Seorang pemuda berjalan menunduk di setapak jalan yang sudah mulai berlobang,sedang memikirkan apa yang akan terjadi jika BBM akan naik melonjak.
“Semua warga pasti akan unjuk rasa, aksi anarkispun pasti akan ada” clotehnya di tengah jalan.
Kemudian dia menoleh ke depan terlihat tembok hitam yang bersih. Lalu, dia menumpahkan perasaan khawatirnya apa yang terjadi saat sekarang ini, kelakuan manusia yang begitu anarkis. Dia menggoreskan puisi yang berjudul “Merpati Perdamaian” menggunakan tinta putih.
Setiap kali orang meilhat puisi itu menjadi tergugah dan orang sejenak termenung memikirkan hal yang terjadi di bangsa sekarang ini. Mereka juga bingung siapakah yang menulis puisi itu?.
Rating
Comments: 0
Rating:

Delicious
Digg
Facebook
Technorati
aku suka maksud tulisanmu ini...
itu aja...
bagus...
mampir ketempatku ya...
sedrhana..jujur dan lugas..kembangin lagi pasti seru !
bagus...dan gak dibuat-buat.
puisinya sederhana tapi mengena,keep writing.
hm... asik juga,...
TOP deh..
hehe..
selaain puisinya (jika ini disebut puisi), aku suka cara Ridho menampilkan karyanya.
unik, berkelas. meski, isi puisi dalam gambar masih terasa biasa-biasa saja. tapi, itulah kelebihannya.
selamat.
bagaimana seh caranya menulis dengan gambar seperti ini? ajarin donk.
wah kamu ini ya
karyanya bagus
tapi lebih bagus kalo ga ditulis di tembok
jadi kotor kan temboknya
terus berkarya ya ...
rengkuh mereka dengan sayapmu
sirnakan angkara
tebarkan cinta
suburkan tanah kami dengan bulu-bulu putihmu
merpati putihku
hinggaplah di bumiku
abadilah damai
>>>>>>>
aku suka dengan puisi ini
agak aneh yg saya tangkap
kenapa dia memohon kepada merpati?
but
saya rasa pesannya dapet sih
yg ini bagus.....
nice