Sang PALADIN (2 of 5)

Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting

Sang PALADIN (2 of 5)

Paladin itu duduk disisi kudanya. Dengan tangan meraba-raba hawa api unggun, ia tampak agak kedinginan.

Begitulah adanya gurun: ia dapat membakarmu kala siang datang, lalu kembali membekukanmu saat malam menghapus terik mentari.

Masih kuperhatikan mata sang Paladin. Sepasang mata yang indah, anggun dan menawan. Hingga mata itu kembali menyorotku, dan kualihkan mataku sendiri dengan segera. Lalu seakan kutatap langit berbintang, dan mencoba melepaskan kedua lenganku yang diikatnya di balik batu besar berongga.

Rating

15
points
Views: 2 reads
Comments: 0
Rating:
50

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here
vadis's picture
vadis at idih, paladin lagi! (21 weeks 1 day yang lalu)

lama2 pada balapan, paladin mana yang muncul duluan, yang lain musti minggiiirrrr!!!

faraj_ibym_vajra's picture
faraj_ibym_vajra at (19 weeks 4 days yang lalu)

Wuh-wuh. Yang saya suka (bahkan iri) adalah gaya penulisan kamu yang pasti menggelitik saya. Benar-benar berasa kita nyemplung ke padang pasir Al-Gastran itu.

(Sintingnya, saya sendiri ga tau harus ngomong apa untuk menjelaskan maksud saya sendiri.)

Cuman, well... apalah karena nama paladin udah keseringan dipake makanya malah dapet figur yang agak hambar.

Keep moving!