Ever Lasting Arms Episode 1: Chapter 12; Chance

8
points
"

no comment

"

Chapter 12: Chance

Ruang Kendali Aquatids

“Ga…gawat… me…mereka berniat menembak Tetha.” Aura berkata gugup.

“Apa!?”

“Apa maksudnya?”

“Sepertinya mereka berniat menembakkan Helios ke Tetha.”

“Sambungkan dengan Tetha! Cepat!” Perintah Laksamana Adiguna.

“Tidak bisa Komandan. Tapi hubungan jarak jauh tidak bisa dilakukan.”

“Sial!”

Tiba-tiba di layar terlihat sebuah kilatan cahaya menembus Kapal Induk Tetha. Lalu, dalam sekejap, kapal induk itu meledak dan menghilang dari radar.

“Lapor komandan. Kapal Induk Tetha baru saja tertembak jatuh.”

“Sial!!!” Laksamana Adiguna memukul mejanya. “Apa yang bisa kita lakukan sekarang.”

“Gawat Komandan!!! Mereka bersiap untuk menembak lagi. Sasarannya adalah kita.”

“Kecepatan penuh, menghindar 30 derajat ke bawah!”

Meski telah menghindar dengan kecepatan penuh, tembakan itu tetap mengenai Aquatids. Aquatids terguncang hebat.

“Laporkan status!”

“Mesin dua dan tiga tidak berfungsi.”

“Sial!”

“Laksamana, sebaiknya kita segera pergi.”

“Benar juga. Bersiap memasuki warp.”

“Tidak bisa Komandan. Tenaga tidak cukup.”

“Sial! Berapa waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan?”

“Sekitar setengah jam.”

“Hmmm…” Laksamana Adiguna berpikir keras. “Baiklah. Tyrano Skuadron, Lindungi Aquatids hingga bersiap melakukan warp!”

“Siap komandan!”

“Akhirnya tiba waktunya untuk membalas dendam Syarif.”

Tyrano Skuadron meninggalkan ruang kendali menuju MFU masing-masing. Laksamana Adiguna berjalan berputar-putar, memikirkan langkah yang harus dia ambil.

“Laksamana, mungkin aku dan Flux bisa membantu.”

“Hah…”

“Dia bisa membantu perbaikan.”

“Apa dia bisa dipercaya?”

“Dia sudah ikut dengan Armada-ku untuk waktu yang tidak sedikit. Tentu saja aku percaya padanya.”

Laksamana Adiguna berpikir sejenak.

“Biarkan Flux memperbaiki sendiri. Aku ingin kau ikut denganku.”

“Kemana?”

“Perkataanmu barusan memberiku Ide.”

“Baiklah.”

Mereka berdua berjalan meninggalkan ruang kendali. Tiba-tiba langkah Adam terhenti sejenak karena Aura menarik tangannya.

“Aku ikut.”

“Tidak, aku ingin kamu tetap di sini.”

“Tapi…”

“Biarkan dia ikut Kolonel.”

“Tapi Komandan.”

“Aku sendiri yang akan menjaganya.”

“Tapi…”

“Kumohon… Izinkan aku ikut.”

“Baiklah.”

***

Zona Tempur Space Station Celestial


Eko menerbangkan MFU-nya meliuk-liuk sambil sesekali menembak pesawat musuh. Matanya terus mencari-cari pesawat yang telah menembak Syarif. Tapi tak kunjung dia temukan.

“Sial! Kemana pesawat itu?” Makinya dengan emosi.

“Eko, kembali ke formasi! Ingat! Misi kita adalah memberi Aquatids waktu untuk perbaikan.”

“Maaf Kapten.”

“Kapten, ada Aconite Destroyer dari arah jam 3!”

“Oke, Tyrano Skuad. Tetap dalam formasi dan jangan biarkan satupun musuh lolos!”

“Siap!”

***

Ruang Control Space Station Celestial


“Sebenarnya, apa yang anda rencanakan, Laksamana?”

“Ah, Cuma rencana kecil.” Laksamana Adiguna menjawab singkat sambil menekan beberapa tombol di panel control.

“Tapi, kenapa Celestial? Bukankah tempat ini nantinya akan jatuh juga…” Adam tertegun sejenak. “Benar juga. Ternyata begitu yah…”

“Ya… seperti yang kamu duga. Aku akan meledakkan tempat ini sebelum Aconite melakukannya.”

“Masuk akal.”

Adam lalu membantu Laksamana Adiguna. Tangannya dengan lincah menekan tombol-tombol yang menyala di hadapannya.

“Tunggu, apa yang kamu lakukan kolonel.”

“Kita tidak boleh memberikan Celestial secara Cuma-Cuma bukan.” Adam tersenyum.

“Apa maksudnya? Aura, apa yang dia maksudkan?”

“Eh… Se…sepertinya di…dia i…ingin mem…membuat Celestial meledak t…tepat di ha…hadapan pasu…pasukan Aconite.” Aura menjawab malu-malu.

“Oh, bagus juga.”

Tiba-tiba alat komunikasi Adam berbunyi nyaring. Adam meraih alat komunikasinya. Flux sedang mengontaknya dari Aquatids.

“Ada apa Flux?”

“Perbaikan telah selesai, Kolonel.”

“Eh, inikan baru 10 menit?” Laksamana Adiguna bertanya heran.

“Ha…ha…ha… kamu memang hebat Flux. Tidak salah aku percaya padamu.”

“Terima kasih kolonel.” Flux memutuskan kontak dengan Adam.

“Laksamana, sepertinya kita harus bergegas.”

“Benar juga.”

***

Ruang Kendali Aquatids


“Perintahkan Skuadron Tyrano untuk memasuki area warp!”

“Laksanakan Komandan.”

“Kita warp dalam lima menit.”

“Siap!”

***

Your rating: None Average: 4 (2 votes)
dikirim addang13 20 minggu 5 jam yang lalu
Tag: