Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
-----------Sepasang Mata Serigala
Lelaki itu akhirnya pergi juga menemui seorang dokter. Pagi-pagi sekali ketika jam praktek baru buka. Dia memutuskan untuk pergi ke dokter lantaran merasa itulah cara yang paling mudah untuk membuat hidupnya jadi tenang dan bahagia, seperti yang diinginkan oleh kebanyakan manusia di bumi. Dan untuk bisa merasa tenang dan bahagia, lelaki itu meminta kepada dokter yang duduk di hadapannya itu supaya mencongkel kedua bola matanya.
“ Tolong saya Dok. Saya tidak akan pernah bahagia selama saya masih memiliki mata,” Pasien mengiba.
Saya masih belum menemukan ikatan yang kuat antara mata dengan cerita yang terjadi di malam perampokan itu. Sepertinya permintaan mencongkel mata adalah permintaan yang terlalu mengada-ada. Jika dia menusuk bapaknya, sudah pasti bapaknya akan mencari dia karena berbuat bodoh. Lain cerita jika bapaknya mati di rumah itu. Dan polisi juga akan mengejar dia, jadi buat apa dia minta dicongkel matanya. Meski demikian, awal cerita ini cukup shocking.
Memang sebuah cerita sering meninggalkan logika karena ada pesan yang ingin disampaikan...
Pesan memang sampai, tapi inti dan kembangannya masih bisa disempurnakan baik dalam porsi maupun tempatnya..
---------------------Dongeng Catur------------------------
Suatu malam di salah satu sudut kota itu, terdengar hingar-bingar. Lamat-lamat dari ke ... lanjut baca
solitude
tidak akan ada lagi dirimu disitu
cuma meja dan kertas-kertas yang kini penuh debu
padahal kumasih ingin melihatmu
menulis sebait ... lanjut baca
-------hibuk
bunyi jam weker dan bangun yang sedikit terlambat
susul menyusul antara ketuk pintu serta gema langkah sepatu
segelas susu hangat ... lanjut baca
Gaduh
anakanak tertawa sambil memukulmukul pintu
dengan tongkat kayu saat orang-orang hendak istirah,
suara marah atau bunyi angka-angka yang b ... lanjut baca
-----------Sepasang Mata Serigala
Lelaki itu akhirnya pergi juga menemui seorang dokter. Pagi-pagi sekali ketika jam praktek baru buka. Dia memutus ... lanjut baca
------------------------Kriiing!------
Baru hari kemarin Man datang ke tukang servis arloji. Padahal sebelumnya ia tak pernah begitu peduli sudah b ... lanjut baca
gerimis: episode pembukaan
sebuah kedatangan
apakah selalu diawali dengan ribut angin kencang
jalan yang basah dan air yang tiba-tiba menggenang ... lanjut baca
gerimis: episode penutupan
bekas basah masih terasa meski langit jingga
menandai angin telah pulang, badai telah henti,
dan jatuh gerimis baru ... lanjut baca
LELAKI itu mendekat. Semakin dekat. Ia datang dengan lengkungan di bibir. Hari ini ia mengenakan kemeja biru muda dan celana hitam. Wajahnya begitu se ... lanjut baca
“Perempuan laknat!” teriaknya bergema ditelingaku. Bagaimana mungkin aku berpura-pura tidak mendengarnya sedang ia berteriak tepat didepanku.
... lanjut baca
apalagi yang harus kukatakan
pada geliat ini
yang bersapa dengan debar entah
lalu aku terbenam pada lugunmu
yang makin menghanyutkan
guliran em ... lanjut baca
Pagi ini kutemukan kau
Dalam sebuah foto usang
Di dompet lelaki itu
Di antara kartu nama dan lembaran uang
Aku mencintai kau
Sebagaimana lelaki ... lanjut baca
..
Bintik pasir menggerayang, separuh desir
~liar-liar tersiar, pun memutus di ujung bibir
Bisik angin tak sampai di ujung kelu
~pun meliu ... lanjut baca
Pagi itu Tia kecil bergelayut di pangkuan ibundanya yang sedang merekatkan dua ujung kertas coklat pembungkus rokok. Perempuan 5 tahun itu tahu meski ... lanjut baca
Akulah lelaki yang tak pernah menangis...
Namun mengapa.. kupernah menangis...
Hanya karena rasa yang hilang..
Dan buatku terjaga dalam kesedihan p ... lanjut baca
masih mengambang dalam jejak kenangan
mengalir dalam sajak kerinduan
terpahat kasar pada tembok jiwa
memelukku dalam hening
jauhkan waktu
m ... lanjut baca
Lelaki itu pernah membaca di sebuah media massa, seseorang -entah siapa ia tak ingat benar- berkata, “Alam berpuisi”.
Katanya, “Bila memand ... lanjut baca
Deg.
Mata lelaki itu begitu tajam menghujam, menembus sampai ke relung hati, membuat jantung si gadis belia berdegup kencang dengan tubuh gemetar. ... lanjut baca
Saya masih belum menemukan ikatan yang kuat antara mata dengan cerita yang terjadi di malam perampokan itu. Sepertinya permintaan mencongkel mata adalah permintaan yang terlalu mengada-ada. Jika dia menusuk bapaknya, sudah pasti bapaknya akan mencari dia karena berbuat bodoh. Lain cerita jika bapaknya mati di rumah itu. Dan polisi juga akan mengejar dia, jadi buat apa dia minta dicongkel matanya. Meski demikian, awal cerita ini cukup shocking.
Memang sebuah cerita sering meninggalkan logika karena ada pesan yang ingin disampaikan...
Pesan memang sampai, tapi inti dan kembangannya masih bisa disempurnakan baik dalam porsi maupun tempatnya..
Salamat terus menulis..
Chatarou