Ini, thriller kedua saya, atau tepatnya erotic-thriller (bukan horror-thriller). Terinspirasi dari film The Quiet. Sebenernya mau diposting di KHP sih, tapi takutnya lebih dari 5 part nanti, maaf ya bang VQ!! Hehehe, ini saya posting part 1 nya dulu, biar ide ceritanya gak hilang begitu saja. Silahkan dibaca, dinikmati dan mohon dikomentari juga!!
Bagus sekali. Dgn alur yg mengejutkan dan penceritaan yg deskriptif, membuat imajinasi otak langsung bekerja. Selain itu, salut dgn gaya penulisanmu. Mulus dan indah. Salam kenal,ya
crazy face bener ni cerita, keren abis,,,, hwa, jd kyk gni tulisanna bung Rijon, hampir tak ada celah... wah, harus memformat ulang dan mengupgrade nih. :''(
Lama tak liat, pointnya dah 8 ribu... ngerampok dr mana? Oh, tag nya erotis semua sih wkwkwkw...
Btw, gw liat gaya bahasa puitisnya dah ilang sama sekali - which is good to me. :) Ide cerita yang ini menarik, cuman ketika bales2an tulis di kertas aneh bacanya, mungkin krn orang nulis ga perlu dengan penekanan tanda seru terus2an di setiap jawaban ky gt.
Bedakan dengan chatting sih kl bisa, soalnya gw dulu pernah main pesan singkat ky gitu di kelas huahua... dan yang pasti ga butuh tanda seru sebanyak itu ^^.
Wiiih, keren banget. Bisu-tuli? great idea. Untuk seorang yang bisu tuli dan introvert, Ben banyak omong juga yah, hehe. Penasaran sama lanjutannya, baca lagi aah....
Eh, gila amat scorenya, ckckck.... 400-an untuk satu cerita, itu sama kayak score ku untuk 6 cerita bang. Huahaha.
BAGUS.MENARIK.KEREN..
Bahasa yg dignkan dan alur ceritanya membuat pembaca merasa ingin membaca sampai habs..dan menciptakan rasa penasaran yg amat sangat dengan bagaimana kelanjutan cerita Ben dan Sam.
q pemula..jd maap klo komment asal...
"keep writing"
MAAF BOS JANGAN TERSINGGUNG, sejauh ini yang ku tahu, ada perbedaan antara film dengan sastra. barangkali dalam film kita menangkap makna dari detil adegan, setting fisik maupun setting sosial. tapi dalam sastra tidak demikian, karenanya ada perbedaan antara erothic thriller (kalaulah ini dissebut sastra erothic thriller) dengan roman picisan.
(sastra bukan menggambarkan adegan kedalam tulisan, akan tetapi menerjemahkan adegan kedalam makna)
Cerita yang bagus, hebat malah.
Saya belum sempat melihat adanya unsur erotik disini, tapi kupikir sudah bagus (sangat).
The quiet ya, sudah lihat. Ceritanya hampir mirip, cuma beberapa unsur saja yang kamu ganti, mungkin itu yang buat ceritamu jadi sangat menarik (buatku pribadi)
oh, maaf saya bukan ahli kasih komment, kupikir itu cukup
Abis cerita2 ama Rijon ttg jenis2 genre thriller, trus baca cerita ini yang katanya erotic thriller. Jadi penasaran, apakah benar2 menegangkan, ataukah "menegangkan"? Sejauh ini ceritanya udah bikin penasaran, terutama dgn tokoh utama yang tunarungu.... semoga keunikan itu bisa dieksplorasi dan jadi kelebihan di cerita ini....
huaa Jon. selalu ada ide-ide brilian di cerita kamu. deskripsinya gilaa, memukau!
bagus banget yang ini, ditunggu lanjutannya. bingung mu komen apa lagi.. nyaris sempurna! =)
Cara bercerita yg enak Rijon...
Hingga daku sanggup menyelesaikan cerita panjangmu ini...
Intro cerita yg menarik...membuat ingin tau lanjutannya..
(nebak..kali kalo Sarah tau kepintaran Ben..dia akan jatuh cinta ya...hehehehe. Sori, just kidding ajah Jon)
hey! kemampuan marathonmu menulis membuatku terkagum-kagum...
aku sih pernah baca novel yg subjeknya orang normal yg memiliki ibu dan adik tunarungu -bisu dan tuli- seperti si Ben. Data yg disampaikan novel itu seperti pengalaman2ku dikeseharian, orang2 yang memiliki "kelebihan" seperti ben -terlebih lagi cerdas- cenderung manipulatif, lho :-)
eyh...satu lagi, orang yg terbisa membaca bibir tidak terpengaruh dengan kecepatan bicara seseorang. malah ia terganggu kalau orang lain berbicara sangat pelan seperti orang normal yg terganggu mendengarkan potongan2 kata orang lain karena sinyal hp yg tdk jelas *grin*
-----------------------------
aku menunggu sajian seperti apa yg dimaksud dgn erotic-thriller itu...
-----------------------------
cheers!
Maaf nie kalau kesannya mengomentari hal2 yang sebenarnya sangat kecil, tapi mudah2an bermanfaat >.<
1. rasanya tidak relevan ketika penulis hanya menceritakan hal2 negatif dr Ben, ada siswi yang nyeletuk imut.
2. Ben masih menunjukan wajah murung dan dingin pada Sam? Kapan yah disebutkan hal yg serupa dgn wajah murung dan dingin?
3. "Suasanapun mencair" sepertinya terlalu singkat untuk mendiskripsikan perubahan interaksi antara Ben dan Sam. "Dan detik2pun berlalu dengan keheningan" Saya rasa keheningan merupakan kata yg tidak cocok untuk situasinya krn namanya sekolah yah ramai..
4. "walaupun tidak terlalu tampak" bentrok dengan kata "sedikit" dan "seperti biasanya" itu kalimat keterangan yang 'jelek untuk cerita'
5. "tetap menghiraukannya" bukannya "tidak menghiraukannya"?
6. Bagian terakhir.. kanannya ditulsi "kananya".
Sekian saja komentar saya, tapi cerita ini sendiri sudah sangaaaat baik walau ketegangannya belum dimulai, ditunggu kelanjutannya.. =).
Hmm, ada sedikit komentar/opiniku nich, Ben itu tunarungu, memang sich biasanya tidak bisa bicara jelas (tunawicara), tetapi pada dialog siswa dikatakan bisu tuli (aku agak sedikit tahu karena ditempatku bekerja ada karyawan tuna rungu dan dia bisa bicara/mengeluarkan nada tetapi terbata-bata dan dibantu dengan bahasa isyarat).
Hehe kok aku jadi sewot ama teman-teman sekelas Ben ya? (tapi memang itulah penilai negatif orang awam thd orang tunarungu) salut dech buat Rijon mengangat thema ini.
So... bagian ini sangat menarik. Kunanti kelanjutannya.
keren dan top
tapi, saia masih kurang mudeng dengan pesan yg menurut saia irasional dari tulisan Saran di akhir bab ini.
mungkin ga yak?
tapi, ini kan masiy permulaan yak?
hehehe
masiy terlalu pagi mengomentari tulisan Rijon yang penuh misteri. HEhehe
ide cerita kamu dapat, jon. ^^
setting di sekolah, ckup menarik. dn kamu ngangkat sisi remaja ya? ehhehe,yg ini lbh kerasa remajanya dr yg sblmnya,, ^^
hmpir sm kaya mba noir,,
ada saran yah, di percakapan dg tulisan. bingung jg sp yg ngomong.dn dibold smw,,huwaa,,>.<
;)
but, ini bagus,,
deskripsi kamu, masih terasa.
what can I say, beberapa komentku dah diwakili oleh Mbak Yosi.
Wew, sekarang menulis drama thriller remaja ya? Tapi drama thriller memang comfort zone-mu, berbeda denganku yang tidak mempunyai comfort Zone.
Terus terang aku agak terganggu dengan dialog via tulisan yang di-bold itu. Membuatku sempat lost track siapa yg ngomong. Coba bikin dialog seperti biasa saja asal tulis keterangan bahwa dialog itu ditulis di atas kertas.
Atau di-bold seperti ini bisa asal diselingi oleh deskripsi gesture tokohnya, OK.
Mm, aku suka gaya Ben, apa yang akan terjadi nanti ya?
maaf, Jon. Dirimu sudah bagus untuk model begini. Jadi kurasa aku coba melihat pada tingkat yang lebih dalam.
Dari segi ide dan alur cerita, cerita ini memang menarik. Dari segi penulisanpun kamu sudah bagus. Apa tidak ingin mencoba tekhnik penulisan yang lebih tinggi lagi?
Tulisanmu terasa terlalu komikal. Dan bagiku, belum cukup untuk membuatku merasa terbawa ke dalamnya.
Oya, aku juga merasakan terlalu banyak deskripsi di sini. Mungkin itu hak penulis. Tapi buatku, over deskripsi justru terkadang membuat sebuah cerita berkesan datar dan standart.
Pembukaannya juga kurang menarik. Bagi orang yang sudah kenal siapa Rijon, mungkin akan terus membaca sampai selesai karena itu "karyamu". Tapi bagi orang yang sudah keseringan baca model cerita begini, atau cerita dengan gaya bahasa seperti ini, dialog dan adegan di bagian awal sudah cukup membuat dia membaca tulisan ini sekilas (atau bahkan tidak meneruskan untuk membaca).
Tenang, Jon, diriku pun tidak lebih beres darimu. Bahkan mungkin lebih parah. sekedar sharing komen yang pernah kudapat dulu.. :D
pantesan, pont-nya dah ga bisa dikalahin, kwalitas OK punya, aduh..chaghoeths minder nih,tetep ajari chaghoeths ya kawan...thanks jg comment-nya, benar2 membantu n bermanfaat, panggil aku agus aza kawan. sekali lag thanks
Bagus sekali. Dgn alur yg mengejutkan dan penceritaan yg deskriptif, membuat imajinasi otak langsung bekerja. Selain itu, salut dgn gaya penulisanmu. Mulus dan indah. Salam kenal,ya
crazy face bener ni cerita, keren abis,,,, hwa, jd kyk gni tulisanna bung Rijon, hampir tak ada celah... wah, harus memformat ulang dan mengupgrade nih. :''(
:D :O
:''( :''( mataku yang indah di kotori bacaan seperti ini...
jon!!!!!
tulisan pertamamu yang kubaca.......
bener keren banget,alurnya mengalir,deskriptif,ehm...yah ceritanya keren deh......jadi penasaran.......aku baca lanjutannya ya.......
*btw,jon kamu di semarang ga sekarang,kalo iya,besok kumpul2 ya(baca porum pengumuman ya)
salam ^_^
Tetap semangat ya sahabatku sebab kau telah memasuki
rumah kata itu, jangan tinggalkan ia sebelum kau mengenal semua
penghuninya!
Lama tak liat, pointnya dah 8 ribu... ngerampok dr mana? Oh, tag nya erotis semua sih wkwkwkw...
Btw, gw liat gaya bahasa puitisnya dah ilang sama sekali - which is good to me. :) Ide cerita yang ini menarik, cuman ketika bales2an tulis di kertas aneh bacanya, mungkin krn orang nulis ga perlu dengan penekanan tanda seru terus2an di setiap jawaban ky gt.
Bedakan dengan chatting sih kl bisa, soalnya gw dulu pernah main pesan singkat ky gitu di kelas huahua... dan yang pasti ga butuh tanda seru sebanyak itu ^^.
dahsyat !!!
aku mau baca lanjutannya !!
baca punyaku juga dong bang ???
komentarin juga yah !!
^__^
Wiiih, keren banget. Bisu-tuli? great idea. Untuk seorang yang bisu tuli dan introvert, Ben banyak omong juga yah, hehe. Penasaran sama lanjutannya, baca lagi aah....
Eh, gila amat scorenya, ckckck.... 400-an untuk satu cerita, itu sama kayak score ku untuk 6 cerita bang. Huahaha.
BAGUS.MENARIK.KEREN..
Bahasa yg dignkan dan alur ceritanya membuat pembaca merasa ingin membaca sampai habs..dan menciptakan rasa penasaran yg amat sangat dengan bagaimana kelanjutan cerita Ben dan Sam.
q pemula..jd maap klo komment asal...
"keep writing"
kereen! bikin penasaran, dengan gaya percakapan ditulis gaya tuna-rungu.. ntar kubaca lanjutannya..
MENARIK!!!!
sudah lama tidak membaca cerita yang sebagus ini disini.
MAAF BOS JANGAN TERSINGGUNG, sejauh ini yang ku tahu, ada perbedaan antara film dengan sastra. barangkali dalam film kita menangkap makna dari detil adegan, setting fisik maupun setting sosial. tapi dalam sastra tidak demikian, karenanya ada perbedaan antara erothic thriller (kalaulah ini dissebut sastra erothic thriller) dengan roman picisan.
(sastra bukan menggambarkan adegan kedalam tulisan, akan tetapi menerjemahkan adegan kedalam makna)
terima kasih atas balasannya...:)
Cerita yang bagus, hebat malah.
Saya belum sempat melihat adanya unsur erotik disini, tapi kupikir sudah bagus (sangat).
The quiet ya, sudah lihat. Ceritanya hampir mirip, cuma beberapa unsur saja yang kamu ganti, mungkin itu yang buat ceritamu jadi sangat menarik (buatku pribadi)
oh, maaf saya bukan ahli kasih komment, kupikir itu cukup
Terus menulis!!
aku baca lanjutannya
^o^
Abis cerita2 ama Rijon ttg jenis2 genre thriller, trus baca cerita ini yang katanya erotic thriller. Jadi penasaran, apakah benar2 menegangkan, ataukah "menegangkan"? Sejauh ini ceritanya udah bikin penasaran, terutama dgn tokoh utama yang tunarungu.... semoga keunikan itu bisa dieksplorasi dan jadi kelebihan di cerita ini....
Cerita yang menarik.
Tulisan yang rapi. Dialog yang mantap.
Hampir semua ceritamu bertema seperti ini. Bukan tema sih, tapi modelnya hampir serupa.
Sekali-kali coba kau pakai gaya yang berbeda. Tunjukkan kemampuanmu yang lain.
Aku tunggu ceritamu yang bergenre lainnya.
Salam kenal dari Sendja, sesorang yang sudah akrab dengan tulisan-tulisanmu.
hahahha... ceritanya menarik ...
di tunggu lanjutannya :)
waw, wew masih jauh level saya ternyata,hihihi, musti belajar lg saya.
bagus bgt!
TOP
menarik....
di tunggu kelanjutan na...
he he....
ampe terbawa cerita
eh... tahu2 udah bersambung...
no comment lah jon,,,
WOWWWWWWWWWWWW!!!!!!
yup
ditunggu deh lanjutannya
udah banyak bahas sama yg punya cerita
wekeke
bagus banget! Sepertinya udah pengalaman banget yah.. Ditunggu kelanjutannya :)
hehehe...
bacanya deg2an..
aq mnantikan lanjutannya..
kabarin ya kl udah..
hehe..
huaa Jon. selalu ada ide-ide brilian di cerita kamu. deskripsinya gilaa, memukau!
bagus banget yang ini, ditunggu lanjutannya. bingung mu komen apa lagi.. nyaris sempurna! =)
wew
Saya sangat menikmati karyamu ini Jon.
Cara bercerita yg enak Rijon...
Hingga daku sanggup menyelesaikan cerita panjangmu ini...
Intro cerita yg menarik...membuat ingin tau lanjutannya..
(nebak..kali kalo Sarah tau kepintaran Ben..dia akan jatuh cinta ya...hehehehe. Sori, just kidding ajah Jon)
Peace! ^_*
baru kali ini aku baca cerita sampai akhir, aku tunggu kelanjutannya, sangat menarik...
hey! kemampuan marathonmu menulis membuatku terkagum-kagum...
aku sih pernah baca novel yg subjeknya orang normal yg memiliki ibu dan adik tunarungu -bisu dan tuli- seperti si Ben. Data yg disampaikan novel itu seperti pengalaman2ku dikeseharian, orang2 yang memiliki "kelebihan" seperti ben -terlebih lagi cerdas- cenderung manipulatif, lho :-)
eyh...satu lagi, orang yg terbisa membaca bibir tidak terpengaruh dengan kecepatan bicara seseorang. malah ia terganggu kalau orang lain berbicara sangat pelan seperti orang normal yg terganggu mendengarkan potongan2 kata orang lain karena sinyal hp yg tdk jelas *grin*
-----------------------------
aku menunggu sajian seperti apa yg dimaksud dgn erotic-thriller itu...
-----------------------------
cheers!
Maaf nie kalau kesannya mengomentari hal2 yang sebenarnya sangat kecil, tapi mudah2an bermanfaat >.<
1. rasanya tidak relevan ketika penulis hanya menceritakan hal2 negatif dr Ben, ada siswi yang nyeletuk imut.
2. Ben masih menunjukan wajah murung dan dingin pada Sam? Kapan yah disebutkan hal yg serupa dgn wajah murung dan dingin?
3. "Suasanapun mencair" sepertinya terlalu singkat untuk mendiskripsikan perubahan interaksi antara Ben dan Sam. "Dan detik2pun berlalu dengan keheningan" Saya rasa keheningan merupakan kata yg tidak cocok untuk situasinya krn namanya sekolah yah ramai..
4. "walaupun tidak terlalu tampak" bentrok dengan kata "sedikit" dan "seperti biasanya" itu kalimat keterangan yang 'jelek untuk cerita'
5. "tetap menghiraukannya" bukannya "tidak menghiraukannya"?
6. Bagian terakhir.. kanannya ditulsi "kananya".
Sekian saja komentar saya, tapi cerita ini sendiri sudah sangaaaat baik walau ketegangannya belum dimulai, ditunggu kelanjutannya.. =).
Hehehe ada cerita baru nich.
Hmm, ada sedikit komentar/opiniku nich, Ben itu tunarungu, memang sich biasanya tidak bisa bicara jelas (tunawicara), tetapi pada dialog siswa dikatakan bisu tuli (aku agak sedikit tahu karena ditempatku bekerja ada karyawan tuna rungu dan dia bisa bicara/mengeluarkan nada tetapi terbata-bata dan dibantu dengan bahasa isyarat).
Hehe kok aku jadi sewot ama teman-teman sekelas Ben ya? (tapi memang itulah penilai negatif orang awam thd orang tunarungu) salut dech buat Rijon mengangat thema ini.
So... bagian ini sangat menarik. Kunanti kelanjutannya.
keren dan top
tapi, saia masih kurang mudeng dengan pesan yg menurut saia irasional dari tulisan Saran di akhir bab ini.
mungkin ga yak?
tapi, ini kan masiy permulaan yak?
hehehe
masiy terlalu pagi mengomentari tulisan Rijon yang penuh misteri. HEhehe
Awas kalo ga selese yak, Jon
Kaget Jon di bagian akhirnya... Jadi, Sarah itu pacarnya Ben?
*eh, bayar royalti hak atas nama tu.. pake2 nama saya.. hyahahhahaha..
^o^
kalau ada waktu mampir2 ke cerpen perdanaku : Logika Tak Suka Cinta yaahh..
makasih banyak sebelumnya Jon..
^_^
beda dari biasanya,, fresh deh jon
ga diragukan lg kemampuan kmu menulis cerita...
jd pnsaran ama lanjutannya
dtunggu yaaa
thankz dahh mampir ke tmpt q
`SALAM`
...
Kupikir Ben akan melakukan sesuatu pada Sarah nanti.
Haah. Walau semua idenya Bung Rijon bagus, kalau perkembangannya terlihat seperti ini, aku bisa jadi malas baca.
Tapi kita lihat aja nanti.
sangat setuju dengan komen mbak yosi.
ide cerita kamu dapat, jon. ^^
setting di sekolah, ckup menarik. dn kamu ngangkat sisi remaja ya? ehhehe,yg ini lbh kerasa remajanya dr yg sblmnya,, ^^
hmpir sm kaya mba noir,,
ada saran yah, di percakapan dg tulisan. bingung jg sp yg ngomong.dn dibold smw,,huwaa,,>.<
;)
but, ini bagus,,
deskripsi kamu, masih terasa.
what can I say, beberapa komentku dah diwakili oleh Mbak Yosi.
Wew, sekarang menulis drama thriller remaja ya? Tapi drama thriller memang comfort zone-mu, berbeda denganku yang tidak mempunyai comfort Zone.
Terus terang aku agak terganggu dengan dialog via tulisan yang di-bold itu. Membuatku sempat lost track siapa yg ngomong. Coba bikin dialog seperti biasa saja asal tulis keterangan bahwa dialog itu ditulis di atas kertas.
Atau di-bold seperti ini bisa asal diselingi oleh deskripsi gesture tokohnya, OK.
Mm, aku suka gaya Ben, apa yang akan terjadi nanti ya?
Iyak, tq mbak yos ^o^
Daku coba belajar penulisan yg lebih tinggi lagi, hehehehe!!!!!
maaf, Jon. Dirimu sudah bagus untuk model begini. Jadi kurasa aku coba melihat pada tingkat yang lebih dalam.
Dari segi ide dan alur cerita, cerita ini memang menarik. Dari segi penulisanpun kamu sudah bagus. Apa tidak ingin mencoba tekhnik penulisan yang lebih tinggi lagi?
Tulisanmu terasa terlalu komikal. Dan bagiku, belum cukup untuk membuatku merasa terbawa ke dalamnya.
Oya, aku juga merasakan terlalu banyak deskripsi di sini. Mungkin itu hak penulis. Tapi buatku, over deskripsi justru terkadang membuat sebuah cerita berkesan datar dan standart.
Pembukaannya juga kurang menarik. Bagi orang yang sudah kenal siapa Rijon, mungkin akan terus membaca sampai selesai karena itu "karyamu". Tapi bagi orang yang sudah keseringan baca model cerita begini, atau cerita dengan gaya bahasa seperti ini, dialog dan adegan di bagian awal sudah cukup membuat dia membaca tulisan ini sekilas (atau bahkan tidak meneruskan untuk membaca).
Tenang, Jon, diriku pun tidak lebih beres darimu. Bahkan mungkin lebih parah. sekedar sharing komen yang pernah kudapat dulu.. :D
Yak, clever point of view...........
cerita yg cerdas sekali.. mantap, keren... :) komennya buat aq, akan aq jadikan dasar agar aq bisa membuat karya lebih baik.. thx u.. :)
wow... suka banget!!! lanjutan na dunk bang rijon...=) ditunggu
wa gak bisa berkata apa2 hohohoho^^
kerend deh pastinya^^
namanya juga karya senior getho....^^
kapan2 kalau aku bikin cerita ajarin ya ilmu2nya ke aku para junior^^
Pemanasan yang bagus, tapi kok agak terlalu panjang ya episode perkenalan Ben?
Ditunggu lanjutannya.
Saran teknis:
1. Kalimat Mulai hari ini Dia duduk di kelas ini agak janggal. Bagaimana kalau Mulai hari ini Dia masuk kelas ini.
2. Dialog via tulisan ada yang dimiringkan saja, supaya terlihat mana dialog A dan mana dialog B
pantesan, pont-nya dah ga bisa dikalahin, kwalitas OK punya, aduh..chaghoeths minder nih,tetep ajari chaghoeths ya kawan...thanks jg comment-nya, benar2 membantu n bermanfaat, panggil aku agus aza kawan. sekali lag thanks
Ceritamu bagusss baget Rijon! Cepat buat lanjutannya ya!
Rijek kamu juga kena imbas si BECEK kan ? pantes kamu suka naik ojek waktu hujan turun dan tanah becek :D
Well, gurau aja^^
MANTEP ceritamu, keren bok, dialog dan deskripsimu rapi.
Itukah adegan "sex" yang kamu ceritakan sebelumnya. Keren bok!!!