Ibu guru nan cantik yang menyapa mereka tadi kini tersenyum tipis. Senyum yang telah meluluhkan hati banyak arjuna.
"Bu guru!" Ahmad yang berada di baris depan memanggil gurunya. "Ibu guru cantik sekali, seperti Myulan" Ahmad lalu menoleh ke sebelah sesudahnya.
Read more (907 words)
Mendengar itu ibu guru tersenyum kembali. "Myulan siapa sayang?" ibu guru bertanya pada Ahmad.
"Itu bu yang di sinetron itu loh. Bagus deh sinetronnya bu, ntar sore ibu tonton aja. Di RTCI" Ka'ka coba memberi petunjuk pada ibu guru sambil merapikan rambutnya.
“Woi! Dasaar! Banci sinetron loh” seru Iyan Kaesla. Iyan adalah seorang pemuda rantau yang ingin sekali mempunyai group band yang berpenampilan keren. Iyaa ingin menjadi vokalis band tersebut.
"Ngaco lo!" Geering yang duduk di baris belakang ikut sumbang suara."Maksudnya Myulan yang itu tuh bu" Geering menunjuk perempuan disebelah Ahmad. "Ahmad kan sama Myulan pacaran" Geering menambahkan.
"Loh, sejak kapan Sari mengganti namanya menjadi Myulan? Kok ibu tidak tahu?" ibu guru bertanya kepada Geering.
"Aduh ibu payah deh, gaul dong bu...please deh! Myulan itu namanya memang Myulansari, cuma di desa dia di panggil Sari. Nah, sejak jadian sama Ahmad nama panggilannya jadi Myulan. Geto loh bu..." Amran menjelaskan.
Sontak seisi kelas menjadi gaduh.
"Huuu.."
"Ahmad...Myulan.."
"Ahmad...Myulan.."
"Ahmad...Myulan.."
"Cie..!!!"
Ibu guru terheran. Sesaat memandang Ahmad, lalu Myulan, kemudian pada seorang perempuan di sudut sana, Maiya.
Ahmad bukannya merasa malu layaknya anak kecil yang sedang diejek - ejek oleh teman satu kelas justru sebaliknya terlihat bangga, seiring dada yang membusung dan dagunya yang terangkat. Myulan yang duduk disampingnya tersipu dan menunduk, merona.
"Anak anak" ibu guru berusaha menenangkan keadaan kelas.
Setelah tenang, dengan penasaran ibu guru bertanya pada seisi kelas, kecuali pada Ahmad dan Myulan tentunya.
"Tapi, bukannya Ahmad sama Maiya?" tanya bu guru sambil menunjuk ke arah seorang perempuan.
"Ya ibu,itu mah basi bu. Sekarang Ahmad sama Myulan. Sama Maiya udah selesai,cuma sebelas hari" seorang anak bernama Pahsa menimpali.
Anak anak kembali riuh.
Myulan semakin malu dan menunduk. Di bawah meja tangannya menggenggam tangan Ahmad.
Persix yang duduk di sebelah Maiya tampak berusaha menenangkan Maiya yang tertunduk menitikan air mata.
Di saat semua asyik meledek Ahmad dan Myulan, seorang anak laki laki diam diam melirik Maya. Anak itu ikut tertawa dan larut dalam keriuhan kelas namun hatinya terluka.
"O begitu.." ibu guru muda nan jelita tertegun sesaat.
"Baiklah anak anak sekarang kita mulai pelajaran pertama kita. Siapa yang inget pelajaran apa pagi ini?"
"Ber..nya..nyi! Itu sudah pasti guruku" Roma menjawab pertanyaan ibu guru.
"Bagus Roma" ibu guru memuji Roma.
"Maaf bu, BUNG Roma" Roma mengingatkan gurunya. "Saat saya besar nanti saya akan menjadi orang hebat. Akan menjadi raja".
Sebelum ibu guru meng-iya-kan, Ainul berkata dengan tajam "Raja opo? Raja kawin?! Gila koe! Sampai kapanpun ga akan aku terima cintamu!"
Bung Roma tersipu malu, wajahnya memerah, terlebih saat teman teman memandang ke arahnya. Pandangan yang bila terjemahkan ke dalam kata menjadi: "Ow my God, ternyata diem diem Roma punya rasa ke Ainul? Jadi selama ini Roma meledek dan menistakan Ainul hanya untuk mengalihkan perhatian seluruh kelas?"
"R..A..J..A kayaknya bagus nih untuk nama band gua" Iyan Kaesla melamun sendiri. Ia membayangkan bernyanyi di panggung dengan kaca mata hitam trendy.
"Baik BUNG ROMA, ibu akan ingat itu. Sekarang siapa dulu yang mau maju bernyanyi di depan kelas?" ibu guru kembali bertanya kepada murid muridnya.
"Saya…!!" meskipun belum mendapat persetujuan gurunya anak tersebut sudah melangkah ke depan.
"Baik. Amran silahkan" kata ibu guru.
"Amran terus ya yang pertama maju" Bamz berbisik kepada rekan disebelahnya.
"Hemm" Fadli hanya menjawab ringan, air mukanya datar dan seperti kurang tidur.
Ketika sudah berada di depan kelas Amran berkata kepada teman temannya. "Ok, sekarang saya minta semua berdiri" nampak sekali kemampuan Amran memancing gairah massa sudah demikian baiknya.
Diiringi minus one, Amran bernyanyi dengan penuh semangat. Berlari ke kiri dan ke kanan,putar kiri, putar kanan, berloncatan, menggelinjang, dan sebagainya. Tontonan yang sangat aktraktif.
Setelah Amran selesai bernyanyi ibu guru memberi masukkan bagi dia.
"Amran, kamu sudah bagus. Sebagai musisi skill dan pengetahuan kamu ok. Sebagai entertainer, kamu cukup cool. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah gigi kamu, gigi kamu itu terlalu terlihat saat kamu bernyanyi".
"Baik bu" Amran menjawab singkat.
Berturut turut kemudian Geering, Ka'ka, Aril, dan Jamil bernyanyi di depan kelas.
Tok tok tok!
Pintu kelas diketuk dengan keras dari luar.
"Ya silahkan" ibu guru mempersilahkan tamunya masuk.
Tanpa diduga tamu tersebut bersama beberapa orang di belakangnya berlari menghambur ke menuju depan kelas dimana Amran, Geering, dan lain lain bernyanyi tadi.
Salah seorang dari mereka memasukkan kaset ke dalam mini compo yang mereka bawa.
"Ready? 1,2..1,2,3,4"
Sebuah gerakan serentak dilakukan orang orang tersebut.
“Bilang saja bila kau mau
Bilang saja kalau mau hu…”
"Anyes, stop! Jamnya sudah habis. Sekarang kita bersiap untuk matematika, dari mana saja kamu?!" ibu guru sedikit tinggi suaranya karena suara musik Anyes dari minus one begitu kencang.
Musik yang masih menghentak itu segera terhenti begitu sebuah jari menyentuh sebuah tombol.
"Dari belakang bu, ganti kostum dan dandan" Anyes menjawab dengan merasa menyesal.
"Sekarang sudah jam matematika maka kamu kembali ke kursi kamu, dan suruh teman teman kamu keluar".
Anyes, gadis manis pujaan hati Geering memelas, dengan lesu ia hampiri para dancers-nya
"Guys, sori ya..perjanjian kita batal"
"Ga bisa gitu dong Nyes, kan lo bilang buat yang ini kita dibayar pay per call. Jadinya, jadi ga jadi show-nya kalau lo sudah telepon and deal berarti lo harus bayar. Titik!"
Keesokan hari, Anyes yang bersitegang dengan team dancer-nya, Ahmad yang melupakan Maiya dan mendekati Myulan, Bamz yang jealous pada Amran, dan Ainul yang risih pada Roma menghiasi program gossip tv sekolah yang sudah sangat terkenal yakni, Siluet.
=)) bwahahahah!!
keren...ikutin gosip terus yah?hehehe :D
hahahhaha,,amat sangat menghibur !!!!
auch
perut gw
@~@
=))
Rhoma Irama naksir inul toh??? ckckckckck....
ayo, Bang, kabar-kabari lagi dongz. seru seru huhuhu... =))
:)) yaelahhh :)
Hehehe..bisa aja loe, tapi aku ga bisa temukan satu titik yang bisa bikin ketawa ngakak.
huahahahaha...
ada2 saja...
Hehehe lucu juga ceritamu, parodi selebriti dengan nama-nama yang diplesetkan. Sip!!!
bagus, kreatif
Pelesetan namanya terlihat agak dipaksakan. Tapi, ya, memang mungkin itu satu-satunya cara supaya nama karakternya tetap memiliki hubungan darah dengan nama karakter asli yang dijadikan korban.
Mungkin, perlu pembenahan dalam penggunaan tanda baca dan huruf kapital.
Satu lagi. Ini setingnya di SD, SMP, atau SMA? Menurut analisisku (sok, ilmiah), gaya dialognya adalah siswa-siswi SD. Namun bobot ceritanya, semestinya jatuh ke SMA. Mungkin perlu dikhususkan lagi.
ngaco bang... riweh nih bacanya
Huehehe... Ini hasil rangkuman SILUET edisi berapa nih, meier? Kayaknya terlalu terburu-buru nih menulisnya ^^
bagus,... tapi agak membosankan.
coba buka www.satrawanjahat.blogspot.com
nah itu, liar banget, gak tanggung-tangung.