Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
Kau datang tepat waktu saat menjemputku. Aku teramat bersyukur karena sedetik yang berarti itu benar-benar menyelamatkan hidupku. Cuaca memburuk dengan hujan dan angin yang nyaris membunuhku. Sejak dulu, dingin adalah musuh terbesarku, momok bagi paru-paruku. Tetapi saat itu, kau--dan aku tahu, kecerobohanku sendirilah yang ternyata lebih berbahaya dari semua itu. Aku lupa membawa obat inhaler untuk asmaku. Sesuatu yang lebih penting dari kartu kredit itu bahkan baru kuingat saat aku benar-benar merasa kehabisan udara sore itu.
Sst...cerita ini berbahaya dibaca oleh anak di bawah 17 tahun hehehehe
Pendeskripsiannya bagus, bisa menggambarkan suasana pernikahan kedua tokoh ini. Walau ketika di bagian pertengahan menuju akhir agak 'loncat' (dan ternyata penyebabnya ada di ending cerita hehehehe).Mungkin diberi sedikit pengantar kali dun, tentang hubungan percintaan mereka sebelumnya. Jadi agak dibalik urutannya. Oh ya prolognya puanjang juga ya, jadi agak terkesan lambat
Selamat!!!
kamu berhasil bikin aku keDINGINan karna merinding baca cerpenmu ini. Nice job!! Cerita cinta yg gak picisan. Simple dan gk berlebihan. Porsinya PAS. WELL DONE!!
SURYA merasa sangat bahagia saat terjaga pagi itu. Tak banyak buang waktu, dia pun segera bangkit, membersihkan dan merapikan diri sesempurna mungkin ... lanjut baca
“PA, lihat daster mama nggak?” tanya mama pada papa seusai mandi sore itu. “Itu lho, daster warna ungu gradasi ke merah muda.”
“Enggak. ... lanjut baca
HARI itu, Imma berulang tahun yang ke-sembilan belas. Sebuah pesta sederhana diadakan di rumahnya. Beberapa teman kuliah terdekatnya nampak hadir di ... lanjut baca
PAGI yang menakjubkan. Langit ceria, embun sedikit memberikan kemilaunya pada ujung runcingnya daun. Matahari sedang jatuh cinta, nampak dari raut w ... lanjut baca
Mobil Tyas menepi di dekat warung kopi di daerah pegunungan yang akan dijadikan lokasi pengambilan gambar terakhir untuk stock shot proyek film doku ... lanjut baca
SEMAKIN hari, semakin banyak saja jenis manusia absurd di dunia ini. Tuhan telah menciptakan dua jenis dari manusia, laki-laki dan perempuan, tapi ... lanjut baca
BEGITU tiba di kontrakannya, Hendra yang baru pulang kerja malam itu langsung berlari ke kamar mandi yang letaknya di bagian belakang. Sebelumnya, d ... lanjut baca
Seperti inilah semuanya berproses; tanpa melibatkan satu unsur kesengajaan, saya dan kamu berkenalan dengan tidak menyebut nama satu sama lain secara ... lanjut baca
KATA orang, diam itu emas. Tapi bukan karena alasan itu Dian menjadi gadis pendiam. Tekanan-tekanan semu dari kedua orang tuanya cukup andil dalam h ... lanjut baca
TAK banyak yang kulakukan selama dua jam ini. Aku hanya memandangi wajahku—yang tak pernah terlihat lebih baik—di cermin. Pipi tembem ini, jerawat ... lanjut baca
Terkadang, manusia membenci waktu.
manusia senang kala waktu menghapus duka,
namun benci kala waktu melepas suka.
waktu terus berjalan, tak pern ... lanjut baca
Aku teramat mencintainya
Aku berada di dalam dekap cintanya
tak pernah bisa untuk tepikan sedikit saja
walau hanya sedetik
Aku teramat mencinta ... lanjut baca
I
Itulah mengapa aku merasa kau menggoda. Genit birahi
di acara yang disajikan malam. Katamu telanjang. Bayangmu surga
hingga gerimis membuatmu m ... lanjut baca
Aku tak berhenti memikirkanmu
biarpun resah mendera jiwa dan hari tak lagi bisa sembunyi
aku tak berhenti merindukanmu
saat ini dan nanti untuk ... lanjut baca
Hari ini aku merasa lain. antara senang dan sedih. Antara merana dan gembira. antara malu dan takut. semua campur jadi satu. "Hghh...ini baru yang nam ... lanjut baca
Sudah larut sekali saat aku menginjakkan kakiku disini. Aku tidak tahu apa nama tempat ini, dan tampaknya aku terlalu letih untuk mencari tahu tempat ... lanjut baca
Detak arloji tua di tanganku selaras dengan detak jantungku menantinya, bayangan itu terus hadir tanpa sanggup menyiratkan jawaban. Kemana aku harus m ... lanjut baca
Dimas
................
Malam itu aku tak dapat memejamkan mata.
Bayangan sosok kecil yang siang tadi berada di pekuburan terus saja membayangiku. ... lanjut baca
Hanya air mata yang mengiringi kepergianmu..
Saat kau ucapkan perpisahan itu..
Setelah semua yang kita lalui bersama..
Kini kau meninggalkanku untu ... lanjut baca
oowh, ini rupanya yang butuh inhaler itu??
aargh, aku selalu suka tulisanmu ^^
Sst...cerita ini berbahaya dibaca oleh anak di bawah 17 tahun hehehehe
Pendeskripsiannya bagus, bisa menggambarkan suasana pernikahan kedua tokoh ini. Walau ketika di bagian pertengahan menuju akhir agak 'loncat' (dan ternyata penyebabnya ada di ending cerita hehehehe).Mungkin diberi sedikit pengantar kali dun, tentang hubungan percintaan mereka sebelumnya. Jadi agak dibalik urutannya. Oh ya prolognya puanjang juga ya, jadi agak terkesan lambat
Metafora dinginnya mantap ^^
Daduunnnn,
Nggak tahu mo komen apa?
Aku suka ceritamu ... sangat2x suka ^o^
Dadun... seperti biasanya ceritamu selalu mengoyak hati saya...
wach tak bisa bersatu
pasti masih bisa bertemu
yess ... apik tenan jez !
Aq suka ngebacanya. Walaupun bukan yg paling kusuka.
no comment. bagus deh..., loh kok masih komen yah?
hahaha, salut kang!
Setuju dengan noir...alangkah lebih baik jika kisah cintanya dengan perempuan itu diceritakan sehingga cerita terasa lebih complete...
Tapi bagus kok...
DaduN..
betapa diRimu selalu membuaTku berdeham kering (*bahasa naon deui) seTeLah membaca TuLisanmuw..
Owyah, satu lagih, DuN, tulisanmuw makin beRKembang yagh.. ^^ keRen dah..
manTabs
gini bos, aku benar2 ga bisa komen, mungkin cuma baca lagi... dan lagi...
untung aq udah 17
haha..untung gw juga dag 17+,,kayanya adegan surprise di ending jadi khasnya dadun ya..keren2..gw suka endingnya..mantabhhh
Selamat!!!
kamu berhasil bikin aku keDINGINan karna merinding baca cerpenmu ini. Nice job!! Cerita cinta yg gak picisan. Simple dan gk berlebihan. Porsinya PAS. WELL DONE!!
pantas partnerku memintaku untuk mengalahkan rasa malaz membacaku.
bahkan diapun bilang selalu terkoyak
keren!
bagus ,...
