matahari seperti tenggelam ke dasar tasik. meregang sunyi dialun gelombang damai berbisik. ingin kulumat segala kenang purba, yang merasuk ke palung senja. matahari terus mematut diri, sebelum malam datang merampas cahaya. laut masih seperti itu: mengemas kenang dalam seribu warna kelam
senja birahi gemeretak menahan gigil rindu. "dia menyelam di sela gelombang, hingga sekarang belum juga mengambang."
memerah matahari ketika sesak menetak belikat. senja sekarat dibebat waktu. merintih memegang iga di dada samudera. "dia tak pernah kembali lagi, meski dalam kejap mimpiku."
gelombang terus membentang. sesekali pantai diterjang. matahari masih saja telentang di kaki lazuardi. "di mana dia kau sembunyikan, wahai lautku?"
busabusa mendelik mengayunngayun di sela tarian ombak. kenang itu mendesak selayak tangis yang jamak. mengapa lazuardi bergegas memeluk jejak? "katakan lautku, bila aku bisa memangku cintaku. biar semata jasad yang mungkin biru."
tibatiba dalam seragam pelaut engkau berdiri gagah mengambang di pucuk gelombang. "karena cintakah sehingga laut kau kulum di bait sajakmu? atau hanya serupa gema di palung sunyi, tempat matahari dan pantai berlomba memajang diri."
gemuruh camar sejatinya mengajakku pulang, "biarlah kenang itu menjadi sejarah. merupa di mimpi, tapi melayah di jazirah."
27/06/08: selatan jakarta - timur baatam
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
duhhh.. duuuuuhhh.. indah nian kawan, pastinya hati yang kaumaksud terbang ke awan. Hati2 kawan jangan kemanisan, bisa sariawan..
Mas khrisna pakabar?
Maaf mas aq ga tau kalo mas sakit, itu pun tau tadi pagi paz bc puisi Mas Zera...
Udah sembuh skrg kan?
Mf mas paz hr minggu itu aq ga dtg coz dsuruh ke rumah dosen pembimbg mendadak..
Hm..puisi prosanya (atau prosa puisi nih), bagus sekale,romantis, ada apa neh antara mas dg wie?
Hehe
pizzz,
aduhai, engkau memang paling mengerti diriku. Ntah mengapa tetap saja tak mampu kusimpan airmata ini dari lipatan ketika engkau kembali memutar memori itu di benakku. Telah dua tahun berlalu, dan beberapa minggu kututup almanak 16 juni dalam halaman kenangan. Sungguh, engkau kembalimengalirkan airmataku ke arah entah, mas. Ke segala arah. Ke segala tanya yang selalu saja jadi pusara. Harus dengan apa ku bandingkan segalanya. Semua memang terlalu menyakitkan meski diriku selalu berusaha tegar dan bertahan. Terimakasih untuk puisi terindah yang wie abadikan buat Pinishi, Mas......
Serasa baru kemarin wie dan pinishi menari-nari di antara gulungan ombak, mencari kepiting di antara pepasir yang serpih, dan kini...................engkau kembali menghadirkannya dalam balutan puisi mas. Puisi yang membuncah airmataku. Pinishi pasti kembali, Mas. Wie percaya suatu saat akan ada Pinishi yang datang dengan seragam Pelaut yang akan mengajak wie menaiki bahtera menuju pantai impian kami berdua. Wie yakin suatu hari Pinishi akan kembali. Meski hanya pada mimpi ia singgah.........
aku suka diksinya dan kalimat2 yang dilontarkannya pada laut... gak tau kenapa, dalem banget,,, seolah2 pengalaman pribadi... iya, ya? keren...
om khris,,
bagus banget..
per kalimat tertera makna, dg diksi yg indah pula.
saya speechless..
^^
weleh-weleh
puisinya bisa begini yak,
lembut banget jerz !
Hmmmmmm..........
Heheheheheh!! Mau bilang apa yak??
Bang Khrisna memang comfort zonenya di PROSA LIRIS semacam ini.....
Hehehe!!
huuufff....

salut selalu buatmu.
dan selalu khrisna abis!!
ga ada yang kukomen...cuma tolong jangan bikin anakku sedih terus...
eh tapi gpp ding.
hajar terus dia dengan puisi pembangkit energi alam. agar lekang segera terjelang.
seperti biasa mas.. bener kata rijon.. saya selalu tercekat.
haa, speecless.
bagus banget, bener-bener indah!
Gerimis sangat membacanya,Hiks! Mba Dewi yang tawakal yah ^^
Allah pasti ada rencana yang indah di balik ini semua.Amiinn
masih belum bisa 'bersatu' dengan sajak yg seperti ini.. tapi aku tau ini indah, dan aku suka. Tapi tetap saja, aku kurang bisa 'bersenyawa'.. ^_^
Ihhhh, sepertinya pernah membaca puisi kayak gini. Tapi, di mana ya?
acungan jempol deh! ga da komentar lagi kanda,
btw, kakak seperguruan saya di apaiin kanda?
peace!!
Jadi ingat Lazuardi Adi Sage, doi dimana ya sekarang?
But, seperti biasa untuk puisi Khrisna aku selalu apresiasikan 10.
Why not? Pemilihan kata-kata mantaf pake F hehehe. Aku suka iri, terkadang kalau ingin membuat cerpen dengan kata-kata puitis angelnya (bukan malaikat, tetapi susah) minta ampyuin dech.
terus berkarya Mas Khris!
makin menggila aja karyanya...
ajarin donk...hehehe
membaca karya kamu membuat aku semakin terenyuh. Dengan sepenuh rasa kamu tuangkan pada tiap-tiap baitnya, membuat puisi ini sangat bernyawa.
p e r f e c t o
andai saja masih ada poin diatas 10..
bagus banget!
deskriptif banget!
"itu" banget!
nah tuh..
bener tuh mas.. engkau telah mengingatkan dengan bahasa yang lebih indah...
[url]http://ru_dipra.blog2.plasa.com
oh, cerita yang mengharu ditata lewat kata yang syahdu. sungguh mengena