Malam minggu malam purnama,
kucing mengeong meminang betina.
Hmmm, ada buku di depan mata,
daripada bengong lebih baik membaca.
Melati putih harum baunya,
kupu2 hinggap di atas kelopaknya.
Wuih! Sungguh tidak sia-sia,
cerita bermutu, bagaimana gerangan membuatnya?
Menganga durian di ranting pohonnya,
durian jatuh di atap rumbia.
Olala! Pucuk di cinta, ulam pun tiba,
ada undangan dari Mbak Farida ‘tuk bergabung di situs buatannya.
Gagah mualim di atas kapal,
kapal berlayar sampai ke Laut Cina.
Bim salabim, mulutku merapal,
sembari belajar, cerpen picisan pun terpampanglah di halaman muka.
Rusa merumput tanduknya gagah,
gelegar petir mengundang gulana.
Duhai, Kerabat! Hati-hati menyabung lidah,
tak cakap berkomentar, sandal bolong ‘nyasar di kepala!
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
ancaman ya ini?
Halo brown. brown? apa kulitmu coklat?
huaaa...lucu lucu
dan ringan! mbak Farida, ada komentar...?? ^o^
Lucu dan menyegarkan. Lagi, ringan.
..hahahaha!
Lucu!!
brown...ini eksperimen yang luar biasa....legit dan menggigit...
hahaha tapi... menurutmu seperti apa cerpen picisan itu.
sekedar info, tulisan yg satu ini (aku tak tau menyebutnya apa) terlahir dr sebuah pemikiran betapa banyak penulis2 yg bergabung di situs ini tadinya tak pernah menduga akan berada di sini. dan betapa setiap karya mendapat reaksi yg berbeda2, caci-maki dan juga puja-puji.
worm: don't worry, aku blm menemukan sandal bolongnya.
mbak bunga:ya betul, am brown skinned.
begundal:good question, aku sendiri masih bertanya2 apa yg menjadi tolak ukur sebuah karya untuk dinilai picisan atau bukan. mungkin bisa kita rumuskan sama2?
KD:lemparin dulu sendalmu ke sini.buat nimpuk orang kalau ada yg bikin keki
udah aku siapin nih
apa-apaan tuh sit? kartu merah ding!