Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
Namaku Linda. Hari ini aku dan sepupuku resmi mendiami Asrama Putri “Mandiri”. Ini prestasi gemilang bagi kemampuanku bernegosiasi dengan orangtua. Walaupun- ah mengapa juga selalu ada walaupun untuk sebuah keberhasilan negosiasi?- yah, walaupun asrama ini adalah pilihan kedua orangtuaku.
senang bisa lihat ceritamu lagi, elbintang. seperti biasanya cerita bersudut pandang 'aku', cerita ini terasa mengalir cepat dan dekat dengan pembaca, apalagi dengan gaya bahasa ringannya. tapi jujur ada beberapa bagian deskriptif yang kulewati karena agak kepanjangan, mungkin karena aku ingin lebih cepat lagi sampai ke masalah apa yang sebenarnya hendak dibahas di ceritamu ini. dan ternyata... hehehe... kamu ternyata memang belum selesai bercerita... hihi... ditunggu deh lanjutannya...
Semoga ini tidak menjadi cerita penunggu-penungguan yang tlah lelah membuat kuduk berdiri.
Semoga 'deskripsi kepanjangan'-nya Villam bisa termanfaatkan di sambungan sehingga Villam menyesal sampai harus membaca ulang episode ini. Hi-hi-hiii! [Horor tea!]
Kepalaku sakit, nih....
Mungkin karena bersambung, aku jadi kurang ngerti dengan ceritanya. Yang kutahu, ini tentang dua gadis yang masuk asrama. Di asrama itu ada dua senior lain. Dan yang baru diceritain, baru untuk malam pertama.
Aku PRoTeS!!!
Aku sempat bingung baca "Malam I". Gak taunya "Malam Pertama", ya? Inilah kelemahan kalau kita pakai font keluarganya sans (el dan i gede susah dibedain), coba pakai serif.
Alfare : sensei, aku tidak sentisip dengan besar, bulat dan penuh aku malah jadi pengagumnya *dari sejak kecil aku diharap2 jadi gemuk dengan upaya yang sangat keras* mungkin belum waktunya
buayadayat : om dayat, terima kasih sudah berkunjung. aku perhatikan lagi caraku bertutur. terima kasih, guru.
---------------------
Villam : he.he...bener critanya blom selese dan putusnya tidak pas...nah aku tambahkan sisanya
deksripsinya kepanjangan ya? wah lagi-lagi aku ngelanturnya kebanyakan sih. tengkiyu2, aku perhatikan tentang itu.
Andrea : ck! kliatan banget ya kalu aku pengagum huge person
maapkan. kubuatlah tanda unik buat malam 1.
dirgita : jangan minum obat sembarangan ya . protesnya diterima, om
Shinichi : atuh kasus yg mana?
Naela cintah, errr...alunan ya? *mlipir ke pojokan, kebingungan*
Daripada [meja amunisi], kupikir [meja logistik] lebih tepat deh. Tapi itu ga penting. Karena menurutku kalo pemisahan paragraf di banyak tempat di sini lebih enak, ceritanya bakal jauh lebih enak di baca.
Soalnya fokus cerita kamu, terutama kalo lagi deskripsi, suka loncat2 sih! Dan itu enggak baik!
Gaya tulisan ini khas kamu ya? Gaya yang seenaknya sendiri. Apa kamu... umh, bertubuh besar? Kamu tidak... uh, sensitif dengan hal ini kan?
Inti ceritanya belum terlihat. Tapi sejauh ini menarik. Andai perkenalan tokohnya lebih baik lagi. *o*
mestinya kerenyahan bercerita tak mengorbankan setting kawan.. di awal2 aku sempat bingung antara melongok ke kebun melihat windy dengan masukknya ta dio ke kamarnya sendiri dan sudah ada linda di dalamnya..
mulai dari situ baru kumamah kembali kerenyahan gaya tuturmu..
baca lanjutannya ahh..
ceritamu memang belum solid banget. Tapi anyway, bagi saya pribadi ini sudah above average di situs ini, kalau stephen king bilang menuju competent writer kali ya. meski tentu ada yang perlu diperbaiki lagi..of course (kamu tahu itu.. ) Komen yang lain saya numpang deh hehe. ya ya..sepertinya kamu seorang yang serius belajar menulis, terlihat gimana kamu menghadapi komen. good luck..
tengkiyu buat semua yg sudah stoppingby.
Semoga tulisan -iseng- kali ini bisa dinikmati. ah,bantai sajalah ...eh ya..untuk Villam-Andrea-Dirgita : ini sudah kutambahkan adegan yang terpotong sebelumnya...cheers!
“Gayalah kita ini, menolak lamaran Pak Tuo Rasyid, ibu. Sudah diangkat-angkat malah kemangkat,” dengus Ratmi berbalas tawa kecil dari sosok yang b ... lanjut baca
Koin logam itu memanggilku dengan nyaring. Harapanku yang mana yang akan dikabulkan?
Bos besar tidak masuk? atau supervisorku lupa menceramahi keterl ... lanjut baca
Selalu ada ruang yang kosong
yang siap ditempati oleh jejak dan kenangan
memberikan kelengkapan pada hari
menyiapkan kesempurnaan di hati
Selalu ... lanjut baca
”Belum istirahat, Vin?” perempuan itu menarik bibirnya –tersenyum, tipis- tanpa mengalihkan wajahnya dari layar komputer.
”Ini aku belikan ... lanjut baca
Ku anyam garis-garis yang terpahat dalam wajahnya, mengental dalam ingatan. Senyum tipis dalam anggukan anggun yang masih berisi pesona diantara para ... lanjut baca
“Meja ini kosong?” Wafa tidak perlu memutar lehernya sembilan puluh derajat untuk melihat sipenanya, karena kaki-kaki panjang milik geek berambut ... lanjut baca
Perempuan itu menggunakan kerudung kuning bercorak terulur panjang diatas gaun anggunnya berwarna kuning lembut, serasi. Wajahnya terlihat tegang, ... lanjut baca
Faza memperhatikan taman luas di depan gedung utama yang bercat abu-abu. Matanya menangkap satu-dua sosok berseragam hijau pupus yang berjalan santai ... lanjut baca
Koin yang kutemukan tanpa sengaja di bawah akar pohon besar di dekat danau Toroa tidak pernah mengeluarkan cahaya atau bergerak-gerak dengan sendiriny ... lanjut baca
Ah...mengapa malam ini aku merasakan menjadi sangat sentimentil.
Beberapa hari ini aku mencari sesuatu. Makhluk "causa prima" yang bernama Tuhan, A ... lanjut baca
Hari ini aku bersamanya…
Berdua memetik bunga, merangkainya menjadi cerita
Aku tak pernah tau apa yang kurasakan padanya
Jika saja itu cinta,
Ta ... lanjut baca
Hari ini aku merindukan kekasih hati. Orang bilang rindu terjadi karena ketidakberdayaan akal-pikiran kita menghadapi kenyataan, ketiadaan akal-pikira ... lanjut baca
Hari ini aku enam belas
Terima kasih Tuhan aku masih bernafas
Aku bukan anak kecil lagi
Aku bisa menentukan arahku sendiri
Aku bisa mengejar mim ... lanjut baca
Entah mengapa,
hari ini aku ingin bicara
berteriak, menjerit, hingga serupa gila
Aku iblis hari ini
habis bisa apa lagi?
.................... ... lanjut baca
Aku paling benci saat hujan turun. Saat melihat petir menyambar, saling menikam satu sama lain. Saat melihat air pertama membasahi tanah. Saat debu ... lanjut baca
Waktuku adalah HARI INI
Aku akan memulainya dengan ucapan syukur dan senyuman
... bukan KRITIK
Akan kuhargai setiap detik, menit, dan jam
.. ... lanjut baca
Di pagi ini aku tersenyum
Di tempat ini aku patuh
Kepada mereka aku hormat
Dan kepadaku
diberikan pujian
langsung dari mulut mereka
Di malam i ... lanjut baca
Hhh, apa hari ini aku berani ya? Dadaku berdebar-debar seperti akan melakukan tugas berat yang mempegaruhi dunia saja.
Apa benar aku bisa melakukan ... lanjut baca
Hari ini terlihat biasa saja, matahari tetap bersinar setelah jam 06.00, dan embun pagi tetap terhapus setelahnya..tapi seperti ada yang berubah, apa ... lanjut baca
buatin cerpen buat aku bagus......bagus...
senang bisa lihat ceritamu lagi, elbintang. seperti biasanya cerita bersudut pandang 'aku', cerita ini terasa mengalir cepat dan dekat dengan pembaca, apalagi dengan gaya bahasa ringannya. tapi jujur ada beberapa bagian deskriptif yang kulewati karena agak kepanjangan, mungkin karena aku ingin lebih cepat lagi sampai ke masalah apa yang sebenarnya hendak dibahas di ceritamu ini. dan ternyata... hehehe... kamu ternyata memang belum selesai bercerita... hihi... ditunggu deh lanjutannya...
nama na dinda yah..
bagus jg tuh
Semoga ini tidak menjadi cerita penunggu-penungguan yang tlah lelah membuat kuduk berdiri.
Semoga 'deskripsi kepanjangan'-nya Villam bisa termanfaatkan di sambungan sehingga Villam menyesal sampai harus membaca ulang episode ini. Hi-hi-hiii! [Horor tea!]
Bikin tanda unik buat Malam I, dunk!
Kepalaku sakit, nih....
Mungkin karena bersambung, aku jadi kurang ngerti dengan ceritanya. Yang kutahu, ini tentang dua gadis yang masuk asrama. Di asrama itu ada dua senior lain. Dan yang baru diceritain, baru untuk malam pertama.
Aku PRoTeS!!!
Aku sempat bingung baca "Malam I". Gak taunya "Malam Pertama", ya? Inilah kelemahan kalau kita pakai font keluarganya sans (el dan i gede susah dibedain), coba pakai serif.
Alfare : sensei, aku tidak sentisip dengan besar, bulat dan penuh
aku malah jadi pengagumnya *dari sejak kecil aku diharap2 jadi gemuk dengan upaya yang sangat keras* mungkin belum waktunya 
buayadayat : om dayat, terima kasih sudah berkunjung. aku perhatikan lagi caraku bertutur. terima kasih, guru.
---------------------
Villam : he.he...bener critanya blom selese dan putusnya tidak pas...nah aku tambahkan sisanya
deksripsinya kepanjangan ya? wah lagi-lagi aku ngelanturnya kebanyakan sih. tengkiyu2, aku perhatikan tentang itu.
Andrea : ck! kliatan banget ya kalu aku pengagum huge person
maapkan. kubuatlah tanda unik buat malam 1.
dirgita : jangan minum obat sembarangan ya
. protesnya diterima, om 
Shinichi : atuh kasus yg mana?
Naela cintah, errr...alunan ya? *mlipir ke pojokan, kebingungan*
semuanya tengkiyu *masih-masih boleh komentar :D*
yaaahh....
kasusna dah ditutup dengan komentar dari penulisna sendiri. hiks....
saia kan lom koment siy...
hiks...hiks..hiks...
ah, mba bintang, mengaliirr, sy bisa terbawa dlm alunan katanya mbak..
^^
cerita yg unik. dan huge person? hehew, manisnya..
ditunggu kelanjutannyaa
Daripada [meja amunisi], kupikir [meja logistik] lebih tepat deh. Tapi itu ga penting. Karena menurutku kalo pemisahan paragraf di banyak tempat di sini lebih enak, ceritanya bakal jauh lebih enak di baca.
Soalnya fokus cerita kamu, terutama kalo lagi deskripsi, suka loncat2 sih! Dan itu enggak baik!
Gaya tulisan ini khas kamu ya? Gaya yang seenaknya sendiri. Apa kamu... umh, bertubuh besar? Kamu tidak... uh, sensitif dengan hal ini kan?
Inti ceritanya belum terlihat. Tapi sejauh ini menarik. Andai perkenalan tokohnya lebih baik lagi. *o*
mestinya kerenyahan bercerita tak mengorbankan setting kawan.. di awal2 aku sempat bingung antara melongok ke kebun melihat windy dengan masukknya ta dio ke kamarnya sendiri dan sudah ada linda di dalamnya..
mulai dari situ baru kumamah kembali kerenyahan gaya tuturmu..
baca lanjutannya ahh..
klo dibikin lebih menegangkan lagi keren dech....
saya jg nggak ngerti sich gmn caranya...
tp saya ikutin loh perkembangannya..
ceritamu memang belum solid banget. Tapi anyway, bagi saya pribadi ini sudah above average di situs ini, kalau stephen king bilang menuju competent writer kali ya. meski tentu ada yang perlu diperbaiki lagi..of course (kamu tahu itu..
) Komen yang lain saya numpang deh hehe. ya ya..sepertinya kamu seorang yang serius belajar menulis, terlihat gimana kamu menghadapi komen. good luck..
tedjo
(yg belum bisa dikatakan competent)