Meliuk sendu pena ini
melukiskan cinta yang terukir
di antara kita
antara hati yang suci tanpa noda
Lalu...
Ku tak tahu kapan cinta bersemi
dan kau pun tak tahu
kapan kan bercerai
cinta kita ini
Kini tiada asa diantara kita
tiada harap yang berlebih
hanya tingga secuil bayang
tuk mempertahankan cinta suci ini
Gejolak hati yng kuemban dalam dada
karna melihatmu mendua
tak menghalangi mendung dihati
hancur...
Luluh lantah karna mu...
pikirku kau tak sadar akan hal ini
tak sadar tlah menyayat hatiku
dengan sebilah cinta
yang tak lagi menyejukkan..
Lusinan luka menumpuk disini
ku tlah coba membesarkan dada
tak dapat lagi menampung luka
gores yang kau buat
karna ku juga manusia
Rating
Comments: 3
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
setuju... semakin lama memang terasa hambar
haa, saya suka bait-bait awal. entahlah, makin lama terasa datar..
puisi yang lugas, tak perlu sulit berpikir untuk memahami isinya.. saya suka =)
Gooo!!! comment