Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
Suara pintu dibanting membangunkan Nadia dari tidurnya. Ia terlonjak kaget, menatap nyalang ke dinding putih di seberang tempat tidurnya, lalu setelah mendengar suara cekikikan—laki-laki dan perempuan—ia jadi lebih rileks. Ia memejamkan matanya kembali, berusaha meredam detak jantungnya yang berpacu karena mendadak bangun tadi.
meier,
thank you so much.. kalo ingin baca tentang Nadia, mohon maaf belum bisa sekarang. Masih ditulis, hehehe..
Mirip tulisan Miss Worm? Duh.. jadi tersanjung
Mata Kalahari,
Terima kasih sudah membaca. Tentang originalitas ide memang sulit diperoleh, tapi untuk cerita yang satu ini aq punya--let's say--witnesses untuk originalitasnya, yaitu mereka yang tahu proses pembuatannya dan yang tahu siapa Nadia (btw dia tokoh di novelku berikutnya). Silakan dicek link di atas. Aq harus berterima kasih kepada banyak pihak untuk pembuatan cerita ini, jadi creditsnya kuposting di sana.
pengkhayal,
Ah, makasih udah mampir.
Mas Bamby,
Merci beaucop, je suis content de voir ici.
*gradakan nyari kamus prancis buat ngecek....
... masih gak ketemu...
... duh-ada di mana sih?!...
... muncul dengan wajah malu2, "Mas Bam, nyari kamusnya dulu, ntar kalo kalimatnya salah kubenerin deh!"--nyengir*
Super X,
Makasih udah baca coretan gak jelasku. Mudah2an nggak dapet efek samping mual dan muntah setelahnya, hehehe..
Villam,
Got it.
Andrea,
Again, aq dapet masukan bagus darimu. Sebetulnya, lebih tepat kalo dibilang ini cerpen-bung, cerita pendek bersambung. Nanti akan ketahuan kenapa begitu banyak detil yg berperan cuma seuprit tapi kok bisa2nya ikutan mejeng di sini. Tentang para tokoh one-show-wonder (alias muncul sekali abis itu kita wonder dia ke mana), sangat kuperlukan untuk mendapatkan 'rasa Paris' untuk cerita ini, karena tanpa mereka yg ada hanya latar belakang tempat, Nadia, bocah dan elang, plus Arya. Aq butuh 'sentuhan manusia' supaya cerita ini terasa hidup.
Soal 'orang kamboja' dst.. begini, Jeane melihat daftar untuk mencari nama Nadia--yg bukan nama Perancis, plus melihat tampang dan cara bicara Nadia masih belum lancar, kupikir wajar kalo Jeane bertanya Nadia orang mana.
Selebihnya kesalahan karena aq baru belajar French. Jadi pembuatan kalimatnya masih ngawur, hehe.. Thanks a lot ya!
Mocca_chi.
Wah.. nggak mudeng ya? mm.. brarti aq masih belum bagus bikinnya nih. Sebetulnya makna dari kalimat2 perancis itu udah ku'terjemah'kan dalam bentuk deskripsi di tiap bagiannya, tapi kyknya aq masih lemah di situ. next time harus lebih baik nih. thanks masukannya ya!
Kurara,
Udah berasa paris-nya? alhamdulillah *grin*
Tapi masih gak mudeng french-nya? okeh.. next time deh, bikin yang lebih bisa dimengerti.
Alfare,
satu lagi yg gak mudeng *hikkss.. maafkan aq teman2! bener2 penulis yg gak ngerti perasaan pembaca nih T_T*
Soal pertanyaan2 berikutnya, boleh kutunda sampai cerita selanjutnya gak? Soalnya kalo kubeberin di sini ntar jadi spoiler *grin*
Temenan? wah, terima kasih!
feri milano,
Makasih banget udah mau baca
Aq cuma sempet baca bbrp karya Agatha Christie, sayangnya koleksiku udah pada ngilang T_T.
Setuju ama meier. Ini material buku. Pas liat _behind the scene_-nya, taunya cerpen.
Apa pasal? Detil di bagian awal sampai di sekitar par.43 kok kemana-mana, ya? Bukannya tidak berarti. Tapi dari awal gue ngarepin, Mirelle, Nicole, Alissja bakal nyuplai _Chekov's gun_ di buntut. Sayangnya mereka cuma jadi referensi flesbek. _What a waste for a short story._ Secarah, inti cerita bukannya dari "L'aigle ... ." ampe "Voila! Le modèle ... ." disusul _denouement_ pas Nadia ketemu Arya?
Bai-de-wei, Paris segitu penuhnya sama orang-orang Kamboja sampe--_based on mere look_--tanya jawab: [Q: "Êtes-vous française?" A: "Non."] masih terlihat natural?
[Pardonnez moi! My French is worse than my Sundanese.]
Buset, aku kaget karena entah gimana bisa memahami bahasa perancisnya. Ini benar-benar bagus, Mbak. Cuma ada beberapa hal yang agak mengganjal.
Selain yang Andrea sudah sebutkan di bawah (yg sebenarnya menurutku g terlalu penting karena tokoh2 sampingan selalu bisa muncul lagi), pertama adalah tentang Arya. Dia tidak tinggal di Perancis kan? Apa dia punya SIM di situ? Itu rasanya suatu hal yang agak kurang logis.
Di samping itu, adalah tentang Porsche itu. Katanya baru beli sehari, tapi lalu dikasihin lagi. Itu bukannya ngerepotin banget anak2 yatimnya? Mbak, mobil bekas meski baru beli SEHARI sudah dianggap mengalami depresiasi sehingga nilainya enggak seperti saat baru beli! Apalagi yang mahal, kayak Porsche. Beda harga antara beli dan jualnya dalam rupiah udah gila2an!
Lalu yang namanya ngasih mobil itu g cukup ngasih kunci. Soalnya kan ada prosedur hukum, surat kepemilikan, dsb.
Tapi selebihnya, ini betulan bagus kok. Kita berteman, ya!
aku ga peduli ma bhs prancisnya, karena dah dian terjemahkan, dan understandable. suka bgt ma deskripsi novelnya yang sederhana tapi cukup ngegambarin (dah baca traveler's tale kolaborasi n. yunita dan 3 temannya? di situ tertulis buanyak nama tempat dan negara abroad, dan terasa krunchy- means asyik bgt, dan deskripsi dian mirip walo seputar prancisparis)
aduh, jadi berasa tulisanku kayak tulisan anak kecil *hiks*
semangat!!!!! hehe
Dian-Villam : duet maut untuk cerita fantasi. Super duper keren banget ini. Deskripsi yang mantap, plot yang asyik, cerita mengalir, apalagi ya.... Four thumbs dah! Apalagi istilah Perancisnya, huee... bikin pengen belajar bahasa Perancis.
T-O-P B-G-T !!
Gak nyangka, keliatannya berlatar belakang modern, tapi kok ya ada "blank spot" nya segala, kayak "black hole sun" ajah.
Udah siap2 dapet cerita fantasi khas dian sejak ada burung elang, eh ternyata kok cuma gitu aja fungsi burung elangnya. Aku kok lebih suka kalo burung elangnya cuma bisa dilihat Nadia ajah. Lebih greget gitu fantasinya, eh tapi ini bukan cerita fantasi yah. Gak sabar nih baca versi vill nya ... hiehehe
Anak itu terduduk di teras sebuah toko. Etalase toko itu malam ini sangat meriah, seakan-akan memanggil perhatian setiap orang yang lewat di situ. Tap ... lanjut baca
Debu-debu cahaya bertebaran di Gizmoa. Tak banyak dan hanya terlihat sesaat, tapi ada. Pemilik debu itu, seorang peri mungil, berlarian ke semua penj ... lanjut baca
Entah sejak kapan namanya tiba-tiba saja menghuni hatiku. Aku sama sekali tak pernah punya rencana untuk itu.
Bayangkan saja, hampir lima tahun ka ... lanjut baca
Jangan pernah tanyakan namaku, karena aku tidak tahu. Aku hanya tahu apa tugasku, yang diberitahukan semenjak aku tercipta. Setiap hari aku menjelajah ... lanjut baca
"Halo?" Aku memindahkan tas dari tangan kanan ke bahuku, agar posisi ponsel di telingaku lebih enak.
"Hai, kamu di mana? Aku udah di Tugu Kujang ni ... lanjut baca
To Bramastyo Adjie
Bram! How are you doin’ there, Buddy?
Katanya skarang di Jerman ya? Ato Belanda? Ah, kabarnya ga jelas nih. Maklum, denger da ... lanjut baca
Peristiwa di kantin itu menghasilkan tiga efek berbeda bagi tiga orang yang kebetulan ada di situ pada hari itu. Yang pertama, Wien, nasibnya paling b ... lanjut baca
2
Bimo benar-benar menelepon Wien dua hari setelah kejadian itu. Tujuannya untuk memastikan rencana nonton mereka. Cuma beberapa menit, tapi cukup ... lanjut baca
Kau lihat bulan itu, Sayang? Sinarnya takkan pernah bisa menghidupkan seperti yang dilakukan sinar matahari pada tumbuhan. Tapi sinar bulan mengenyahk ... lanjut baca
Bab 11. Ujian Masuk Penuh Tantangan (1)
‘Bangun! Semuanya bangun dan berbaris di lapangan sekarang!’
Suara ribut itu membangunkan Joe dari ... lanjut baca
Masih dalam senyap, nyanyian shubuh berkumandang tanpa keluh. sedangkan jibril sedang bertamu membawa titipan sebuah "keselamatan". ia kukuhkan pada ... lanjut baca
"Juliiiiii...!!"
Juli yang lagi asyik nonton infoteiment langsung beranjak dari duduknya dan pergi keluar.
Juli membuka pintu pagar rumahnya karen ... lanjut baca
Kisah Cinta dari Masjid Kampus
Oleh : Ayat Al Akrash (0719)
*Hudzaifah.org* - *Tahun 2040*
Seorang kakek-kakek duduk di sebuah sekret rohis ... lanjut baca
Klik! Bunyi jepretan kamera membangunkan Saga dari tidurnya yang amat terjaga. Ia membuka mata perlahan, dan menemukan lensa kamera SLR digital y ... lanjut baca
Nadia meletakkan pakaiannya yang terakhir di lemari. Ia menghela nafas, menutup pintu lemari, lalu berputar memandangi kamarnya yang telah rapi. Dari ... lanjut baca
01.INT.FAJRI ROOM.SHUBUH
Fajri tertidur pulas di atas ranjangnya. Buku-buku pelajaran masih tergeletak terbuka di atas meja belajar Fajri di sampi ... lanjut baca
14. KEJADIAN TAK TERDUGA
“Hhh… Setiap ada Ryu di dapur, pasti selalu saja ada peralatan yang pecah!” keluh Zea. Iapun masuk ke dapur, dengan ... lanjut baca
Pagi ini di awal liburan sekolah. Aku melihat Ujang bersemangat sekali bangun. Biasanya anak Mak Oma ini harus dibangunkan oleh ibunya. Hampir setia ... lanjut baca
Ga sabar untuk bilang: INI KEREN! dilanjutin ya! Ini harus jadi buku.
Kekurangannya : saat membaca ini gua merasa sedang membaca tulisan Worm.
bagus, ini milik kamu ? kok kayaknya aku pernah baca.....hmmm dimana yak ?. tapi bagus kok dan klo milik kamu ..keep writing yak...heheehe
All.. behind the scene cerita ini ada di
http://clickdian.multiply.com/journal/item/17/Behind_The_Scene_Bonjour_M...
meier,
thank you so much.. kalo ingin baca tentang Nadia, mohon maaf belum bisa sekarang. Masih ditulis, hehehe..
Mirip tulisan Miss Worm? Duh.. jadi tersanjung
Mata Kalahari,
Terima kasih sudah membaca. Tentang originalitas ide memang sulit diperoleh, tapi untuk cerita yang satu ini aq punya--let's say--witnesses untuk originalitasnya, yaitu mereka yang tahu proses pembuatannya dan yang tahu siapa Nadia (btw dia tokoh di novelku berikutnya). Silakan dicek link di atas. Aq harus berterima kasih kepada banyak pihak untuk pembuatan cerita ini, jadi creditsnya kuposting di sana.
pengkhayal,
Ah, makasih udah mampir.
Mas Bamby,
Merci beaucop, je suis content de voir ici.
*gradakan nyari kamus prancis buat ngecek....
... masih gak ketemu...
... duh-ada di mana sih?!...
... muncul dengan wajah malu2, "Mas Bam, nyari kamusnya dulu, ntar kalo kalimatnya salah kubenerin deh!"--nyengir*
Super X,
Makasih udah baca coretan gak jelasku. Mudah2an nggak dapet efek samping mual dan muntah setelahnya, hehehe..
Villam,
Got it.
Andrea,
Again, aq dapet masukan bagus darimu. Sebetulnya, lebih tepat kalo dibilang ini cerpen-bung, cerita pendek bersambung. Nanti akan ketahuan kenapa begitu banyak detil yg berperan cuma seuprit tapi kok bisa2nya ikutan mejeng di sini. Tentang para tokoh one-show-wonder (alias muncul sekali abis itu kita wonder dia ke mana), sangat kuperlukan untuk mendapatkan 'rasa Paris' untuk cerita ini, karena tanpa mereka yg ada hanya latar belakang tempat, Nadia, bocah dan elang, plus Arya. Aq butuh 'sentuhan manusia' supaya cerita ini terasa hidup.
Soal 'orang kamboja' dst.. begini, Jeane melihat daftar untuk mencari nama Nadia--yg bukan nama Perancis, plus melihat tampang dan cara bicara Nadia masih belum lancar, kupikir wajar kalo Jeane bertanya Nadia orang mana.
Selebihnya kesalahan karena aq baru belajar French. Jadi pembuatan kalimatnya masih ngawur, hehe.. Thanks a lot ya!
Mocca_chi.
Wah.. nggak mudeng ya? mm.. brarti aq masih belum bagus bikinnya nih. Sebetulnya makna dari kalimat2 perancis itu udah ku'terjemah'kan dalam bentuk deskripsi di tiap bagiannya, tapi kyknya aq masih lemah di situ. next time harus lebih baik nih. thanks masukannya ya!
Kurara,
Udah berasa paris-nya? alhamdulillah *grin*
Tapi masih gak mudeng french-nya? okeh.. next time deh, bikin yang lebih bisa dimengerti.
Alfare,
satu lagi yg gak mudeng *hikkss.. maafkan aq teman2! bener2 penulis yg gak ngerti perasaan pembaca nih T_T*
Soal pertanyaan2 berikutnya, boleh kutunda sampai cerita selanjutnya gak? Soalnya kalo kubeberin di sini ntar jadi spoiler *grin*
Temenan? wah, terima kasih!
feri milano,
Makasih banget udah mau baca
Aq cuma sempet baca bbrp karya Agatha Christie, sayangnya koleksiku udah pada ngilang T_T.
bagus
Bonjour Dian...
J'aime beacoup vous histoire
(Kalo di Indonesiakan: Saya sangat suka ceritamu)
Bagaimana pun juga... Ahh... No comment this time. Makin maju dirimu, Dian... jauh.
POV berikutnya senin aja yak.
Setuju ama meier. Ini material buku. Pas liat _behind the scene_-nya, taunya cerpen.
Apa pasal? Detil di bagian awal sampai di sekitar par.43 kok kemana-mana, ya? Bukannya tidak berarti. Tapi dari awal gue ngarepin, Mirelle, Nicole, Alissja bakal nyuplai _Chekov's gun_ di buntut. Sayangnya mereka cuma jadi referensi flesbek. _What a waste for a short story._ Secarah, inti cerita bukannya dari "L'aigle ... ." ampe "Voila! Le modèle ... ." disusul _denouement_ pas Nadia ketemu Arya?
Bai-de-wei, Paris segitu penuhnya sama orang-orang Kamboja sampe--_based on mere look_--tanya jawab: [Q: "Êtes-vous française?" A: "Non."] masih terlihat natural?
[Pardonnez moi! My French is worse than my Sundanese.]
bahasa prancisnya ga mudneg... wkwwkk..
keren dian
bagus dian, berasa di paris banget wkwkwk, tapi sama kek arik, aku ga mudeng basa perancis nya....T.T
Buset, aku kaget karena entah gimana bisa memahami bahasa perancisnya. Ini benar-benar bagus, Mbak. Cuma ada beberapa hal yang agak mengganjal.
Selain yang Andrea sudah sebutkan di bawah (yg sebenarnya menurutku g terlalu penting karena tokoh2 sampingan selalu bisa muncul lagi), pertama adalah tentang Arya. Dia tidak tinggal di Perancis kan? Apa dia punya SIM di situ? Itu rasanya suatu hal yang agak kurang logis.
Di samping itu, adalah tentang Porsche itu. Katanya baru beli sehari, tapi lalu dikasihin lagi. Itu bukannya ngerepotin banget anak2 yatimnya? Mbak, mobil bekas meski baru beli SEHARI sudah dianggap mengalami depresiasi sehingga nilainya enggak seperti saat baru beli! Apalagi yang mahal, kayak Porsche. Beda harga antara beli dan jualnya dalam rupiah udah gila2an!
Lalu yang namanya ngasih mobil itu g cukup ngasih kunci. Soalnya kan ada prosedur hukum, surat kepemilikan, dsb.
Tapi selebihnya, ini betulan bagus kok. Kita berteman, ya!
judulnya mengingatkan aku kepada sapaan khas hercule poirot, tokoh detektif kesukaanku. btw nice story. salut
aku ga peduli ma bhs prancisnya, karena dah dian terjemahkan, dan understandable. suka bgt ma deskripsi novelnya yang sederhana tapi cukup ngegambarin (dah baca traveler's tale kolaborasi n. yunita dan 3 temannya? di situ tertulis buanyak nama tempat dan negara abroad, dan terasa krunchy- means asyik bgt, dan deskripsi dian mirip walo seputar prancisparis)
aduh, jadi berasa tulisanku kayak tulisan anak kecil *hiks*
semangat!!!!! hehe
waduhhhh.......... ampuuun dah.
saya gak bosen baca cerita sepanjang ini. bahkan seneng bangettttt
Dian-Villam : duet maut untuk cerita fantasi. Super duper keren banget ini. Deskripsi yang mantap, plot yang asyik, cerita mengalir, apalagi ya.... Four thumbs dah! Apalagi istilah Perancisnya, huee... bikin pengen belajar bahasa Perancis.
T-O-P B-G-T !!
wich ... kapan dibukukan nech
hebat eui, penuh tikungan !
Gak nyangka, keliatannya berlatar belakang modern, tapi kok ya ada "blank spot" nya segala, kayak "black hole sun" ajah.
Udah siap2 dapet cerita fantasi khas dian sejak ada burung elang, eh ternyata kok cuma gitu aja fungsi burung elangnya. Aku kok lebih suka kalo burung elangnya cuma bisa dilihat Nadia ajah. Lebih greget gitu fantasinya, eh tapi ini bukan cerita fantasi yah. Gak sabar nih baca versi vill nya ... hiehehe