Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
..
“Eh, coba lihat..”, katanya kepadaku.
Aku membuka mataku pelan. Sinar matahari seketika menusuk korneaku. Kukerjap-kerjap mata mengumpulkan sedikit cairan untuk membasahi kedua bola mataku yang pedih. Aku memejam sebentar, lalu kubuka lagi mataku. Sambil memicingkan mata, aku berusaha untuk menangkap citraan yang terpampang di depanku.
^^
iya, sempet bingung dg namanya,, hehehe. mungkin krn identik dg makna aslinya?
ah, tapi cerita kamu ini bagus banget bens. bahasanya itu lho, salut sekali saya! pun mengalun lancar dr awal sampai akhir..
benz bleh kan sarane dikit. ide crita dah sip, tp penggalan n diksi sptnya mesti sempurkan ya. ending jg masih ngambang... krn pasti ada lagi yg lain setelah surya kan ??? he he to emang sengaja dibuat begitu ?!!
Metafora dalam nama lumayan unik. Namun hati-hati dalam membawa irama cerita. Sepertinya cerita ini berirama drastis. Mulai dari biasa, sedih langsung hepi, sedih, klimaks, eh hepi lagi.
Komentar selanjutnya tentang teknis, japri aja ya ^^
Hi Benz, aku banyak mendengar kisahmu dari seseorang yang dekat denganmu.
Aku coba tengok tulisanmu.
Well, deskpripsimu udah bagus. Menarik untuk dibaca. Namun sangat disayangkan dengan dialogmu yang kurang bagus, dengan adanya bahasa-bahasa non-baku yang memang membuat dialog terasa hidup namun mengurangi keindahan dari segi cerita yang telah di bentuk oleh pendeskripsianmu.
Kata orang,
Bagi mereka
Kau bagaikan matahari yang menerangi hari
Kau seperti pelangi yang memberi warna
Kau seolah angin yang menenangkan ... lanjut baca
Kupunya hati,
tak kurasa pernah ada yang memiliki,,
Kupunya langkah,
tak kudengar pernah ada yang mengikuti,,
Kuikuti pikiran,
tak kuli ... lanjut baca
Satu demi satu tumbang
Mati..
di bawah tekanan kewajiban institusi
"..menghabis nyawa anak orang dengan tangan kosong,
tanpa lawan..
betapa ... lanjut baca
Tidak pernah menjadi mudah
...meredam petir menumpah ruah
Harapku kau tak pernah lelah
menarik awan...
..memikul beban
Sanjunganku pada ... lanjut baca
Betapa mentari pagi indah tersentum menatap
Bila ku bangkit tinggalkan jejak menapak keluar sangkar
Hawa udara yang begitu bersahabat
Menyusu ... lanjut baca
Pena biru ku terus bergerak
Kurang indah meskipun,
Ujungnya tak henti menggores kertas ini
Sesekali jalan, berkelok-kelok, kemudian terhenti
... lanjut baca
..
Bintik pasir menggerayang, separuh desir
~liar-liar tersiar, pun memutus di ujung bibir
Bisik angin tak sampai di ujung kelu
~pun meliu ... lanjut baca
-----------Sepasang Mata Serigala
Lelaki itu akhirnya pergi juga menemui seorang dokter. Pagi-pagi sekali ketika jam praktek baru buka. Dia memutus ... lanjut baca
Izinkan aku membuka mulutku!
Bukankah itu yang kau mau aku lakukan, di malam itu?
Tapi aku diam saja. Tidak bisa mengatakan apa-apa. Begitu bany ... lanjut baca
Aku terbaring tercenung di tempat tidurku yang sudah tua. Meregangkan otot-ototku yang lelah setelah bekerja keras seharian sebagai kuli panggul di pa ... lanjut baca
Bukan tidak sengaja sepasang mata saya menemukanmu ketika suara merdu itu diperdengarkan. Kamu berdiri di barisan paling depan, dan kita berjara ... lanjut baca
Setiap orang punya kekuatan perasaan dalam permainan cinta. Dalam hal ini, cowok biasanya selalu menang daripada cewek. mereka menganggap permainan ad ... lanjut baca
17. ANA BUKA MULUT
Semua terkejut melihat Ana, kecuali Tika. Ia hanya tersenyum puas sambil bertolak pinggang.
”ANA?!” teriak Kak Nia ta ... lanjut baca
........
I’ll be there as soon as I can
But I’m busy mending broken
Pieces of the life I had before
Before you
...
Tepuk tangan terdengar. S ... lanjut baca
”Selamat siang pak,maaf saya terlambat....sudah lama menunggu ya”,Sambil mengedipkan sebelah mata pada Nina.Mengisyaratkan agar dia yang memulai p ... lanjut baca
Wah benz, saya kurang bisa mengomentari soal cerita, tapi saya menikmati karyamu ini walaupun endingnya sedikit menurun.
Sempurna. Maaf aku gak kasih comment.
wah mau komnetar apa ya...? secara ini cerita bagus banget, hanya saja gw rada ga nangkep ama matahari, langit, senja dan surya!
nama perankah...?
waduh benz... top dah~
^^

iya, sempet bingung dg namanya,, hehehe. mungkin krn identik dg makna aslinya?
ah, tapi cerita kamu ini bagus banget bens. bahasanya itu lho, salut sekali saya! pun mengalun lancar dr awal sampai akhir..
makasih sangat cerpennya,,nama2 tokohnya aku suka sangat ^^
bang,,lope2 deh ^^
bagus bngt niii ceritanya,,,, palagi puisinya,,,,
^keReN^
benz...inspirasina dari mana ? nyata kah ?heheheh =)
salut biat benz deh.. 2 jempol ku buat kamu =)
tak bisa komentar...kamulah jagonya benz...(koment org yg mau meeting,buru2...)
ntar tak edit dech komentnya...........
hanya kurang suka nama tokohnya (udah pasaran)
selain itu bagus banget
benz bleh kan sarane dikit. ide crita dah sip, tp penggalan n diksi sptnya mesti sempurkan ya. ending jg masih ngambang... krn pasti ada lagi yg lain setelah surya kan ??? he he to emang sengaja dibuat begitu ?!!
Metafora dalam nama lumayan unik. Namun hati-hati dalam membawa irama cerita. Sepertinya cerita ini berirama drastis. Mulai dari biasa, sedih langsung hepi, sedih, klimaks, eh hepi lagi.
Komentar selanjutnya tentang teknis, japri aja ya ^^
kk aku ga suka cerita tapi yang ini buat aku jadi orang sensi...
saat baca romansanya terasa seperti masuk ikut di dalamnya....
keren pak.... untaian kata yang kau jalin. aku hanya agak janggal bagian berkenalan dengan surya... semudah itukah?
entahlah Ben, ngga bisa komen panjang lebar, saya lagi pengen menikmati ceritanya aja.. hehee!
bagus siih, cuma nama-nama tokohnya entah kenapa saya kurang suka! selebihnya OK!
Hi Benz, aku banyak mendengar kisahmu dari seseorang yang dekat denganmu.
Aku coba tengok tulisanmu.
Well, deskpripsimu udah bagus. Menarik untuk dibaca. Namun sangat disayangkan dengan dialogmu yang kurang bagus, dengan adanya bahasa-bahasa non-baku yang memang membuat dialog terasa hidup namun mengurangi keindahan dari segi cerita yang telah di bentuk oleh pendeskripsianmu.
Salam _Sendja_