PECAH KACA

Pecah-pecah kaca ini
Dulunya adalah bilah-bilah

Berserak ruah di halaman ini
Mengajak perih kaki darah-darah

Terseok dalam dansa lunglai
Marah di jiwa tak lagi merah

Menjerit-jerit memaki diri
Bergulung menderu bak bah

Tetes hujan tak lagi berarti
Gunturpun bersahutan lelah

Terkapar disini...
Tergenang sesal-sesal muntah

Seketika gelap menyepi
Antara salah dan kalah

Pecah-pecah kaca ini
Dulunya adalah bilah-bilah

Sempat kaca melihat diri ini
Lalu bilah-bilah pecah-pecah

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer man Atek
man Atek at PECAH KACA (10 years 43 weeks ago)
100

Sempat kaca melihat diri ini
Lalu bilah-bilah pecah-pecah

kemudian terperangah
bisa jadi begini yach ...
seeep !

ech ... knape eloe
kagak nanya ke yang jualan baksonya
" man atek, ada ga, tolong panggil "

kemungkinan ane masih di dalem,
di rumah belakang, sip sip !

Writer Shinichi
Shinichi at PECAH KACA (11 years 12 weeks ago)
70

hmmm..
membaca ini saia buru-buru loh. karena puisi kamu menawari ritme yang cukup cepat...
tapi, maknanya cukup sulit ditelaah

keep write aja deh yah!

salam