Everlasting Arms Episode 1: Epilog

49
points
"

maaf kalau ceritanya terkesan terburu-buru. Maklumilah keadaanku Senior. Mohon komentarnya.

"

Epilog

6 April 3506-07:00 AM, Moon Base Luna

Dian duduk memandang Planet Terra. Pikirannya menerawang ke pertempuran kemarin. Dia menghela nafas dengan sedih.

“Dia itu memang orang baik.”

Dian berbalik. Dilihatnya Aura dan Flux sedang berdiri tersenyum di belakangnya.

“Kamu membaca pikiranku?”

“Tanpa membaca pikiran pun bisa ditebak.” Aura ikut duduk.

“Ha…ha…ha… Tanpa terasa sudah setengah tahun kami berada dalam satu Skuadron. Entah apa jadinya tanpa dia.”

“Kamu ingin tahu apa hal terakhir yang dia pikirkan?”

“Heh…?”

“Dia bilang begitu dia kembali, dia ingin kencan denganmu.”

“Ha…ha…ha… itu benar-benar khas dia sekali.” Dian tertawa. Tanpa dia ingini, air matanya jatuh. Satu demi satu.

“Aura, di sini kamu rupanya.” Terdengar suara Adam dari belakang mereka. Buru-buru Dian menyeka air matanya.

“Ada apa Adam?”

“Ah, tidak ada apa-apa. Anehkah seorang suami mencari istrinya?”

Dari arah lain, Laksamana Adiguna muncul bersama seorang wanita cantik berseragam putih. Seragam dokter New Stars Union. Dia berjalan ke arah mereka dengan santai.

“Selamat pagi, Komandan.” Dian memberi hormat.

“Selamat pagi Laksamana.” Adam dan Aura memberi salam bersamaan.

“Pagi Kapten. Pagi Kolonel.” Jawab Laksamana Adiguna. Melihat sepertinya Dian dan Adam memperhatikan wanita di sampingnya, Laksamana Adiguna menambahkan. “Perkenalkan, dia istriku. Namanya Diana Leonheart.”

“Selamat pagi.” Wanita cantik itu memberi salam.

Lalu dari arah belakang Laksamana Adiguna datang tadi, Eko dan Jessie muncul. Dilihat sekilas mereka semua langsung sadar kalau Eko dan Jessie baru saja kencan.

“Selamat pagi.”

“Selamat pagi.”

“SEMUA KRU KAPAL INDUK AQUATIDS HARAP BERKUMPUL DI RUANG KOMANDO…” terdengar suara panggilan dari pengeras suara.

“Sepertinya kita akan mendapatkan misi baru.” Kata Eko dingin.

“Apakah kalian akan tetap bersama kami di Aquatids?” Tanya Laksamana Adiguna pada Adam dan Aura.

“Sepertinya begitu. Butuh waktu lama untuk mengejar Armada Ranger. Jadi kami ingin mengumpulkan RC dulu. Lagi pula, sepertinya Aura senang di sini”

“Komandan, lebih baik kita bergegas.”

“Benar juga. Ayo kita pergi!”

***

To Be Continued
Everlasting Arms Episode 2 --- Past, Present, Future

Your rating: None Average: 8.2 (6 votes)
dikirim addang13 18 minggu 4 hari yang lalu
Tag: