Sebuah Kiasan Cinta
"CINTA MONYET
Hari yang berawan, awan-awan yang menawan, hewan-hewan berkeliaran di dalam hutan. Begitu juga dengan si Garut yang sedang asyik menggaruk-garuk badannya yang berbulu di atas pohon yang tinggi. Di balik semak belukar terlihat seekor partner spesiesnya sedang sedang berlari mengejar sesuatu. Penasaran melihat spesies itu, si Garut langsung turun dan menyusul partner satu spesiesnya yang sedang berlari, Garut pun berhasil memacu lari monyet betina itu dan menghadangnya hingga monyet betina itu pun terhenti. “hei jelek, mengapa kau menghalangi jalanku ?” si monyet betina bertanya garang.
“harusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kau berani-beraninya masuk ke wilayahku ini ?” Si Garut berkata dengan sombong
“ hah, jadi ini daerahmu. Pantas saja, hei kau tau temanmu mencuri jatah makan siangku”
“ teman ? aku rasa aku tak punya teman di sini”
“ tak pedulu dia temanmu, pacarmu, atau apa pun itu, yang jelas dia mencuri pisangku dan berlari ke sini”
“ oo, jadi cuma pisang ?”
“ ya, pisang”
“ berapa banyak sih yang kau butuhkan ?”
“ setidaknya cukup untuk makanku satu hari ini, memangnya kenapa kau bertanya segala jlek ?”
“ aku tau kebun pisang yang segar dan besar di hutan ini”
“ ah, kau jangan menipuku. Badanmu saja kurus begitu, bagaimana mungkin kau bisa mencukupi pisang untukku”
“baiklah, jadi kau tidak percaya ? aku akan buktikan dalam waktu yang singkat aku akan membawa pisang untukmu, tapi dengan satu syarat”
“ apa itu ????”
“ kamu mau bermain denganku dan menemaniku di hutan ini”
“ kalau kau sanggup membawakan pisang yang banyak untukku, aku rela melakukan itu”
si Garut pun berlari ke arah kebun pisang yang ada di pinggir hutan dan mengambil beberapa pisang dan kembali ke rumahnya sambil membayangkan sesuatu yang indah dalam benaknya. Si Monyet betina yang setia menunggu menyambutnya dengan gembira dan mengambil dan memakan semua pisang yang dibawa Garut dengan lahap.
“waw, kau kelihatan lapar sekali” Garut bertanya
namun, si betina tak menghiraukannya, merasa dicuekin si Garut mengambil pisang yang hampir tersuap ke mulut betina tersebut, dan berlari. Tak terima perlakuan si Garut, Betina itu pun mengejarnya. Dua monyet tersebut berkejaran dengan lincahnya. Merasa capek, si betina pun duduk di sebuah dahan, sedangkan si Garut masih memperhatikannya. Garut menghampiri si betina dan menyuapkan pisang yang dilarikan tadi ke mulut betina yang sudah ternganga. “hei, betina namamu siapa sih ?”
“ namaku Cimut, memangnya namamu siapa ?”
“ oh, namaku si Garut, tubuhmu seksi, kita jadi bermainkan ?”
“ aku harus pulang dan memberi makan anakku”
“ hah, kau tidak menepati janjimu, ayolah sebentar saja”
Cimut pun menyanggupinya, akhirnya mereka pun bermain bersama bersukaria dan panjat-panjatan selayaknya raja dan ratu yang berkejaran di atas dahan. Langit yang tadinya berawan mulai mengeluarkan hujan, suasana kejar-kejaranpun beralih menjadi suasana percintaan sepasang monyet yang begitu mesra di bawah pohon yang rindang.
Hujan pun terhenti, sepasang monyet itu masih bermain cinta di atas dahan dan tiba-tiba berhenti setelah mendengar sesuatu yang bergerak-gerak di pohon yang lain. Garut dan Cimut pun melihatnya, ternyata ada lagi sepasang spesies mereka yang juga sedang bermain cinta di atas dahan. Garut dan Cimut begitu terkejutnya melihat adegan itu.
“ sialan, aku suruh jaga anak-anak malah enak-enakkan main betina di sini” gerutu Cimut
“ oo, jadi dia itu pacarmu, kebetulan kalau begitu” tanggap Garut
“ kebetulan apanya ???”
“ itu kan si Boceng, sahabat karibku dulu, dan si betina itu bekas pacarku dulu yang telah lama meninggalkanku di hutan ini” terang Garut
“ sahabat karib ?? bekas pacar ??, itukan monyet betina jelek yang mencuri pisangku tadi, apa kau mengenalnya ?? ”
“ ya, ceritanya panjang. Dahulunya aku dan Boceng sahabat karib lalu setelah kedatangan si Betina yang bernama Lesi itu, persahabatan kami retak. Kami saling memperebutkan si betina itu dan aku yang menang, Boceng pun mundur dan pergi jauh meninggalkan kami. Rumah tanggaku dan si Lesi itu nyatanya tak sesuai yang kuharapkan dia malah pergi meninggalkanku sendiri di hutan ini”
“ jadi bagaimana sekarang ? apa kita diam saja di sini ?”
“ sudahlah, sebaiknya kau tinggalkan saja pacarmu itu, dan kita lanjutkan permainan cinta kita, bereskan ?”
“ok lah kalau begitu”
Mereka pun berlalu dan saling kejaran lagi dari dahan ke dahan seraya meneriakkan ungkapan dan rasa kegembiraan mereka. Kisah cinta monyet-monyet ini sering kita temukan juga pada kisah cinta Manusia, hanya saja media dan latarnya berbeda. Apakah perjalanan cinta anda juga demikian ?
~~ THE END ~~
Tag:










