti Arlond kemanapun ia pergi.

“Hey, siapa bilang aku menguntitmu, salahmu sendiri selalu muncul di depan mataku”

“Hanya karena kau melihatku, bukan berarti kau boleh mengi…”

“Ah…cukup! cukup! cepat beritahu aku, siapa gadis cantik di dalam liontin itu?” Yuna memotong protes Arlond begitu saja dan mengganti topik pembicaraan ke hal yang lebih menyebalkan – gadis lain.

“Dan kau selalu menanyakan hal yang sama setiap kali aku menangkapmu sedang mengikutiku!” Arlond semakin jengkel. Ia mengalungkan liontin itu di lehernya dan menyembunyikannya dibalik bajunya.

“Oh, karena itu katakan saja siapa dia dan aku akan pergi” kata si gadis dengan nada seperti bernyanyi, tanpa sedikit pun perasaan bersalah.

“…itu bukan urusanmu! sekarang ayo pegilah! syuh! bukankah kau punya urusan di gua Prometheus seperti biasanya?” kata Arlond sambil mengayunkan tangannya seperti mengusir seekor squiree. Squiree adalah sejenis tupai yang ekornya berduri seperti landak dan sering di temui di kota Cielgris. Hewan itu tidak disukai karena memiliki hobi buruk mengasah kedua gigi depannya di meja atau bangku kayu manapun yang ditemuinya.

“Oh benar juga… eh hei! bukankah kau bisa membantuku melewati ujian itu? Ayolah, kau kan seorang knight, bantu aku yaaaa…??” Gadis itu mulai memperlihatkan tingkah manjanya yang seperti tuan putri. Matanya yang bulat besar terlihat berkilau dengan tatapan memelas.

Menggoda, pikir Arlond, namun tidak setelah gadis menyebalkan itu melakukan hal yang sama berulang kali kepadanya. “Hal itu tidak akan terjadi bahkan di dalam mimpimu, nona.”

“Uuuugh! Menolak berjalan dengan gadis cantik sepertiku, kau yang rugi, tau!!” gadis itu mengambek dan pergi dengan gaya berjalan yang angkuh.

Gadis summoner yang menyebalkan, kata Arlond dalam hati. Memang sih, dia itu sebenarnya luar biasa cantik… tapi itu kalau dia bisa diam tak bergerak tanpa mengatakan sepatah kata pun. Um? tunggu dulu, Arlond berpikir keras, berusaha mengingat sesuatu. Sepertinya ia melupakan sesuatu yang penting…sesuatu tentang summoner…

...

Oh!! Spirit Summoner! Bodohnya dirinya, pikir Arlond. Gadis itu kan summoner dari Eilen Dias, dia bisa saja menanyakan tentang Spirit Summoner kepadanya! Arlond pun segera berlari menyusul gadis itu dan menemukannya sedang berjalan menuju seekor wyvern putih yang besar.

“Oiii!! Hey nona!! Tunggu, oiii!!!” teriak Arlond sambil mengejarnya. Sepatu sleipnir sedang tidak dipakainya dan ia simpan di tas yang ia bawa, sedangkan pedang besarnya ia ikatkan di pinggangnya.

Gadis summoner itu tiba-tiba berbalik dengan wajah menyeramkan sambil berkata dengan keras dan sengaja dipanjang-panjangkan, “Aku – punya – nama – tau !!!??”

Oh, habis kau tak pernah memberitahuku,” jawab Arlond enteng.

“Itu karena kau tak pernah memperdulikan apapun selain dirimu sendiri! Sekarang dengarkan nama besarku, aku Yuna Holyeires! Jangan sampai kau berani melupakannya…”

“Ah, iya, iya, sekarang aku mau bertany… uh…” tidak seharusnya ia memotong kata-katanya seperti itu, pikir Arlond, dan sekarang gadis bernama Yuna itu memasang wajah yang galak sekali.

“Ummm… nama yang bagus, nona Yuna” tambah Arlond dengan segera.

“Itu jauh lebih baik, Almond”

“…dan kau sendiri tidak bisa mengingat namaku…” gumam Arlond kesal.

“Apa katamu ?” Yuna melihat dengan pandangan curiga.

“Ah tidak, terserah kau mau memanggilku apa, tapi aku ingin bertanya sesuatu, kau seorang summoner kan? Apa kau tahu sesuatu tentang Spirit Summoner?” tanya Arlond.

“Oh? kenapa kau menanyakan hal itu?” tanya Yuna dengan pandangan tertarik.

“Bukan apa-apa, sekadar ingin tahu saja” Arlond berbohong.

“Kau bohong,” kata Yuna sambil memberikan pandangan mencela, kemudian menambahkan dengan nada mengejek, “Tuan yang tidak perduli apapun selain dirinya seperti – KAU, tak akan menanyakan hal seperti itu kecuali berkaitan langsung dengan diri- MU!

Sial ketahuan, pikir Arlond dengan tampang sebal. Tapi kan dia tidak perlu mengatakannya sejelas itu…

“Ok, ok! tapi apa kau punya informasi tentang Spirit Summoner?” tanya Arlond.

“Ohohoho! Tentu saja aku tahu!” kata Yuna sambil memasang pose seakan dia orang terpintar sedunia. Oh lihat, hidungnya memanjang, ejek Arlond dalam hati.

“Ya, lalu?” Arlond bertanya lagi.

“Lalu apa?”

“Lalu, ya katakan informasinya!!!!” teriak Arlond kesal. Yuna tersenyum jahat penuh kemenangan dan membalas Arlond, ”Hal itu tidak akan terjadi bahkan di dalam mimpimu, manis” Ahh… sekarang tumbuh tanduk dan ekor, ejek Arlond lagi. Arlond sudah menduga Yuna akan mengambil kesempatan ini untuk balas dendam. Tetapi Yuna mungkin satu-satunya petunjuk yang ia punya…

“Baiklah, baiklah!! kau ingin aku membantumu melewati ujian summoner di gua Prometheus itu kan?!”

“Bingo! nah, ayo kita pergi, ksatriaku” Yuna tersenyum lebar dan mulai pergi dengan menggandeng tangan Arlond. Rupanya kata ‘malu’ tidak tertulis di kamusnya, pikir Arlond yang ketara sekali tidak suka bersentuhan dengan orang lain, apalagi dengan wanita. Setelah beberapa menit penuh penderitaan yang menurut Arlond lebih parah daripada menggandeng Warghul, mereka sampai di gua api Prometheus. Ia lega semua itu sudah berakhir, karena ia baru sadar kalau tangan kanannya terasa sakit sekali, seperti sesuatu sedang menggigitnya dengan ganas. Walaupun gigitan itu terasa lebih mirip gigitan manusia daripada monster, Arlond tampaknya menganggapnya sebagai Folfaghnom yang bereaksi terhadap Yuna. Ia semakin yakin kalau Yuna berkaitan erat dengan Spirit Summoner.

Your rating: None Average: 6.3 (4 votes)
dikirim serpentwitch 26 minggu 3 hari yang lalu
Tag: