sepertinya cerita yang menarik, sky. tapi terus terang aku agak kurang nyaman dengan gaya bahasa setengah puitisnya, yang... mengurangi kelugasan cerita. jadi terasa agak bertele-tele. tapi, ya... ini pilihan berceritamu.
tapi sama kayak villam, gw rada kagok baca gaya bahasa setengah berpuisi-nya. mending pake gaya bahasa biasa aja deh. novel fantasi gw sendiri lebih parah gaya bahasanya dari ini (puitis banged), dan sekarang gw lg mabok ngerevisi pake gaya bahasa biasa.
untuk setting ceritanya, gw suka banged, lumayan orisinil. yo lanjut dulu deh gw baca next chapter.
Sang PALADIN (2 of 5)
Paladin itu duduk disisi kudanya. Dengan tangan meraba-raba hawa api unggun, ia tampak agak kedinginan.
Begitulah adanya g ... lanjut baca
The Chivalry (1 of 6)
Pria berzirah itu menerawang ke dalam mata sang gadis, membelai rambut indahnya yang tergerai pada selembar mewah gaun keemas ... lanjut baca
[UNTITLED]
Unknown date
Hari ini aku berantakan
Hatiku berceceran di jalan nista
Terhujam tombak keji
Beratasnamakan cinta
Ku terkapar di ta ... lanjut baca
Suasana kamar masih gelap saat aku membuka mata. Rupanya hari masih malam. Tanganku bergerak – gerak meraba sekelilingku, mencari di mana aku meleta ... lanjut baca
Jika hadir engkau, Rembulan
Nyanyikanlah tembang cinta
Penuhi dadaku dengan bunga romansa
Aku kasmaran
Restoran fast food sepi pengunjung. Seora ... lanjut baca
"Cepat ke sini! Dengar atau tidak?!"
Tidak pilihan lain, Hamka pun menghampiri Ayah.
"Anak tidak tahu diri! Siapa yang menyuruhmu les matem ... lanjut baca
masih terpapar jelas dalam ingatku
saat aku banting pintu didepanmu
dan kulempar jambangan lewati waktuku
tak terperi emosi menghujam mataku
dan k ... lanjut baca
Genap sudah dua purnama Tian tidak berhubungan dengan Juwita. Sejak mereka putus, tak pernah lagi berhembus kabar dari gadis bernama lengkap Juwita Ra ... lanjut baca
Biasanya aku sering kemari ketika sore hari menjelang. Ditempat ini biasanya bulir-bulir kenangan senantiasa muncul kembali. Kenangan indah sekaligus ... lanjut baca
BAB 7
Hari itu cuaca sedang buruk. Awan-awan yang biasanya berwarna putih kini terlihat gelap dan tak urung juga rintik-rintik air membasahi bumi, m ... lanjut baca
"happy birthday, happy birthday, happy birthday to you"
di hadapan pusara yang masih merah ini kubernyanyi untukmu
airmataku berlinangan, hatiku m ... lanjut baca
"happy birthday, happy birthday, happy birthday to you"
di hadapan pusara yang masih merah ini kubernyanyi untukmu
airmataku berlinangan, hatiku m ... lanjut baca
Matahari tepat berada di atas kepala ketika kami sampai di Pasar Bubrah di ketinggian sekitar 2600 dpl untuk kedua kalinya, suatu dataran luas yang ba ... lanjut baca
Ada sedikit catatan:
# Perhtikan saat menggunakan kata ganti (-ku)
- hangatkan ku ----> hangatkanku
kalau mau dipisah:
- menghangatkan aku
begitu pulsa saat bertindak sebagai imbuhan:
- ku kembali ---> kukembali
- ku buka ---> kubuka
Kalau kamu menggunakan kata ganti utuh (aku) penulisannya dipisah, tapi kalau sekedar "ku" digabung!!
# Perhatikan penulisan kata depan "di" dan imbuhan "di-"
Kalau sebagai kata depan dipisah, kalau sebagai imbuhan (nempel dengan kata krja) digabung.
disisiku ---> di sisiku
# Kenapa ada kata yg full kapital??
seperti : MENGAKHIRI-ku
Kalau tujuannya untuk penegasan lebih pas dimiringkan saja!!
Salam, mampir yak:
http://www.kemudian.com/node/161001
bwahahahahahahahhaha
ada satu lagi penulis fantasy...
dan aku yg pertama ngasih komen. Sep dah...
Ceritanya bagus...
dan...
ehmmm...
ugh....
argh...
pusing!!!!!
aku gak tahu harus komen apa...
Baca juga karyaku...
Judulnya kalau tidak salah
Everlasting Arms: Episode 1
sekalian dengan episode dua
^^V
Aku suka gaya penulisannya. Thank juga udah kasih koment di karya aku. Ok...jadi temenku ya...
sepertinya cerita yang menarik, sky. tapi terus terang aku agak kurang nyaman dengan gaya bahasa setengah puitisnya, yang... mengurangi kelugasan cerita. jadi terasa agak bertele-tele. tapi, ya... ini pilihan berceritamu.
Aku hanya akan mengomentari isinya: amat menarik sekali.
Latarnya menurutku eksotik dan penggambarannya jelas. Aku cukup suka dengan gayanya kok. Kalau di teater orang ga terlalu harus mikir.
Hmm. Kubaca lanjutannya nanti.
tapi sama kayak villam, gw rada kagok baca gaya bahasa setengah berpuisi-nya. mending pake gaya bahasa biasa aja deh. novel fantasi gw sendiri lebih parah gaya bahasanya dari ini (puitis banged), dan sekarang gw lg mabok ngerevisi pake gaya bahasa biasa.
untuk setting ceritanya, gw suka banged, lumayan orisinil. yo lanjut dulu deh gw baca next chapter.