"Aku melihatnya lagi!" Seru Amin pada teman di depannya. Wajah tampan libih kusam sekarang. Ledakan nada tadi hanya mampu menghapus sebagian pucat wajahnya.
"Vertikal hitam itu?"
"Ya! Kali ini lebih jelas. Aku tak tahu pasti, tapi sepertinya yang kulihat perlu ditafsirkan! Kali ini memang benar!"
"Apanya yang benar?"
"Mimpi itu sudah terulang tiga kali! Bukankah mimpi Ibrahim menyembelih anaknya berulang tiga kali?!"
"Ck! Menyamakan diri dengan Ibrahim?" Teman Amin seperti acuh. Tapi tak ingin pergi.
"Tidak. tapi..."
"Vertikal hitam itu apa?"
"Aku tak mengerti. Tapi mungkin kamu lebih tahu."
Rating
29
points
Views: 1 read
Comments: 0
Rating:
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
krn akhirnya masih blm terjawab tanya.
ga ngerti saia
hiks...
kok aku g ngerti ya....
aku nggak ngerti... coba kamu detil lagi.. soalnya gaya dialog kamu berkarakter.