Sebuah cerita tentang Sinta dan Arjuna

Pagi hari,...pukul 09.00,

Di sebuah tempat dimana bau bunga semerbak mewangi, menebarkan sensasi yang sedikit memabukkan dan memuakkan....

"Sinta,...apa kau tidak mencintaiku lagi??"

"Maaf Rama....sedari dulu pun aku hanya menganggapmu sebagai seorang sahabat dan tidaklah lebih"

"Tapi...bukankah kita ditakdirkan untuk bersama...? Bahkan dunia pun mengakui kisah sedih dan dramatis kita."

"......"

"Knapa kamu diam Sinta?? Apa aku tak cukup pantas buatmu?"

"......" Sinta masih terdiam.

"Ak..akku...bukannya ingin mengubah takdir, aku juga bukannya mau mengubah cerita atau pun legenda tentang kita berdua. Tahukah kamu Rama,...aku telah berkorban banyak untuk ini?"

"Untuk apa? Dan untuk siapa??"

"Dirimu."

"Untukku?"

"Aku benci keegoisanmu, aku tak suka sikapmu yang suka mengaturku, kau tak pernah bersikap lembut padaku, tapi kamu baik ketika mendengarkan cerita-ceritaku, kamu bijak ketika membantuku mencari jalan keluar....tapi aku tak bisa bersamamu...."

"Aku melakukan itu karena aku mencintaimu Sinta." Rama menundukkan kepalanya,...mukanya memerah..menahan amarah.

"Maaf Rama...aku tau kita ini harusnya satu..tapi.....apakah kau percaya pada kesetiaanku menantimu??"

"Apa maksudmu??" Rama menengadahkan mukanya.

"Aku telah mencintaimu dari dulu....tapi...kau tak membuka harapan untuk itu. Dan kini setelah lama kita tidak bertemu,..kemudian kau datang padaku dan berkata bahwa kau mencintaiku...aku bingung rama...setelah hatiku tlah terkubur dan menjadi batu....kau dimana??? Kau pergi merantau ke tempat dimana tak seorang pun mengetahui keberadaanmu..aku lelah menanti tanpa kepastianmu...."

"Tapi hari ini aku kembali datang untukmu,Sinta." Rama berusaha meyakinkan.

"Tapi hatiku sudah bukan untukmu lagi...Rama."

"Lalu?? Adakah seseorang yang tengah kau cintai...?"

"........"

"Siapa dia Sinta??"

"......."

"SIAPA!!!! SIAPA YANG BERANI MEREBUTMU DARIKU??? SIAPA KATAKAN!!!" Rama mengguncang bahu Sinta dengan kencang, hingga Sinta ketakutan karenanya.

"Aku tak bisa mengatakannya Rama...aku tak bisa. Kalau aku ceritakan, justru ceritaku akan mengguncang seluruh alam. Cerita Ramayana hanya akan menjadi bualan, tak akan ada lagi tokoh Hanoman, Rahwana, bahkan dunia pewayangan akan menertawakan kita berdua. Aku tak bisa dan tak boleh Rama. Tolong pahamilah!"

"Lebih cinta mana kamu, antara aku dan dia?"

"Dia" Sinta menitikkan air matanya.

"Lalu dimana dia sekarang!!! Aku akan melihat siapa orang yang lebih baik daripada aku."

"Dia tak ada di sini lagi."

"Maksudmu?"

"Aku pun tak bisa memilikinya, Rama. Dia adalah seseorang yang tampan, yang baik, yang mencintaiku apa adanya, yang tidak mengekangku, yang membiarkanku hidup dengan impianku, yang mendengarkan semua anganku, ceritaku, kebahagiaanku, kesedihanku, yang mau berbagi tawa dan tangis denganku,yang benar-benar menghargai aku sebagai seorang wanita."

"Lalu knapa kau tak bisa bersamanya??? Karena dia membuangmu kah??!"

"TUTUP MULUTMU RAMA!!! DIA TAK SERENDAH ITU!!" Amarah Sinta memuncak seakan mendengar kata -kata paling hina sepanjang hidupnya.

"Aku tak bisa bersamanya karena aku tidak boleh bersamanya. "

"Pecundang."

"Rama....dia tidak sepecundang itu. Aku mungkin tidak bisa bersamanya saat ini, tapi aku akan menunggu dia di khayangan, di surga. Dimana tidak ada lagi seorang pun yang mampu memisahkan aku dan dia."

"Maksudmu??" Lagi-lagi Rama tak mengerti.

Belum terjawab kebingungan dan amarah Rama, Sinta meninggalkan Rama di tempat yang memabukkan sekaligus memuakkan itu sendiri. Dengan harga diri yang entah pergi ditiup angin lalu, Rama menjatuhkan diri. Merasa dikhianati. Rama memang tidak pernah mengungkapkan perasaannya selama ini...tapi selama ini Sinta-lah wanita yang dicintainya. selalu dan akan terus begitu. Kesalahan Rama adalah karena dia terlalu erat memenjarakan cintanya pada Sinta. Hingga Sinta akhirnya merasa sesak, muak dan pergi meninggalkannya.

"Aku terlalu sombong untuk mengatakan aku mencintainya..." Rama menitikkan air mata birunya...di sebuah tempat yang tak bertuan.

Malam hari,....pukul 11...

Di sebuah tempat dimana semak dan rerumputan menjadi saksi bisu, seorang wanita dengan api di sekelilingnya. Sinta mengorbankan dirinya pada dewa,...agar jiwanya damai menuju ke khayangan, sebuah tempat dimana dia akan menanti kekasih hatinya, dimana dia akan bisa bersama dengan pujaannya...tanpa seorang pun menertawakannya, tanpa sesuatu pun yang akan membencinya, tanpa ada banyak pertanyaan yang membuatnya ingin menangis. Dia memilih untuk pergi,..meninggalkan dunia yang tak menghargainya, dunia yang tak mempersatukan dia dengan ARJUNA. Yah...A-r-j-u-n-a

Seorang laki-laki yang mempunyai banyak istri. Seorang laki-laki, suami srikandi. Seorang laki-laki yang memberitahukannnya untuk apa dia dilahirkan dan untuk apa dia hidup. Seorang laki-laki yang menyembuhkan luka lamanya tapi kemudian menorehkannya dengan lebih dalam. Seorang laki-laki yang telah meninggalkannya dalam dimensi yang tak terjawab,dalam kebingungan. Namun, dialah yang Sinta cintai,...Arjuna.

Laki-laki yang memuja banyak wanita,laki-laki yang membuat hatinya terluka setelah diberinya banyak tawa.

"Aku pergi....selamanya..tak akan pernah kembali. Aku pergi mencari dunia yang akan menghargai aku, yang tidak pernah menertawakan perasaanku dan dunia yang memberiku tempat untuk hidup, dunia yang tidak pernah melukai harga diriku.Aku pergi arjuna....."

Dan kemudian api melahap tubuh Sinta dengan kejamnya. Menghanguskan tubuhnya,membuat dunia yang ditinggalkan menangis karenanya. Sinta memang mati,...tapi dia bagaikan mawar...yang meskipun tangkainya terkulai tak berdaya, tapi baunya tetap mewangi..... Wanginya abadi...semerbak berputar-putar ke udara bebas, terbang tinggi...memabukkan. Sinta memang tak selalu harus hidup bersama Rama....Sinta tak selalu harus hidup untuk mengabdi padanya, Sinta bisa mencintai dan dicintai siapa saja. Karena hidup adalah untuk hidup. Sinta pergi karena ada kehidupan yang lebih baik menantinya, dunia yang tidak akan pernah menyakitinya. Dan dunia dimana dia bisa terus bernapas, menghirup udara.

embun di pagi buta...

menebarkan bau basah

detik, demi detik kuhitung

inikah saat kupergi....

Oh,...Tuhan kucinta dia

berikanlah aku hidup

tak kan kusakiti dia

hukum aku bila terjadi....

aku tak mudah, untuk mencintai

aku tak mudah mengaku kucinta

aku tak mudah, mengatakan aku jatuh cinta....

senandungku hanya untuk cinta

tirakatku hanya untuk engkau

tiada dusta....

sumpah kucinta

sampai ku menutup mata..........

(acha_sampai menutup mata)

-tamat-

note : Terima kasih sahabat, kau memberikan inspirasi untuk membuat cerita ini. Meski pedih.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
60

@bunghatta kadang kecintaan berlebih kita akan sesuatu memang membuat kita membuta begitu rupa.. hehehe di mana ada aturannya kisah itu tak boleh dicampur2, justru disitulah letak ide unik dari penulis mencampur 2 dongengan yg kauanggap suci tak tersetuh itu.. :p
sayangnya memang sang penulis kurang mengulik rasa, hingga hanya henti dikeunikan mencampur kisah tapi tidak menjadikannya kisah yg istimewa.. sayang pencampurannya yg dieksekusi tak maksimal..

20

Jelek, sebagai pecinta pewayangan aku bisa mendefinisikan cerita ini termasuk tidak masuk akal..
karena Kisah Rama dan Arjuna adalah tidak dalam satu periode..(Latarnya beda) Sinta tak pernah ketemu Arjuna
artinya Kisah Ramayana adalah lebih dulu lahir daripada Baratayuda...

Gak Nyambung, aku cuma bisa kasih kamu Nilai 2 untuk modal nulis...

======================
Hahahaha
Oke dech maapin hatta juga, kalau salah persersi tentang karya kamu. Nilai tetap aja dech.. Tapi Nilai persahabatan aku kasih 10..Jadi Point untukmu 12...
Salam Kenal dari bunghatta_crb..
Puisi ini aku persembahkan untukmu:
http://www.kemudian.com/node/184320

Writer rhiex
rhiex at Sebuah cerita tentang Sinta dan Arjuna (6 years 20 weeks ago)
70

Keren juga bisa memutarbalikkan legenda yang selama ini kerap kita dengar.

Tetep semangat buat nulis cerpen lagi yaaaa!

Sempet2in buat ngomentarin cerpenku yang berjudul "Te Quiero" ya, trims!

Writer Rijon
Rijon at Sebuah cerita tentang Sinta dan Arjuna (6 years 20 weeks ago)
70

Menurutku, cerita ini full dialog tapi miskin deskripsi (maaf)!!

Tapi cerita seperti ini akan lebih baik kalau deskripsinya dipertebal (disisipkan diantara dialog-dialognya misalnya).

Kalau sempet komentari Enchanting Threads aku yak!!