"Din, temanmu sudah lama menunggu di bawah. Cepatlah nak,"mama berteriak sepertinya dari bawah tangga.
Aku mematut-matutkan wajah di cermin, "sebentar lagi ma," balasku dengan teriakan lebih keras. Ini pertemuan penting dan dia harus mendapatkan kesan "lebih cantik dari fotomu' atau paling tidak ia bisa bilang 'aku lebih suka bisa liat yang aseli seperti ini'. uhm...
"Dina...!" uh mama. kebiasaan deh. Aku menyapu bibirku dengan lipgloss, sekali lagi. Semoga tidak ada yang kurang. Aku selempangkan tas imut berwarna cokelat tanah dan bergegas ke bawah.
"pamit ma" aku mencium tangan dan pipi mama. Pura-pura tidak sadar dengan mata mama yang penuh tanda tanya. Dandananku terlalu rapi untuk belajar kelompok? ah tentu tidak. Terlalu cantik. he.he
Helga tersenyum iri melihatku. Yah, ia baru dua hari ini belajar berkenalan dengan banyak orang, bertukar informasi kebiasaan dan kesukaan. Belumlah ia sampai pada levelku. Behubungan hati, bertemu rasa. Helga bisa dibilang masih perlu menempuh banyak hari lagi untuk setingkat denganku saat ini.
Sesampainya kami di Gavier aku membayar account dan menuju meja yang kosong. Helga mengambil meja yang lain.
"Hei! baru datang?"
Aku tersenyum dan menganggukkan kepala. Jantungku berdebar-debar.
"Akhirnya aku bisa melihatmu sekarang,"
Aku mengiyakan. Lama. Ada jeda panjang setelah itu. Bunyi halus seperti terompet kecil terdengar dari balik meja. Kenapa ia tidak mengucapkan sesuatu? apakah...
Seseorang mengetuk-ngetuk mejaku. Aku melemparkan pandangan sengit, terganggu.
"Maaf dek, listriknya mati. Kalau ada file yang penting disimpan saja di folder pelanggan. Simpanan energi cadangannya kurang dari tiga menit," aku membelalakkan mata. Ouch!
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
. itu emang maksudnya minta dihapus neng
lagi pula ini bukan kamar puisi bukan? ...di tulis di halte di samping anak smp.***end speech :p***
hi..hi..hi..kaya' puisinya temenku. persis banget
ada apa dngn 1 hari 1 jam lalu??
maksudnya???
khu..khu..khu...
Ada beberapa yang missing dari cerita ini. Alur terlalu terburu-buru dibawa menuju akhir tanpa penjelasan yang jelas dari penulis. Sebaiknya dieksplorasi lagi, misalnya Aku dan Helga mau kemana, tingkatan apa yang dimaksudkan oleh si Aku, Gavier itu apa, dll. Ada hal2 yang bisa langsung diketahui, ada pula yang jadinya menimbulkan kebingungan. walau saya tahu itu mengenai chatting dan warnet, tapi ini tidak digambarkan jelas.
Lalu teknis dalam menulis percakapan juga perlu ditingkatkan. Huruf besar kecil, penempatan dialog dan kalimat sesudah dialog. Seperti
"Hei, baru datang?" aku tersenyum...
Ini kesannya si Aku yang bertanya, bukan lawan chattingnya.
Keep writing
bener - bener bikin kesel! hehehehe
aku kurang ngeh dengan cerita ini.... ada miss link nih
Gavier itu warnet ya?
oo, ceritanya mau web cam-an kah?
ato gimana ya.. aduh bingung.. he he he, otakku memang lagi gak konek mungkin..
Komennya noir memang ada benarnya.
Alur terburu-buru. (Untuk yang ini aku belum punya jalan keluar).
Penjelasan yang kurang. (He-e. Setidaknya, beritahukan kepada kami bahwa Aku akan pergi ke warnet. Atau, tambahkan deskripsi "Aku menghampiri sebuah meja yang kosong. Layar komputer yang sudah menyala berjam-jam itu menyambutku dengan halaman selamat datang. Kumasukkan akun dan mataku segera tertancap pada sebuah browser." Hahaha! Terlalu panjang, kah?)
Penguasaan kalimat yang kurang. (Sekarang saatnya, lepaskanlah jabatan bahwa elbintang hanya seorang pembaca. Ambillah posisi baru ini, menjadi penulis kaliber internasional. Pelajari bagaimana menuliskan kalimat dengan baik, setidaknya untuk ukuran karya fiksi. Berikan kesempatan kepada generasi-generasi penerus untuk menjadi elbintang-elbintang yang baru).
Hahaha.. webcam-kah?
Nice, nice.. KEREN..
seru, ide yang cerdas..
deskripsinya begitu lemah. sayang banget! padahal ini cerita yang unik dan segar..
suka banget judulna ^_^
Mati lampu ya...
Tapi... si DIna sedang ngapain sih? apa sejenis tatap muka menggunakan internet?
Point dan inti masalahnya di mana?
Belum 'nyampe' nih, elbintang.
Konfliknya blon keliatan, dan secara keseluruhan ceritanya masih kerasa blur. Aq masih nyimpen banyak pertanyaan , kyk Helga itu siapa, apa maksudnya dia baru dua hari dst, trus sebenernya Dina disapa siapa ketika baru sampai ke gavier (kalau memang chat, bisa dibuat pembeda dengan percakapan biasa tuh), trus sebetulnya chatnya (kalo bener ini chat)sendiri bisa diperpanjang sampai bagian yg bener2 ngeselin karena kepotong listrik mati--intinya, kurang klimaks.
semua yang koment di sini...adeuh terima kasih.
harusnya memang yang dipublish di k.com sudah melewati adegan perenungan dan baca ulang beberapa kali.
Tulisan yang ini tampil sebelum di matangin, soale tadinya lembaran yang diminta dihapus tapi malah mengundang...
Saya menghargai semua masukan...
ah enaknya tempat belajar k.com ini...
--------------------------
tengkiyu semuanyah...
cheers!
di palembang...seminggu sekali mati lampunya
(hmm...pernah denger teleportasi foton...walaupun berbeda galaksi (teorinya), ga kan berpengaruh...sampai 1997, ilmuwan baru berhasil melakukan teleportasi atom tunggal. Di situ fantasiku meliar...dasarnya awalnya itu aja mbak... di mekanika kuantum dan 'menggapai cahaya'
doakan ya...susah euy mau buat fantasi yang cerdas, ga ngayal bebas yang bullshit)