Dua jam sudah Dewi menunggu. Katanya kereta api Gajayana tujuan Jakarta ke Malang yang mengangkut Avi, datang terlambat. “Ah, kereta api kok selalu telat, sih,” gerutu Dewi. “Sabar sedikitlah,” begitu bunyi SMS dari Avi sejam lalu. “Sabar! Sudah pergi dari tadi tuh,” jawab Dewi. “Mau apalagi. Aku bukan masinisnya,” jawab Avi.
Read more (2172 words)
Dewi menghitung. Paling cepat satu setengah jam lagi, ia baru dapat bertemu dengan Avi. Dewi sungguh ingin menyapa di pagi ini. Lagi pula Dewi mau menagih janji semalam sebelum kereta api Gajayana yang mengangkut Avi ke Malang berangkat. Janji yang akan diberikan Avi pagi ini setelah tiba di Malang.
Sebetulnya keterlambatan kereta api Gajayana menguntungkan Dewi. Kalau saja kereta api datang tepat waktu, tentu Dewi harus lebih pagi datang ke kantor. Tapi, karena kereta api telat, Dewi tak perlu buru-buru membuka yahoo messenger di kantornya –di bagian Administrasi Pendidkan di sebuah universitas swasta di Jakarta.
avian.dewanto : hai
dewi_pujangga : hai
dewi_pujangga : baru datang ya?
avian.dewanto : sudah dari tadi kok
avian.dewanto : kan mandi dulu
avian.dewanto : ganti baju dulu
avian.dewanto : ngopi dulu
avian.dewanto : sarapan dulu
avian.dewanto : sudah di kantor ya?
dewi_pujangga : ya iyalah
dewi_pujangga : masak gini hari di rumah
avian.dewanto : ditanya gitu aja
avian.dewanto : jawabnya kok gitu
dewi_pujangga : nanyanya basa basi seh
dewi_pujangga : nanya kek
dewi_pujangga : Wie sarapan apa tadi?
avian.dewanto : iya deh
avian.dewanto : Wie sudah sarapan?
avian.dewanto : sarapan pake apa tadi?
dewi_pujangga : sudah sarapan
dewi_pujangga : pake piring dan sendok
avian.dewanto : kok jawabnya gitu
avian.dewanto : tadi ke kantor lewat mana?
dewi_pujangga : emang kenapa?
avian.dewanto : lewat pohon besar ya
avian.dewanto : kerasukan kali ya :d
avian.dewanto : pagi-pagi ketus gitu
dewi_pujangga : ya ketus dong
dewi_pujangga : nunggu kelamaan soalnya
dewi_pujangga : mana janjinya
avian.dewanto : bentar dong
avian.dewanto : baru aja login dah ditagih
dewi_pujangga : buruan deh
dewi_pujangga : Wie mau lihat
avian.dewanto : aku send file dulu ya
dewi_pujangga : sudah belum?
avian.dewanto : wadooooooo
avian.dewanto : gak sabar banget
avian.dewanto : katanya mau jad ibu
avian.dewanto : yang sabar
dewi_pujangga : iyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
avian.dewanto : sudah dikirim tuh
dewi_pujangga : Wie baca dulu ya
dewi_pujangga : trims ya
***
Semalam sebelum berpisah di Stasiun Gambir, Avi berjanji kepada Dewi, ia akan membuat kelanjutan tulisan mengenai “Menjadi Penulis” yang pernah diberikan beberapa hari lalu. Di perjalanan kereta api, Avi menyempatkan menulis kelanjutan tulisannya. Beruntung Avi membawa dua buah batere cadangan untuk laptopnya. Ia teruskan penulisan artikel “Menjadi Penulis.” :
Menyediakan waktu untuk menulis memang menjadi perkara. Apalagi buat mereka yang sehari-hari bekerja di luar bisnis tulis-menulis. Ada beberapa kiat mengatasi hal itu. Pertama, biasakan setelah shalat subuh, gunakan waktu untuk menulis. Itu kalau Anda tidak membaca Quran. Atau, setelah pulang kerja dan istirahat sejenak, gunakan waktu untuk menulis. Atau, ketika libur di akhir minggu. Kapan sajalah. Begitu punya kesempatan menulis, pergunakan baik-baik.
Yang penting Anda duduk di depan komputer. Jangan duduk di tengah jalan. Nanti merepotkan banyak orang. Terus tuliskan gagasan Anda. Jangan sampai di depan komputer cuma mengkhayal. Komputer kasihan melihat Anda melamun. Jauhkan musik berlirik selama menulis. Sebab Anda menghendaki seluruh kata keluar dari kepala Anda bukan mengikuti lirik lagu. Pendek kata carilah “lokasi” yang memungkinkan Anda terbebas dari berbagai gangguan. Sehingga Anda bisa menggali kreativitas yang terpendam. “Mau jadi penulis, apa tukang gali sumur, Mas?” Canda Dewi.
Tentulah yang digali bukanlah sumur apalagi kuburan. Anda toh tak ingin mengikuti jejak Sumanto –si pemakan daging jenazah. “Yang penting apa pun yang dimakan, minumnya ……” canda Dewi lagi.Galilah gagasan melalui pengamatan seksama. Bisa lewat membaca berbagai bahan bacaan ataupun secara pengamatan secara langsung. Tak perlulah Anda mengikuti jejak Sumanto untuk merasakan daging manusia. Atau melacur dulu sebelum mampu menuliskan fenomena pelacuran.
Hindari cara pengamatan yang dapat membuat Anda berhubungan dengan masalah hukum. Misalkan, melacur. Sebab melacur bisa ditangkap Satpol PP. Padahal pelacuran di negeri ini bukan hanya yang di jalanan. Pelacur politik yang bergentayangan di lembaga negara jumlahnya jauh lebih banyak. Hanya saja mereka terlindungi dengan kekuatan politik yang merea genggam. Ini bedanya para politikus pelacur dengan pelacur jalanan. Termasuk soal pendapatan mereka. Kalau yang di jalanan cuma menjual dirinya seorang, yang di balik gedung lembaga negara, menjual masa depan negeri ini. Tentulah penghasilan mereka jauh lebih besar karena menjual negeri ini yang berpenduduk tiga ratus jutaan orang. Ingat tiga ratus juta itu orang, bukan kutu.
Jadi janganlah Anda membuang waktu melakukan pengamatan yang tak perlu. Jangan begadang kalau tak ada perlunya. Ikuti saran bang Haji tadi. Dia sudah mencontohkan dengan baik. Bertamu tiap malam sampai subuh di sebuah apartemen seorang wanita. Yang ketika dipergoki, berkilah, katanya memberikan wejangan dan diskusi agama. “Ngaji sampe subuh ye, Bang?”
Atau, ikuti Kata William Hefferman, “Good work doesn't happen with inspiration. It comes with constant, often tedious and deliberate effort. If your vision of a writer involves sitting in a cafe, sipping an aperitif with one's fellow geniuses, become a drunk. It's easier and far less exhausting.” Menjadi seniman bukan berarti mesti mabuk-mabukan di kafe setiap malam. Kalau mau mabuk-mabukan, tidak harus menjadi seniman juga bisa.
Apalagi berniat menjadi penulis dengan berpacaran dulu dengan penulis ngetop. Kalau cuma sekadar untuk belajar menulis fiksi temui saja Avi. Nanti pacaran Anda dengan dia akan menjadi fiksi itu sendiri. Pokoknya jangan deh. Meskipun jika Anda berpacaran dengan dia kemungkinan besar mendapatkan segalanya -termasuk pengetahuan dan keterampilan menulis. Sebaiknya jangan. Sebab sekarang sudah ada Dewi di sisinya. Apalagi kalau Anda lelaki. Avi kan masih suka perempuan bukan lelaki.
Dalam menulis, sejumlah penulis pemula menggunakan khayalan di siang bolong untuk memulai. “Kok mengkhayal cuma di siang bolong. Sudah siang bolong pula,” canda Dewi. Menulis fiksi bukanlah sekadar menggeser khayalan ke bentuk tulisan. Tapi bak membangun rumah. Menulis fiksi itu menyusun batu demi batu tumpukan bahan cerita yang mengambarkan karakter para pelakon, konflik di antara mereka, perubahan setiap waktu dari suasana maupun hubungan antarpelakon, dan, tentunya resolusi atas konflik ataupun perubahan yang terjadi.
Pendek kata menulis itu memerlukan alur yang jelas. Memerlukan bahan cerita yang lugas. Bukan sekadar perasaan gembira belaka apalagi menyedihkan yang menguras derai air mata. Macam ayat-ayat cinta yang menguras derai air mata politik. Kalau itu yang terjadi, kata Sutan Takdir Alisjahbana, namanya menulis roman picisan. Menulis novel itu bukan menulis roman picisan. Sebuah novel itu mestinya mampu menggambarkan perubahan perilaku orang per orang maupun kelompok orang yang memengaruhi masyarakat secara keseluruhan.
Lagi pula, menulis itu pekerjaan kreatif. Tiap orang berkelahi dengan diri sendiri dalam menggali kemampuan kreativitasnya. Kalau Anda ingin belajar menulis fiksi, ya, satu-satunya jalan banyak membaca buku fiksi. Bukan membaca cara menulis fiksi. Soalnya, begitu Anda selesai membaca sebuah buku teknik menulis fiksi, kontan saat itu juga Anda menjadi tahu teknik menulis, tapi tak mampu menulis apa-apa. Sebab ingatan Anda cuma cara menulis bukan menulis fiksi itu sendiri.
Menulis itu bukan sekadar perkara teknis. Tapi kreatif. Lebih baik tingkatkan kreativitas dengan banyak membaca buku dan mengamati kehidupan. Sebab dari situlah Anda dapat belajar. Bukan mencontek lho. Mulailah dengan mengoleksi buku fiksi yang sesuai minat dan latar belakang Anda. Jika Anda seorang sarjana hukum dan ingin menulis fiksi, mulailah mengoleksi karya Michael Crichton. Nama yang belakangan ini tadinya pengacara terkemuka di Amerika Serikat namun berhenti total karena ingin menjadi penulis fiksi. Karyanya antara lain, The Firm, The Jury, dan lainnya.
Nah, bayangkan kalau para pengacara kondang di negeri ini mau beralih profesi menjadi penulis fiksi. Tentu mafia peradilan bisa dikritisi lewat novel. Sarankan saja hal ini ke bapak tirinya Bams vokalis Band Samsons, Hotma Sitompul. Juga, adiknya, Ruhut Sitompul yang sudah menjadi bintang sinetron.
Kalau mau disimpukan –atau kalau Anda tak mau menyimpukan- ada beberapa kunci dalam menulis fiksi. Pertama, bangunlah karakter pelaku yang kuat. Karakter tersebut nantinya berpotensi konflik. Lalu, rancang alur certa yang jelas. Mulailah dengan yang sederhana. Yang penting seperti sungai saja, alur cerita mengalir dulu saja. Baru kemudian.com membangun karakter pelaku menuju konflik. Tentu saja, dari setiap perjalanan pelaku, jelaskan pula perubahan perasaan dan perilaku. Termasuk perubahan suasana. Barulah kemudian penulis berupaya menyajikan penyelesaian atas konflik antrapelaku itu.
Nah, Anda hendak menutupnya dengan klimaks ataupun antiklimaks, sepenuhnya urusan Anda. Mau penutup dibuat menendang atau tidak menendang-nendang juga tergantung Anda. Cuma perlu Anda tahu, kecuali Anda sedang hamil besar, perut Anda tak akan ditendang-tendang jabang bayi. Apalagi jika Anda lelaki. Meski perut bak hamil sembilan bulan, yang jelas Anda harus segera menemui Ade Rai. Mintalah pada dia nasehat mengecilkan perut. Katakan saja, dari semula seperti hamil sembilan bulan menjadi perut six packs. Anda tahu kan maksud six packs belly? Kalau tidak, tanya yuk ke Ade Rai.
Ayo silakan Anda berangkat lebih dulu dan nanti kalau ketemu tanyakan ya.
***
dewi_pujangga : Wie udah baca
dewi_pujangga : masih banyak yang salah tulis tuh
avian.dewanto : namanya juga nulis di kereta
dewi_pujangga : dibetulkan ya :d
avian.dewanto : iya
dewi_pujangga : jangan gak betul :d
avian.dewanto : iya
avian.dewanto : apa lagi pesannya?
avian.dewanto : ini ada satu risoles panjang dan dua pentol
dewi_pujangga : apa tuh pentol?
avian.dewanto : bakso malang
dewi_pujangga : mauuuuuuuuuuuuu
Sabtu besok Dewi berulang tahun. Avi sudah menyiapkan kejutan. Tiket pesawat udara sudah di tangan. Ia akan berangkat dari Juanda sekitar pukul 15.00. Tiba di Cengkareng sekitar pukul 16.45. Keluar bandara sekitar setengah jam, Avi akan segera meluncur ke rumah Dewi. Sekitar pukul 19.00, Avi sampai di rumah Dewi.
dewi_pujangga : Mas besok ke mana?
avian.dewanto : belum ada rencana
dewi_pujangga : lupa ya?
avian.dewanto : lupa apa ya?
dewi_pujangga : kan Wie ultah
avian.dewanto : oh, iya ya
avian.dewanto : Wie mau ke mana?
avian.dewanto : ada acara apa?
dewi_pujangga : gak ada
dewi_pujangga : Wie mau di rumah aja
dewi_pujangga : merenung
dewi_pujangga : tapi enaknya sih
dewi_pujangga : gak ding
avian.dewanto : enaknya apa Wie?
dewi_pujangga : enaknya sih Mas
dewi_pujangga : nemui Wie
avian.dewanto : gimana ya?
dewi_pujangga : iya deh. Wie paham kok Mas
dewi_pujangga : Mas kan baru ketemu istri dan anak-anak
avian.dewanto : makasih Wie
avian.dewanto : besok aja ya ucapan ultahnya
dewi_pujangga : ya Mas
avian.dewanto : aku sign out dulu ya
dewi_pujangga : ya Mas
Avi dan Dewi pun mengakhiri perbincangan lewat fasilitas Yahoo Messenger. Avi mematikan laptopnya. Ia harus segera menyiapkan keberangkatan ke Jakarta nanti sore. Kemarin dia terpaksa harus ke Malang. Karena salah satu kliennya memnta dia datang. Kalau tak ada permintaan klien, sebetulnya ia masih ingin berada di Jakarta. Bercengekarama bersama Dewi.
***
Ketika membuka pintu depan rumahnya, Dewi sungguh tak menyangka yang hadir di depannya Avi. Dewi mengusap-usap kedua belah matanya. Sekali lagi diusap matanya bak kemasukan debu. Mata Dewi pun tampak berlinang. Dewi menatap berulang kali seluruh tubuh Avi. Seakan masih tak percaya. Namun, Dewi terkesiap. Ia segera menggamit tangan Avi. “Mas,” ujar Dewi manja, “Mas berhak mendapat hadiah kecupan untuk ini.”
“Selamat ulang tahun, ya, Wie. Semoga apa pun yang diridhai Allah akan selalu menyertaimu. Termasuk diriku.”
Malang 30.05.08-10.00
/> Avie
Catatan:
Yahoo Messenger itu suatu fasilitas di internet yang disediakan oleh perusahaan penyelenggara jasa internet dari Amerika Serikat, denga alamat URL http://yahoo.com atau di Indonesia http://yahoo.co.id . Perusahaan ini menjadi yang terbesar di jagat internet dengan pengguna ratusan juta nama di dunia.
Pengguna fasilitas yahoo selain dapat melakukan pengiriman dan penerimaan surat elektronik, juga dapat melakukan perbincangan (chatting) baik secara tertulis maupun lisan. Bahkan yahoo menyediakan fasilitas tatap muka. Melalui kamera di masing-masing komputer, pengguna yahoo dapat bertatap muka dan menyapa satu dan lainnya. Selain itu, yahoo juga menydiakan fasilitas konferensi. Sehingga beberapa orang dapat melakukan percakapan sekaligus. Kesemua fasilitas itu gratis.
Belakngan melihat keberhasilan yahoo.com dalam meraih pengguna, menjadikan pemilik Microsoft, Bill Gates hendak membeli saham yahoo. Namun kabarnya inisiatif Microsoft gagal karena ketidakcocokan harga saham. Padahal Microsoft telah memiliki fasilitas serupa yahoo, yakni http://hotmail.com dan msn messenger. Namun karena kalah pamor, msn tak diminati banyak pengguna internet.
Fasilitas yang disediakan yahoo.com ini sangat membantu pengguna internet di seluruh dunia. Bukan hanya untuk kepentingan pribadi. Bisnis dan pendidikan pun banyak terbantu dengan fasilitas internet. Namun, karena menggunakan Yahoo Messenger juga bisa mengakibatkan ketagihan, sejumlah perusahaan membatasi penggunaan fasilitas semacam yahoo messenger –kerap disingkat YM- di kantor mereka. Karyawan tidak diijinkan melakukan YM. Karena itu, sejumlah perusahaan meniadakan fasilitas YM di jaringan komputer mereka.
Keberhasilan YM ini mendorong pula sejumlah perusahan pembangun situs sosial memberikan fasilitas semacam YM.Http://facebook.com, misalnya, memberikan fasilitas chat secara gratis. Kabranya sejumlah situs sosial lain akan mengikuti langkah facebook ini. Nah, apabila fasilitas tersebut diberikan gratis, dari manakah perusahaan penyelenggara mendapatkan penghasilan? Ya, iklan tentunya. Sebab, semakin banyak pengguna di situs mereka, tentu semakin banyak pula pengiklan.
Inilah kelebihan berbisnis di internet. Pengguna bisa mendapatkan pelayanan terbaik tanpa mengeluarkan uang. Sedangkan perusahaan tetap mendapatkan keuntungan dari pemasukan pengiklan. Bisnis masa depan memang ada di internet. Dan, dalah satu syarat agar Anda tak ketinggalan dalam bisnis masa depan ini, tentulah, kemampuan menulis. Tanpa kemampuan menulis memadai, lupakan saja, keterlibatan Anda di internet. Anda akan segera terlupakan di internet tanpa kemampuan menulis. Lebih jauh dapat dilihat di http://internetmarketers.multiply.com
Atau, jika Anda memang serius menjadi pebisnis di internet hubungi saja segera penulis cerita ini. Atau jika pun Anda tak berminat berbisnis di internet, sekadar menyapa dan berbincang-bincang segala hal tentu akan lebih dari cukup. Catat segera YM penulis ini ID: avian.dewanto
Walah... !!!
Btw, foto dewi pujangga di pic k.com ini memang kuuueren. Pantesan banyak yang jatuh hati padanya, termasuk dirimu wakakakak....
Dan selalu tulisanmu sangat informatif.
lagi2... asyik banget baca chattingnya... terus berkarya
Salam,
kali ini lebih tertarik ma chattingnya ...
ehem3x ^-^
hehehe, sejak kapan wie ketus gitu kalo chatt ya? astaga.....penggambaran tentang tempat kerja wie tepat tuh, kok bisa tau? pake telepati yah?
wah ada gosip baru neh di k.com. sambil mencari michi wakakaka....
Cerita yang bagus neh. Ada percakapan chattingnya segala lg
Avian-Dewi Ehmm.. Cocok!
*KABURRRRR