Aku Sebut Itu Amarah

aku sebut itu amarah


aku bukan nabi yang disucikan dari segala sifat bumi,
aku bukan malaikat yang hanya punya satu sifat,
aku bukan seperti kebanyakan.

nafsu itu mencari tahu dari balik pintu, dimana Allah ada dan menyeka kesetiap serat nadi. Dia dengar setiap nafas keluh,
karena aku tukang pengadu.

Allah maha meraja, menyeka diantara serat urat saraf, mendengar seputik saja desah nafas keluh itu lebih menyeramkan, dari segala dosa yang hanya bisa difikirkan. maka Allah cutik satu kesimpulan.
kembalilah kepelukan-Ku

mungkin itu adalah amarah.

kalau saling menanggalkan kemampuan, aku akan angkat kain putih, aku menyerah. terlalu banyak kekurangan di depan wajah, walau sudah kututuppun ia tetap mengkelebat fitnah, sungguh aku lebih merapuh dari selusin bulan merandu.
aku takpernah pahim benar apa itu sebuah teguran ataukah penyejuk jiwa, aku ambil ibrah cambuk mati,
memplucuti vena demi vena, uterus yang mengelibat diantara rongga ketundukan dijiwa. aku rasa tak ada bisa didusta, karena Dia Maha Meraja.


ia menjawab;


Kau berkacak pinggang diantara hembusan angin dan kau taksadar akan kulitmu yang mengerut termakan sang waktu. Dengan gagahnya kau injak kulitku padahal, kelak kau akan masuk dalam perutku. Bertemankan melata dalam kesendirianmu.


ternyata amarah meranjal nyawa, wajahku mengangguk.

Rating

89
points
Views: 87 reads
Comments: 12
Rating:
68.4615

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here

Read next posts

Be the first person to continue this post
Writer ayy
ayy at (1 year 36 weeks yang lalu)
50

deskriptif

Writer MicHi_MoeT
MicHi_MoeT at (1 year 37 weeks yang lalu)
80

no comment teh ^^

suka sangat!

Writer someonefromthesky
someonefromthesky at dari ibrah sampai uterus (1 year 37 weeks yang lalu)
80

Wah... puisi ini memiliki rentang pemakaian istilah khusus yang cukup luas lho... Dari 'ibrah' sampai 'uterus'... :)

Writer takiyo_an-nabhani
takiyo_an-nabhani at Tiram untuk Mutiara (1 year 37 weeks yang lalu)
80

Assalamu'alaikum.
Deskriptif, itulah yang saya nikmati dari puisi ini.
Tiadk banyak yang berubah dari gaya penulisan Anti, mungkin di sinilah comfort zone milik Anti.
Saya hanya bisa menghela nafas.

Writer prayana
prayana at :) (1 year 37 weeks yang lalu)
70

gak bisa koment banyak. penggunaan perumpamaan dan diksi yang hebat (ciri khas kamu). kedalamannya susah dibayangkan

Writer rch13
rch13 at (1 year 37 weeks yang lalu)
70

cukup mengena siiiip deh

Writer sapoetra
sapoetra at (1 year 37 weeks yang lalu)
70

mendalam banget,,aq suka niiih~~~

Writer loushevaon7
loushevaon7 at kontemplatif (1 year 37 weeks yang lalu)
70

benar2 sebuah hasil renungan yg mendalam.

Writer man Atek
man Atek at (1 year 37 weeks yang lalu)
100

pernah amarah ditanya
dikau ini siapakah
aku adalah aku
aku ini siapa
kamu ya kamu

aku dan kamu
tak perlu bertemu

Writer buayadayat
buayadayat at (1 year 37 weeks yang lalu)
70

hmm baris2 awalnya asik (yang aku bukan.. aku bukan itu..).. lepas dari itu aku seperti lepas, tenggelam dalam lautan katamu..

Writer zera
zera at (1 year 37 weeks yang lalu)
80

Wah akhirnya terangkai juga ukhti, tapi banyak kata-kata yang salah edit tuh, perhatikan juga huruf kapitalnya.

Untuk maknanya sangat tersirat.

Writer greechinese
greechinese at (1 year 37 weeks yang lalu)
70

cepet2 yah ngetiknya????
banyak yang salah ketik tuh

tapi keren.....