Saya suka banget cerita ini. Temanya beda. Saya malah merasa ini nggak datar - cukup bikin penasaran sebagai pembuka dari sebuah serial - mungkin karena saya belum baca karya kamu yang lain. Jadi nggak ada perbandingan. Lanjut!
Pemilihan nama tokoh yang sederhana Joko, Udin dan Konde.
Menurutku ini cerita kategori informatif. Banyak informasi tentang pohon karet yang diungkapkan penulis untuk urusan konflik ya pasti gak ada, palingan adik-adiknya Joko yang kelaparan.
Piyee siy, Joe? Kok aneh gini tulisan kamu? Kenapa? Ngga biasana neeh. Koment-koment sebelumna cukup memberitahukan pendapat saia. Datar banget, Joe..
Tanpa Emosi
Tapi, ada fakta neh, masa kecil saia adalah bermain di ladang karet. Membantu Bapak saia yang memang penyadap getah dari pohon rambung.
Tapi, saia baru tahu kalo biji karet bisa dimakan.
bang, iya, yg ini agak datar. ;) aku setuju sm rijon dn mba yoshi, menurutku deskripsi tentang kebun karet itu terlalu banyak. Paragraf ketiga molor, mungkin bisa dibagi-bagi jadi 2-3 paragraf lagi lho. ^^
iyaaa, aq rindu permainan kata abang yg berlika-liku nih. Semangat yaa,,
Jo... huehehe...
# EYD banyak yang bolong. EYDku pun belum perfek, tapi di sini banyak banget bolongnya ^^
# Paragrap 1-2-3 terasa panjang banget. Ada baiknya pendeskripsian akan sesuatu tidak dipaparkan secara sporadis dalam satu waktu. Banyak teknik menyiasati peletakan deskripsi. cth: - Si x mencoba membetulkan letak pisau di pinggangnya. Pisau itulah yang akan digunakan untuk ... blabla ... (ada peristiwa dan bukan hanya deskripsi) - Bisa juga disisipi dialog sebagai pengantar deskripsi. - dsb...
# Aku menduga serial ini bertujuan untuk memaparkan kegunaan-kegunaan KARET. Not a bad idea, different, menjadikannya dalam bentuk cerita dan bukannya esai. Tapi JO... bisa dipakai genre macam-macam per schene. Misal di cerita ini, bisa saja dipakai genre komedi... tiba-tiba saja BLUP endingnya secara GA SENGAJA biji karet termasukkan ke dalam api unggun, trus baunya malah menyelerakan. Dimakan dah. ^^
Iyak setubuh sama mbak Yosi! Mungkin kedatarannya disebabkan oleh porsi penjelasan yg lebih banyak ketimbang penceritaannya. Saranku, mungkin lebih baik penjelasan-penjelasan tentang pohon karet, bla...bla....bla.... itu sebaiknya diselipkan antara adegan-adegan. Atau dibikin dialog antar tokoh saja, menurutku dengan bagitu lebih menarik daripada dipaparkan langsung.......
Maaf jo, tapi kok datar banget? Nyaris tak berkonflik. Deskripsi yang digambarkan tidak sampai membuatku langsung terlibat dengan tokohnya. Yang ada aku membaca paparanmu mengenai dunia transmigrasi dan biji karet. Seperti sedang baca artikel surat kabar. Rangkaian katamu dan cara penyampaian juga mengalir standar. Mana kemampuan permainan katamu yang biasa?
Saya suka banget cerita ini. Temanya beda. Saya malah merasa ini nggak datar - cukup bikin penasaran sebagai pembuka dari sebuah serial - mungkin karena saya belum baca karya kamu yang lain. Jadi nggak ada perbandingan. Lanjut!
Pemilihan nama tokoh yang sederhana Joko, Udin dan Konde.
Menurutku ini cerita kategori informatif. Banyak informasi tentang pohon karet yang diungkapkan penulis untuk urusan konflik ya pasti gak ada, palingan adik-adiknya Joko yang kelaparan.
PieJoe!
Piyee siy, Joe? Kok aneh gini tulisan kamu? Kenapa? Ngga biasana neeh. Koment-koment sebelumna cukup memberitahukan pendapat saia. Datar banget, Joe..
Tanpa Emosi
Tapi, ada fakta neh, masa kecil saia adalah bermain di ladang karet. Membantu Bapak saia yang memang penyadap getah dari pohon rambung.
Tapi, saia baru tahu kalo biji karet bisa dimakan.
Hehehe
Biasana, saia buat mainan tuh, Joe
Kip write deh
HAnya cerita biasa. Agak datar, tidak luar biasa, tapi sebenarnya mengandung banyak makna. Sperti komen2 sbelumnya, par 3 kpanjangan... ^^
paragraf ketiga kepanjangan,, kamu terlalu terperinci memaparkan semuanya, padahal ada bagian-bagian yang tidak masuk untuk cerita ini.
bener juga kata rijon, ini seperti pemaparan atau penjelasan bahwa biji karet bisa dimakan ketimbang penceritaan inti dari cerita ini.
cerita ini kosong, seolah-olah tak ada konflik
bang, iya, yg ini agak datar. ;) aku setuju sm rijon dn mba yoshi, menurutku deskripsi tentang kebun karet itu terlalu banyak. Paragraf ketiga molor, mungkin bisa dibagi-bagi jadi 2-3 paragraf lagi lho. ^^
iyaaa, aq rindu permainan kata abang yg berlika-liku nih. Semangat yaa,,
Nilai 8 buat ide dan setting yg bedaaa!!
Jo... huehehe...
# EYD banyak yang bolong. EYDku pun belum perfek, tapi di sini banyak banget bolongnya ^^
# Paragrap 1-2-3 terasa panjang banget. Ada baiknya pendeskripsian akan sesuatu tidak dipaparkan secara sporadis dalam satu waktu. Banyak teknik menyiasati peletakan deskripsi. cth: - Si x mencoba membetulkan letak pisau di pinggangnya. Pisau itulah yang akan digunakan untuk ... blabla ... (ada peristiwa dan bukan hanya deskripsi) - Bisa juga disisipi dialog sebagai pengantar deskripsi. - dsb...
# Aku menduga serial ini bertujuan untuk memaparkan kegunaan-kegunaan KARET. Not a bad idea, different, menjadikannya dalam bentuk cerita dan bukannya esai. Tapi JO... bisa dipakai genre macam-macam per schene. Misal di cerita ini, bisa saja dipakai genre komedi... tiba-tiba saja BLUP endingnya secara GA SENGAJA biji karet termasukkan ke dalam api unggun, trus baunya malah menyelerakan. Dimakan dah. ^^
SEMANGAAAAATTT
Iyak setubuh sama mbak Yosi! Mungkin kedatarannya disebabkan oleh porsi penjelasan yg lebih banyak ketimbang penceritaannya. Saranku, mungkin lebih baik penjelasan-penjelasan tentang pohon karet, bla...bla....bla.... itu sebaiknya diselipkan antara adegan-adegan. Atau dibikin dialog antar tokoh saja, menurutku dengan bagitu lebih menarik daripada dipaparkan langsung.......
Heheh!! Semangat JO!!
Maaf jo, tapi kok datar banget? Nyaris tak berkonflik. Deskripsi yang digambarkan tidak sampai membuatku langsung terlibat dengan tokohnya. Yang ada aku membaca paparanmu mengenai dunia transmigrasi dan biji karet. Seperti sedang baca artikel surat kabar. Rangkaian katamu dan cara penyampaian juga mengalir standar. Mana kemampuan permainan katamu yang biasa?
wah, keren jg ...
suka neh cerita yang memperhatikan kaum transmigran ...
aku baru tau kalo biji karet itu bisa dimakan!
settingnya gak biasa,,aku suka mas kolor ijo ^^
keep writing!