Mataku enggan membuka, terlalu sukar untuk menjamah cahaya. Derak sendiku tak mampu mengantarkan tulang meronta lebih jauh, hanya sekilas, sampai akhirnya diam.
Aku terbungkus.
Ketika darahku berdenyar, perutku mengaduh lapar, tanpa mengharap, asupan itu datang kerap. Saat rasaku gundah, bisikan itu mengalun penuh desah, membuat poriku menghangat, mengangkatku dalam semangat.
Bisikan cinta seorang wanita.
Walaupun aku tak pernah merasakan peluh, namun Tuhan masih menghembuskan nyawa penuh, untukku. Derap di dadaku pun masih berirama, menghentakkan detak tegas adanya jiwa.
Aku benar-benar hidup.
“Sudah sembilan bulan, Anakku, Mama sangat menanti kehadiranmu.”
Hatiku kembali dibelai, bisikan itu menghampiri lagi.
Dunia telah menungguku.
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
Bagus naela, kata-kata yang indah
kasih ibu memang sepanjang masa, sembilan bulan loh kita dalam kandungannya. puisimu sangat mengena
Seperti biasa, cerita-cerita yg nae buat pasti alurnya mengalir.....aja gitu. Jadi nggak tersendat ngebacanya. Sip dahh..
Tapi buatku bagian "..asupan itu datang kerap." tetap terasa janggal nae.
^_^
wah, sdh keren bgt nih!
coba ada novel seperti ini...puitis sekali...ada ga sih? om ga pernah baca soalna...
( atau ini yang disebut "liris" ?? )
tapi ini keren menurutku
itu aja.
Cerita liris yg dewasa banget kan ini..haiyyo..? hehehe
Sip ae wes...! ^_*
nasib janin yhang dibuang gmn?mungkin akan lain dengan paparan nae ini.
wah seperti itukah rasanya dalam kandungan??? *membayangkan*
Pandai kau dalam meramu kata-katanya nail.
Ze sangat suka sekali.
nae pinter bgd c nyusun kata"na.. sip sip.. xp
And welcome to the world....
hehehe
Maka cintailah ibumu, karena sejak 40 hari rohmu ditiup dalam janin ibumu, sejak itulah kita sebagai seorang anak telah mendapatkan segala-galanya dari ibu, makan lewat tali ari-ari dan kasih sayang lewat degup jantungnya.
Weleh-weleh aku kok malah ceramah di ceritamu ya. Ceritamu bagus, perlu banyak latihan saja untuk memperkaya imajinasi.
tak kasih nilai sepuluh dech................
bagus bener nih, naela emang berbakat
ide dan daya hayal yang "cek cek cek..."
sebuah cerita ditulis dengan cermat dan diperhatikan sekali kepuitisannya. glek! kapan daku bisa nulis begini....
bagus... bahasanya indah, tapi mudah dimengerti...
keren nae!
permainan kata yang menarik, thats all
walah, prematur dong nae? bukannya 9 bulan 10 hari ya? he he he...
btw, thanks ya untuk komentarmu, aku memang baru mencoba menuliskan 100 kata.. ^^ hanya jadi selingan.. bukan untuk yang seterusnya.
selamat datang di dunia yang fana ini.
^^
emang bener kata shinici nae,
masih kecil dah ebadh!!
duh, bagus bangedh!! sumpah!
saia pengen bikin yg begonoan,,
kagak bisa-bisa!
minta tipsnya dong...
ahh, Nae. kata-katanya ajaib, makin hebat ajaa Nae.
haiyoo tantangan bentar lg, SEMANGAT =)
bagus tuh...
tetap berkreasi yah
bagus...
bisa juga tuh judulnya diganti bangkit dari kubur. ^_^ bercanda
hmm pemilihan tema yg unik sebenarnya, sayangnya kau eksekusi dengan tak sama unik, rangkaian kata runtut dan kadang berbau puisi jadi sekedar bungkus untuk deskripsimu saja..
setuju sm yang lain deh.. cuma biasanya dicerita seratus kata, selalu ada kejutan, ada hentakan yang terkadang kita jadi bengong, alur cerita yg gak terduga2, tapi aku blm dapet disini..
salam ya anak manis...
wah bayi ajaib ne..
dalam perut aja dah bisa ngrasain
bisa bikin cerita lagi