Perlahan kudekatkan wajahku pada si pemantul bayang
Aku terhenyak melihat bayang yang terpantul
Siapa dia? Buruk sekali wajahnya...
Dengan menguatkan hati kutatap bayangan itu, lebih lama...lebih seksama....
Aku ternganga....menolak untuk percaya
Itu wajahku!!!!
Apa yang terjadi??
Aku dulu punya alis yang indah. Sekarang semuanya musnah, menyingir entah ke mana
Aku dulu punya mata yang bersinar. Kini cahaya itu meredup, menolak untuk tinggal lebih lama
Di mana bibir merahku?
Di mana hidung bangirku?
Yang kudapati hanya luka menganga di pipi
Darah segar meleleh sampai ke leherku
Yang kutemui hanya luka bernanah di dahi
Aromanya mengundang mahluk-mahluk kecil untuk singgah di sana
Ah, cermin ini pasti berdusta
Aku takkan mudah terpedaya
Aku adalah ciptaan terindah-Nya
Dan bayangan itu bukan aku!!!!
Kusingkirkan si cermin kecil dan kuraih sang pemantul besar
Tetap tak kutemui bayang wajahku di sana
Yang ada hanya rupa mengerikan tadi
Cermin, inikah wajahku? Jujurkah kau padaku?
Siapa yang melakukan ini pada wajah indahku?
Benda apa yang melukai kulit mulusku?
Dan mengapa? Mengapa harus wajahku?
Sang cermin hanya terdiam
Entah sedang tertawa atau malah bersimpati
Air mata mulai menetes dari sudut mataku
Perlahan ia mengalir turun dan jatuh
Kutundukkan kepalaku mengikuti jatuhnya si pertanda perih
Dia jatuh ke jemariku
Aku terdiam.....
Ada secuil daging di ujung-ujung kukuku
Ada lelehan darah di sekucur jemariku
.....pertanyaanku terjawab.....
......
jogjakarta, 4 Mei 2007
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
puisi yg bagus.
mmg kadang kita tidak pernah mau menerima kenyataan ttg diri kita.
seandainya..aku seperti....
cind, aku sampai takut ngebayanginnya. luka (apalagi yg bukan disebabkan senjata api) yg berdarah2 bukan sesuatu yg ingin kulihat atau amati. ampuuun, pecahkan saja cerminnya!!!
when will my reflection show
who I am inside
kita tak bisa melihat diri kita sendiri....
cermin adalah jawabnya, dia tak pernah berdusta....
begitu banyak cermin didepan kita.....
keluarga, sahabat bahkan orang yang baru kita kenal. namun sering banget kita meliriknya saat semua telah terlambat.....
beberapa cermin bisa membuat kita terlihat lebih gemuk, kurus, putih, bersinar... juga legam,
^reyna^
syukurlah bhw kita tdk seperti tokoh 'aku' dlm puisi ini. keren banget puisinya.
cermin adakala dusta dan jujur
tak seperti orang yg disekitar kita
Bagus! sedikitnya kamu mengundang yang lain utk berkomentar! maju terus dengan aktualisasi kamu..saya tunggu puisi berikutnya..