Tapi aku rada aneh di bagian- dia nggak sekelas lagi kuliah dengan Kirana, lalu lama nggak mendengar kabarnya. Saat itu Kirana masih jadi sosok yang tenar di kampus bukan? Masih jadi aktivis di organisasi. Kok bisa-bisanya dia 'lama' nggak mendengar kabar Kirana. Kurasa, walaupun dia sudah memiliki suara Kirana-nya sendiri, tapi dengan kekaguman dan kecintaannya dengan Kirana, dia nggak bakal semudah itu kehilangan kabar dari Kirana deh.
Cuma mau menanyakan kenapa pada pararaf lima, si tokoh utama mengatakan bahwa akhirnya untuk perama kalinya dia berbicara pada Kirana yang ada di dalam dirinya? Bukannya waktu itu si Kirana yang ada di dalamnya masih merupakan sebuah boneka? He he he seandainya jadi psikolog, nih orang pasti jadi objek yang menarik
pertama aku baca scrollveryfast kupikir, he? crita kepri ganda...again? males agh!...
eh...aku balik lagi baca dengan benar ternyata...ha.ha..u did great!
pembaca koment :
# wah aku banget *duh kesian ya*
# makanya jangan jadi pemalu yang malu-maluin dong *wah nangkap nih inti critanya*
# bisa jadi begini kalau cowok banyak berhayal tapi malas menulis *wah potensi jadi psikolog*
kusarankan pada Satria belajarlah pada someonefromthesky nunggu kenary saja bisa jadi cerpen. he.he.
-------------------
cheers!
Satria, cowo gue banget. Tapi dia lebih berani. Gak cuma sekedar "Hai." Dan buktinya dia bisa, mencuri hatiku, dan menjadikanku istrinya, wahahaha.
Dan tau nggak satria, kutub negatip tuh nyambungnya sama kutub positip. Dan pribadi yang sanguinis itu, paling cocok sama plegmatis. Si cewe yang rame itu, paling nyambung sama cowo yang pendiam, dia butuh pendengar buat keaktifannya berbicara
wew, gilaa keren, rivai!
bener-bener ga terduga! ide sederhana yang begitu luar biasa. saya sudah sedikit mengenali gaya penceritaan kamu yang khas..
berarti hanya dengan suara-suara Kirana itu bisa menggantikan sosok Kirana yang nyata dong? saya malah ketawa loh.
Tapi emang ga sedikit sih yang kayak Satria. sudah cukup banyak Satria Satria yang saya kenali, hufftt..
Katanya wanita dijajah pria
sekarang jamannya tak ada beda
Hei, kata bos
SPG pakai rok mini
biar menarik
kalau perlu agak ditarik
sedikit sediki ... lanjut baca
Perjalanan menuju angkasa
dimulai di halaman tetangga
merangkak dan bergegas
jangan lambat tak usah lekas
mainan lego dan rubik
cat minyak dan ak ... lanjut baca
Satu
aku jarang sekali bermimpi, dan bahkan lebih jarang lagi mengingatnya
Suara pasir itu terdengar lagi. Suara pasir yang bergesekan dengan ... lanjut baca
Kisah ini terjadi di sebuah dunia alternatif dari sekian banyak dunia paralel yang terbentuk dari awal masa. Dunia alternatif ini berada pada cabang ... lanjut baca
Jantungku terasa hampir copot saat tiba- tiba sebuah tangan basah menyentuh pundakku.
“Gimana, Nak Hari? Bisa dipakai?”
“Eh…I- iya, masi ... lanjut baca
Waktu: 07.15/ 1 November/ 20XX
Lokasi: Dimensi Antah Berantah
Pada pagi hari yang cerah ini, terjadi dialog antara Ibu Peri dengan Monster P ... lanjut baca
Ya Allah...
Jika kami memang berjodoh
Maka pertemukanlah kami dalam keadaan yang sebaik-baiknya
Sebagai sholeh dan sholehah
Sebagai muslim dan mus ... lanjut baca
senyuman datang mengejek
dari balik tabir yang kututup rapat
tanganku membuatnya sobek
imanku mulai tersekat-sekat
dan merintih
tapi tak berdaya
... lanjut baca
Empat
Dingin.... Kita berdua sama- sama dingin
Segera kuhentikan khayalan itu. Kuguncang- guncangkan kepalaku. Bayangan Kara di depanku segera m ... lanjut baca
saat kami terbalut api
kami lihat ke langit
sesosok bulan
dan sebuah kereta malam melewati
kami bernyanyi
kami menari
tapi kereta malam tak la ... lanjut baca
Aku terbangun pagi ini dengan perasaan luar biasa gembira seolah ini adalah hari yang akan mengukir sejarah di hidupku. Aku bergegas mandi, lalu mem ... lanjut baca
Aku Tidak Ingin Mati Hari Ini
Teks. Edo Wallad
Tidak ada linangan air mata, tidak pula jerit menyesal. Aku hanya bisa terhenyak. Dua hari yang lal ... lanjut baca
“Bu, maafkan aku, lebaran kali ini tidak mudik menemui Ibu lagi,” kataku setelah aku menanyakan keadaan dan kondisi beliau melalui telepon.
“ ... lanjut baca
Kawan, yaah...gelar itu pantas untukmu
Saudara ku tidak ada yang sepertimu
Mereka semua bersamaku
Aku tidak pernah berharap lebih, dari setiap ... lanjut baca
Aku tidak peduli !!!
sekarang kau dengar aku. Aku menjadi kekasihmu bukan karena kamu sempurna.
Dinda tatap mataku!Aku menjadi kekasihmu karena a ... lanjut baca
Jangan salahkan ketika aku secara tidak sengaja dapat menyebabkanmu menutup mata untuk selamanya. Aku tidak ingin dikatakan sebagai pembunuh. Memang b ... lanjut baca
setiap hari kutunggu kau lewat di depan toko
bersepeda sambil menebar kecantikanmu yang buatku melongo
hingga kadang aku sendiri merasa bego
kenapa ... lanjut baca
bagus, jee
Tapi aku rada aneh di bagian- dia nggak sekelas lagi kuliah dengan Kirana, lalu lama nggak mendengar kabarnya. Saat itu Kirana masih jadi sosok yang tenar di kampus bukan? Masih jadi aktivis di organisasi. Kok bisa-bisanya dia 'lama' nggak mendengar kabar Kirana. Kurasa, walaupun dia sudah memiliki suara Kirana-nya sendiri, tapi dengan kekaguman dan kecintaannya dengan Kirana, dia nggak bakal semudah itu kehilangan kabar dari Kirana deh.
Menurutku saja lho ..
Cuma mau menanyakan kenapa pada pararaf lima, si tokoh utama mengatakan bahwa akhirnya untuk perama kalinya dia berbicara pada Kirana yang ada di dalam dirinya? Bukannya waktu itu si Kirana yang ada di dalamnya masih merupakan sebuah boneka? He he he seandainya jadi psikolog, nih orang pasti jadi objek yang menarik
panjang amat ceritanya
pertama aku baca scrollveryfast kupikir, he? crita kepri ganda...again? males agh!...
eh...aku balik lagi baca dengan benar ternyata...ha.ha..u did great!
pembaca koment :
# wah aku banget *duh kesian ya*
# makanya jangan jadi pemalu yang malu-maluin dong *wah nangkap nih inti critanya*
# bisa jadi begini kalau cowok banyak berhayal tapi malas menulis *wah potensi jadi psikolog*
kusarankan pada Satria belajarlah pada someonefromthesky nunggu kenary saja bisa jadi cerpen. he.he.
-------------------
cheers!
monolog yang gak monolog..
buktinya sosok kirana akhirnya punya kepribadian..
intinya nice..
^_^
Satria, cowo gue banget. Tapi dia lebih berani. Gak cuma sekedar "Hai." Dan buktinya dia bisa, mencuri hatiku, dan menjadikanku istrinya, wahahaha.
Dan tau nggak satria, kutub negatip tuh nyambungnya sama kutub positip. Dan pribadi yang sanguinis itu, paling cocok sama plegmatis. Si cewe yang rame itu, paling nyambung sama cowo yang pendiam, dia butuh pendengar buat keaktifannya berbicara
Caiyo !!
wew, gilaa keren, rivai!
bener-bener ga terduga! ide sederhana yang begitu luar biasa. saya sudah sedikit mengenali gaya penceritaan kamu yang khas..
berarti hanya dengan suara-suara Kirana itu bisa menggantikan sosok Kirana yang nyata dong? saya malah ketawa loh.
Tapi emang ga sedikit sih yang kayak Satria. sudah cukup banyak Satria Satria yang saya kenali, hufftt..