Enemies!!! Chapter 2.1: The Frozen Time - A Conversation With Guide

Chapter 2.1: The Frozen Time – A Conversation With Guide

Petrae Cursa.

Aku ingat.

“Inilah dia. Petrified Valley, yang adalah salah satu keajaiban dunia yang sampai sekarang masih eksis.”

Aku melihat sekeliling. Semua materi tampaknya terhenti. Bahkan semilir anginpun tak ada. Tak ada pergerakan dari daun-daun, bunga-bunga. Aliran sungai terhenti. Air terjun terhenti. Semua tampak seperti kristal yang membatu selama bertahun-tahun, meskipun pada dasarnya merupakan materi yang sama.

Aku kembali bertanya pada pemandu yang dari tadi hanya mengagumi keindahan tempat ini.

“Bagaimana bila aku menyentuh air yang di sana itu?”

Pemandu yang memakai topi dan baju longgar berwarna kecoklatan itu menoleh kapadaku.

“Coba saja.” Katanya sambil tersenyum.

Aku segera berjalan perlahan ke tepi sungai yang merupakan terusan dari air terjun di atas.

“Sentuh saja,” kata pemandu itu lagi.

Kemudian aku berjongkok, mengulurkan tanganku ke aliran sungai yang berhenti itu. Aku mencobanya dengan jari telunjukku terlebih dahulu. Dengan cepat kulakukan. Saat jariku menyentuh kulit air dan menembusnya, aku merasakan sesuatu yang sangat berbeda. Air yang kusentuh tidak terasa seperti air pada umumnya. Air terasa lebih kental – sangat kental seperti agar-agar, namun aku tak memerlukan banyak tenaga untuk menembus kulitnya seperti menghancurkan agar-agar. Tetap lembut seperti air, hanya saja lebih kental.

“Ah…” Aku terkejut. Setelah jariku kuangkat dari air, terbentuk lubang pada air mengikuti bentuk jariku.

Apa yang terjadi?

Aku akan mencobanya sekali lagi dengan cara yang lain. Kusibakkan air itu dengan cepat. Setelah tanganku berhasil membentuk sebuah gelombang pada air, tiba-tiba gelombang tersebut terhenti lagi. Bekas gelombang yang kubuat menghasilkan semburan-semburan air tak karuan yang melayang – diam di udara.

“Indah, kan?” kata pemanduku sembari berjalan mendekatiku.

“Bagaimanakah ilmu pengetahuan menjelaskan hal ini?” tanyaku.

“Tentu kau tahu kalau lembah ini dikelilingi oleh tebing yang melingkar, bukan?” katanya. Akupun segera mendongak ke atas untuk memastikan perkataannya. Ternyata benar. Lembah ini dikelilingi oleh tebing yang sangat tinggi – tebing yang melingkar. Dan di tebing itu terdapat dua tonjolan batu yang mencuat ke tengah – membentuk sebuah jam, hanya saja jarumnya berasal dari pinggir, tidak dari tengah.

“Itu… Itu jamkah?” tanyaku terbata-bata.

“Ya, tapi bukan merupakan jam yang digerakkan oleh mesin atau semacamnya. Jam itu adalah pertanda untuk sebuah bencana.”

“Bencana?”

“Ya. Tiap satu jam sekali terdapat satu bencana besar. Tapi bukan satu jam yang kita rasakan. Bisa tiap satu bulan, satu tahun, maupun satu abad tergantung yang memutarnya.”

“Siapa yang dapat memutarnya?”

“Tentu saja – Tuhan. Atau yang diserahi tugas oleh Tuhan untuk memutar jam bumi tersebut.”

“Lalu apa hubungannya dengan keadaan yang membeku di sini?” tannyaku lagi.

“Waktu di sini berbeda dengan waktu yang kita rasakan. Satu hari di sini sama dengan jutaan – bahkan milyaran tahun yang kita rasakan. Hal ini dinamakan waktu Tuhan – khairos. Berbeda dengan waktu kita – khronos, apa yang kita rasakan sekarang. Makanya semua benda di sini berhenti karena kita berada dalam waktu kita, sedangkan mereka berada dalam waktu Tuhan.”

“Jadi kesimpulannya adalah benda-benda di sini diperlambat milyaran kali sehingga kita tak dapat mengamati gerakan mereka. Tapi kenapa kita tak terpengaruh waktu Tuhan meskipun kita sedang menginjakkan kaki kita di sini?”

“Itu karena kita akan menjadi gila bila berada dalam waktu Tuhan. Kita akan melihat berjuta-juta kejadian dalam sehari. Dan kita adalah manusia.”

“Bagaimana dengan orang yang diserahi Tuhan untuk memutar jam tersebut?”

“Lebih baik kita makan dahulu,” kata pemandu itu sambil membuka tasnya. “Sudah siang.”

“Baiklah. Sesi diskusi kedua akan dibuka kembali seusai makan.”

“Hahahaha…” Kami berdua tertawa bersama. Kemudian kami menikmati makan siang yang kami bawa masing-masing.

“Apa yang kau bawa hari ini?” tanya pemandu yang duduk di sampingku sejak tadi sambil menikmati makanannya sendiri.

“Kalau kau?” tanyaku kembali.

“Ah, ini hanya makanan khas daerahku. Roti bakar mentega dengan salmon dan saus anggur. Ditambah dengan keju merah.” Katanya sambil menelan gigitan pertamanya.

“Oh… Kalau aku membawa paha rusa bakar. Sebenarnya ada versi kuahnya, namun karena sulit membawanya jadi membawa yang ini. Dimakan dengan roti bundar dan mentega putih.”

Kami berdua menyantap makanan kami sambil memandangi awan yang bergerak di atas langit. Setelah selesai, kami berdua meneguk air putih yang kami bawa lalu beristirahat. Kami berbaring di atas hamparan rumput hijau yang berkilat oleh sinar matahari yang menyusup di sana-sini, menembus partikel udara yang melayang menyelimuti permukaan bumi.

“Menurutmu, apa yang dirasakan oleh makhluk hidup yang tinggal di sini, ya?” tanyaku iseng.

“Entahlah. Mereka sudah hidup selama jutaan tahun bagi kita, dan mereka sudah melihat terlalu banyak hal. Mungkin mereka gila, stres, atau malahan sudah terbiasa.” Jawabnya.

Aku mulai memejamkan mataku dan berpikir. Apa yang mereka rasakan? Enakkah? Tak enakkah? Entahlah. Aku mulai mengantuk. Ketenangan di lembah ini benar-benar membuatku terlelap.

***

“Reid!!! Bangun!!” kata pemandu sambil menepuk-nepuk pundak kananku.

"Aku... bertemu Tuhan..."

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
90

wooow! impresif dan imajinatif. hmmm waktu yang diperlambat beribu-ribu tahun. imajinasinya bagus tapi nanti masukkan juga unsur drama para tokohnya ya

80

Dari segi style, saya lebih suka bagian ini daripada bagian pertama, kesannya lebih terstruktur.

Hanya saja.. yah meskipun samar-samar saya bisa menduga bahwa bagian ini lagi-lagi kilas balik si tokoh utama, hal ini tetap saja membingungkan.

Yang paling menarik disini, jujur saja ialah konsep yang anda usung, juga cara pendeskripsiannya. Untuk style secara umum, hmm belum ada ciri khas yang dapat kutangkap.

entahlah... kali ini mungkin komenku JUNK

comment yg membangun ya!!! thx^^