Hari ini aku makan gulai kambing.
Emak memasaknya enak sekali.
Daging kambingnya Emak dapat dari mesjid.
Siang tadi ada pembagian daging kurban.
Aku jadi ingat si Entoy,
Kambingku yang ikut bagian jadi kurban.
Semalaman dia mengembik seolah menyahut takbir yang digemakan.
Paginya dia dipotong, dan aku menjerit kehilangan.
Sekarang aku sedang makan gulai kambing.
Rasanya gurih dan lezat.
Tetangga-tetanggaku juga pasti sedang menikmati daging kurban tahun ini.
Bi Eutik dan Ceu Ojoh pasti kegirangan bisa memakan daging meski hanya setahun sekali.
Aku jadi ingat si Entoy,
Kambingku yang ikut bagian jadi kurban.
Sehari sebelumnya aku memandikan dia sampai wangi.
Itu pertama kalinya dia kumandikan memakai sabun di kali.
Sekarang aku sudah selesai memakan gulai kambing.
Perutku membesar karena kenyang.
Hari ini pasti banyak anak-anak seumuran yang juga kekenyangan.
Aku jalan-jalan keluar dan kulihat wajah-wajah sumringah.
Memang kurban membawa berkah.
Aku jadi ingat si Entoy,
Kambingku yang ikut bagian jadi kurban.
Setiap hari selama bertahun-tahun aku selalu main bersamanya.
Mengganggunya ketika dia sedang makan rumput hijau di kebun.
Memecutnya dengan keras hanya untuk mendengar embikannya.
Menaikinya meskipun sadar bahwa tubuh gembrotku membuatnya kesulitan berdiri.
Seharian ini aku ingat si Entoy.
Tadi pagi dia dipotong.
Merelakan hidupnya pada ketentuan Tuhan.
Membuktikan ketaatannya dalam nyawa yang sakit diregang.
Menjadi hamba sebenar-benarnya dalam setiap nafas yang perlahan hilang.
Hari ini aku menitikkan air mata untuk Entoy,
Bukan karena sedih kehilangan dia,
Tapi karena haru dan bahagia,
Kata Emak sekarang dia sudah menjadi hamba-Nya yang sebenar-benarnya.
Aku juga menitikkan air mata, sambil bertanya-tanya,
Apakah aku pun sudah menjadi hamba-Nya yang sebenar-benarnya?
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
makna dalam tulisan ini bagus skli...
Hmm... saya berpikir apa tulisan ini lebih condong ke puisi atau cerpen ya? Ah sudahlah, dua2nya sama saja. Tapi saat melihat tag puisi, saya mengharapkan permainan kata yang lebih intens, sehingga tidak terlalu murni bercerita (kecuali kalau memang begitu konsep awalnya, ok2 saja).
BTW, isi ceritanya menarik dan jenaka, walau ada makna penting tersimpan di dalamnya. Dan kamu nggak perlu ingin dikurban untuk jadi lebih mulia dari kambing... (sambil membayangkan semangkuk 'gulai Niken' saat Idul Adha. Hehe...)
hmm...enak juga tuk dinikmati ! cerita yg penuh makna
=) bacana jadi lapar hahahahah =)
Iya nih seru. Asik jalan ceritanya. Kamu berani sama kambing?
walopun ini puisi terlihat aneh.. tapi saya menikmatinya.. bahkan bibir saya tersenyum!
Sederhana, namun justru cinta tulus terlihat dari kesederhanaan..
cara masukin foto(kambing)nya (hehehe) begini,
kenary harus register dulu di situs www.webshot.com
trus nanti upload foto yang kamu mau, selesai diupload nanti ada di samping kanan embedlink, nah copy link yang paling atas trus paste deh di puisi ato cerpen yang mau dibuat. Ntar gambarnya muncul waktu udah di submit.
Klo susah membayangkan, klik aja gambar yang ada di puisiku, nanti jadi kelihatan kok pagenya, ada gambar kambing juga tuh, hehehe..
hehe..nggak lapar sih. cuma kayaknya aku pengen kenalan ama si Entoy. TAPI NGGAK MUNGKIN YA?
bagus juga
jadi laper ma haru
laper denger gulai kambing
haru mendengar kisah si entoy T_T
antara puisi dan cerita...
tapiiii........
gimana yaaa????
kasih ga yaa???
hmmm...
kasih ga yaa???
kasih daaaaaaaaahhh
hehheheee....
teringat cacing22 d perut ku membaca postingan mu.. d karenakan saya LAPAR
hahahahhahahah
TERUS BERKARYA
sdikit panjang y..., kayak cerita. tp isinya mantab, temanya aku suka.
menatap sesuatu dari sudut pandang berbeda....
"syiip"