aku sebut itu amarah
aku bukan nabi yang disucikan dari segala sifat bumi,
aku bukan malaikat yang hanya punya satu sifat,
aku bukan seperti kebanyakan.
nafsu itu mencari tahu dari balik pintu, dimana Allah ada dan menyeka kesetiap serat nadi. Dia dengar setiap nafas keluh,
karena aku tukang pengadu.
Allah maha meraja, menyeka diantara serat urat saraf, mendengar seputik saja desah nafas keluh itu lebih menyeramkan, dari segala dosa yang hanya bisa difikirkan. maka Allah cutik satu kesimpulan.
kembalilah kepelukan-Ku
mungkin itu adalah amarah.
kalau saling menanggalkan kemampuan, aku akan angkat kain putih, aku menyerah. terlalu banyak kekurangan di depan wajah, walau sudah kututuppun ia tetap mengkelebat fitnah, sungguh aku lebih merapuh dari selusin bulan merandu.
aku takpernah pahim benar apa itu sebuah teguran ataukah penyejuk jiwa, aku ambil ibrah cambuk mati,
memplucuti vena demi vena, uterus yang mengelibat diantara rongga ketundukan dijiwa. aku rasa tak ada bisa didusta, karena Dia Maha Meraja.
ia menjawab;
Kau berkacak pinggang diantara hembusan angin dan kau taksadar akan kulitmu yang mengerut termakan sang waktu. Dengan gagahnya kau injak kulitku padahal, kelak kau akan masuk dalam perutku. Bertemankan melata dalam kesendirianmu.
ternyata amarah meranjal nyawa, wajahku mengangguk.
Rating
Comments: 12
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
deskriptif
no comment teh ^^
suka sangat!
Wah... puisi ini memiliki rentang pemakaian istilah khusus yang cukup luas lho... Dari 'ibrah' sampai 'uterus'... :)
Assalamu'alaikum.
Deskriptif, itulah yang saya nikmati dari puisi ini.
Tiadk banyak yang berubah dari gaya penulisan Anti, mungkin di sinilah comfort zone milik Anti.
Saya hanya bisa menghela nafas.
gak bisa koment banyak. penggunaan perumpamaan dan diksi yang hebat (ciri khas kamu). kedalamannya susah dibayangkan
cukup mengena siiiip deh
mendalam banget,,aq suka niiih~~~
benar2 sebuah hasil renungan yg mendalam.
pernah amarah ditanya
dikau ini siapakah
aku adalah aku
aku ini siapa
kamu ya kamu
aku dan kamu
tak perlu bertemu
hmm baris2 awalnya asik (yang aku bukan.. aku bukan itu..).. lepas dari itu aku seperti lepas, tenggelam dalam lautan katamu..
Wah akhirnya terangkai juga ukhti, tapi banyak kata-kata yang salah edit tuh, perhatikan juga huruf kapitalnya.
Untuk maknanya sangat tersirat.
cepet2 yah ngetiknya????
banyak yang salah ketik tuh
tapi keren.....