tribute to Kiyohiko Azuma, thanks for the three years full of fun.
(For you who doesnt know him, i suggest you to check: http://en.wikipedia.org/wiki/Kiyohiko_Azuma, read some of his work and you may continue.)
"30 Desember 20xx
Pertengahan musim dingin. Kepingan-kepingan es berjatuhan dari angkasa, menyelimuti kota dengan putihnya salju. Langit sudah gelap tetapi kota masih di penuhi cahaya. Orang-orang berpakaian hangat, memenuhi jalanan dan pusat pertokoan.
Seorang gadis berambut kecoklatan berdiri dengan ekspresi kosong di depan salah satu gerai makanan. Sesekali ia membersihkan embun yang muncul pada kacamata yang dikenakannya. Sudah tiga puluh lima menit sejak ia tiba di sana.
"Yo!! Yoo!! Yooo!!"
Berlari kencang, menyeruak dari kerumunan pejalan kaki, seseorang dengan pakaian putih merah. Jenggotnya yang putih lebat, bergoyang saat ia berhenti di depan gadis yang mengenakan kacamata. Tersenyum lebar, orang itu menyapa sang gadis.
"MERRY CHRIZ... AUWWW"
Orang itu merintih sambil memegangi kepalanya. Gadis yang mengenakan kacamata meringis menahan sakit, memegangi kepalan tangannya yang baru saja ia gunakan untuk menjitak orang di hadapannya.
"Kau terlambat hampir empat puluh menit."
"Butuh waktu untuk mempersiapkan semua ini he he he"
Sementara orang berpakaian putih merah kembali tersenyum lebar, gadis yang mengenakan kacamata membetulkan letak kaca matanya sambil menghela napas.
"Bagaimana menurutmu?"
"Lepas jenggotmu..."
***
Di dalam kamar sebuah apartemen, seekor kucing yang tampak lebih mirip dengan anak harimau, duduk di pinggir jendela, menguap, memandangi salju yang turun perlahan.
Ia hampir saja terlelap ketika seseorang mengucapkan salam dari depan pintu kamar apartemen tersebut. Dengan sigap sang kucing melompat turun lalu berlari menghampiri pintu. Dan ketika pintu itu terbuka ia pun meloncat, mencoba masuk kedalam pelukan gadis yang baru saja masuk.
Namun sang gadis lebih sigap, dengan sebelah tangan ia menangkap sang kucing lalu menyeringai.
"Kena kau he he he"
"Miaw, miaw, miaw"
Sang kucing meronta-ronta, berusaha melepaskan diri dari cengkraman sang gadis.
"GRAOOO"
Gadis berkulit gelap itu mengaum.
"..."
"Ha ha ha, aku cuma bercanda ini untukmu"
Gadis itu melepaskan sang kucing dari cengkramannya lalu meletakkan sekaleng ikan di hadapan sang kucing.
"Hmm tuanmu belum datang ya? Untungnya aku punya duplikat kunci kamar ini."
"Miaw miaw miaw"
"Hoo kau mau menantangku ya? GRAOO!!!"
***
Sebuah mobil sedan meluncur tenang memasuki halaman sebuah rumah yang cukup megah. Di depan pintu utama, seorang pelayan wanita menyambut dengan gembira seorang gadis berambut pirang yang baru saja keluar dari dalam mobil tersebut.
"Selamat datang kembali nona, semoga perjalanan anda tadi menyenangkan."
"Uhm terima kasih... ah dimana anak itu?"
Gadis berambut pirang tadi memandang ke sekililng, mencari-cari kalau-kalau ia melewatkan sesuatu.
"Ia berada di kamar anda bersama Nona Ayumu."
"Ayumu?"
"Ya, Nona Kasuga Ayumu"
"(siapa itu?...)"
Sambil terus bertanya-tanya gadis berambut pirang tadi berjalan mengikuti sang pelayan.
Di depan kamar, sang pelayan berpamitan. Gadis berambut pirang tadi menarik napas panjang lalu membuka pintu kamarnya.
"Ah selamat datang, he he he kau sudah tambah tinggi sekarang."
"A~yu~mu..."
Mata gadis yang berambut pirang mulai berkaca-kaca. Di hadapannya, seorang gadis berambut hitam lurus, dengan seekor anjing putih besar di sampingnya, tersenyum manis.
Gadis yang berambut pirang tak dapat menahan tangisnya. Sambil tersisak ia berlari menghampiri sang teman yang telah membuka tangannya.
"Avancer, Tadakichi!"
"Eh?"
"Guk guk guk!!!"
Sang Anjing melompat menerkam gadis yang berambut pirang.
***
"Sepertinya ini lezat."
Baru saja gadis berkacamata memasukkan kue itu kedalam keranjang belanjaannya, sang teman--gadis yang mengenakan pakaian putih merah--mengambilnya, meletaknya kembali ke rak lalu menukarnya dengan kue yang lebih mahal.
"Ini lebih enak... Ah itu kan..."
Gadis yang berpakaian putih merah melambaikan tangannya ke salah satu wanita yang berdiri tak jauh dari tempat mereka berada. Wanita itu sama sekali tak menyadarinya, maka gadis yang berpakaian putih merah mengambil sekotak kue berukuran kecil lalu melemparnya ke arah wanita itu.
"APA YANG KAU LAKUKAN !!!"
"Ah dia kemari."
Gadis berpakaian putih merah sama sekali tak mempedulikan teriakan gadis yang mengenakan berkacamata.
"Aih aih sudah lama tak berjumpa bagaimana kabar kalian berdua?"
Wanita berperawakan kecil yang tadi menyapa mereka berdua sambil tersenyum. Bersembunyi di balik tubuhnya seorang gadis kecil berambut hitam panjang yang tampaknya cerdas, di gendongannya seorang bayi laki-laki berambut kecoklatan yang sangat manis.
"Ini..."
Gadis berkacamata mengelus lembut kepala sang bayi.
"Ini anak kedua kami..."
"(HAH!!!)"
"Bukankah dia mirip ayahnya?"
"(Tidak sama sekali...)"
***
"Aku pulang..."
Seorang gadis tinggi berambut hitam panjang berdiri di depan pintu kamar apartemen. Setelah melepas mantelnya ia pun berjalan masuk ke dalam kamarnya.
"Ah selamat datang."
Seluruh kamar berantakan. Di atas tempat tidur yang kacau balau, gadis berkulit gelap tampak sedang bermain dengan sang kucing.
"(Kamarku...)"
Beberapa saat kemudian mereka habiskan untuk merapikan kembali tempat itu.
"Aku lelah sekali, boleh kumakan ini?"
"Silakan."
Sementara gadis berambut panjang menyiapkan makanan untuk sang kucing. Gadis yang berkulit gelap membuka sekotak snack yang tadi dibawa gadis berambut panjang lalu mulai menghabiskan isinya.
"Ah..."
"Ada apa?"
Gadis berambut gelap menunjukkan gantungan kunci berbentuk kucing yang ia temukan di dalam snack yang tadi ia makan. Lalu sambil menyeringai ia membuka jendela dan (berpura-pura) melemparkan gantungan kucing itu keluar jendela.
"AAAAA!!!"
Tanpa berpikir panjang gadis yang berambut panjang berlari keluar apartemen di saat yang sama gadis berkulit gelap memandangi pintu yang terbuka dengan gantungan kunci kucing di tangannya.
***
"Apa ini?"
Sementara gadis yang berambut pirang membongkar bawaannya, perhatian gadis yang berambut hitam tertuju pada sebuah makanan yang di bungkus rapat dengan plastik.
"Oh itu Taco, makanan khas meksiko, tapi aku membelinya di bandara."
"Lezatkah?"
Gadis berambut hitam membuka bungkusan Taco tadi.
"Yups, hanya saja sangat..."
"Selamat Makan."
Dengan satu gigitan besar, gadis berambut hitam memasukkan potongan Taco ke dalam mulutnya.
"...pedas."
"..."
Sorot mata gadis berambut hitam seketika berubah kosong. Wajahnya memearah dan seakan-akan asap keluar dari kepalanya. Lalu tanpa bersuara ia pun roboh.
"AAA... Air! Air! Seseorang tolong kemari!"
Gadis berambut pirang dengan panik mengipasi gadis berambut hitam yang tak sadarkan diri.
***
31 Desember 20xx
"Kenapa saat seperti ini selalu macet?"
Di sepanjang jalan ratusan mobil tampak berderet, berjalan perlahan bahkan lebih lambat dari kerumunan orang di trotoar.
"Siapa yang memaksa naik mobil?"
"Buh buh, tapi kan diluar dingin."
Waktu terasa begitu lambat. Menjelang tengah malam jalanan bertambah ramai.
"Nya~mo, aku bosan."
"Hoi berhentilah memainkan kursi. Kita akan sampai sebentar lagi."
Setelah memarkir mobil. Mereka berdua turn lalu mulai menaiki tangga menuju kuil.
"Uhh rasanya akan sulit menemukan mereka..."
"Ah itu mereka."
Di antara kerumunan, seoarang gadis yang lebih tinggi dari orang-orang di sekitarnya berdiri dengan wajah merah padam.
Di sekeliling gadis itu lima orang gadis lain telah menanti mereka berdua. Masing-masing tampak begitu gembira dan ketika mereka berenam menyadari kehadiran dua wanita tadi, sebuah senyuman lebar tampak di tiap wajah.
"KAMI PULANG !!!"
dikirim 145 11 minggu 1 hari yang laluTag:









