Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
(Selama sepuluh tahun Ruben dan Dhimas menjadi sepasang kekasih. Sebuah hubungan yang terjalin sejak mereka sama-sama menuntut ilmu di Georgetown, Washington DC. Sebagai kado hari jadi mereka yang kesepuluh, mereka membuat novel yang bercerita berdasar literatur klasik. Ketika novel itu hampir selesai, muncul seseorang yang mengancam hubungan mereka. Dia adalah Diva Anastasia, seorang model yang cerdas yang mempunyai profesi “plus”. Diva yang selama dua tahun berhubungan dekat dengan Dhimas ternyata juga memiliki hubungan dengan Ruben. Hubungan macam apa itu?)
Fan fic ini menarik sebenernya. Hanya saja walau tokoh OOC nya hanya satu dan tokoh yang lain sesuai dengan cerita aslinya. Hanya saja endingnya membuat cerita ini dengan supernova menjadi tidak nyambung sama sekali, karena Supernova tak akan ada. Diva sungguh out of character, begitu juga dengan Dimas dan Ruben.
Mungkin saya tidak terlalu pandai menilai fanfic, hanya saja saya agak lost track dengan cerita ini. Kalau ini adalah cerita biasa, bukan fanfic, maka ini adalah cerita yang bagus.
wah penulisannya bagus, gak kalah bagus dengan dee.
tapi ceritanya, aku kurang setuju. diva itukan supernovanya (dicerita asli), tapi kok? bagusnya dimunculin tokoh lain, star (baca kelanjutanya supernova : akar), dia lebih pantas.
baguslah, tapi masih gak terima aku...hehehe
kalau diva mau dimasukkan dalam konflik, baiknya gak perlu tanggung-tangggung. yang ekstrem sekalian.
sebelumnya aku tak pernah membaca supernova ya, jadinya aku menilainya bukan sebagai fanfic. pemilihan sudut pandangnya sungguh tak terduga, entah ini bagaimana tapi sebagai karya tersendiri yang bebas aku mengucapkan salut.namun karakternya sang bantal, rasanya sedikit aneh,rasanya antara bagian awal dan akhir serta sepanjang aliran cerita ada yang kurang konsisten.
tapi tetep keren...
aku senang, wik. kamu udah berkembang dengan sangat baik. kelihatan kalau kamu pas dengan gaya bercerita dengan sudut pandang dan tema seperti ini. mengenai soal fanfic dan kecocokan karakter dengan cerita aslinya, biar orang lain yang menilai. aku cukup sebagai penikmat saja.
aahh, walopun aq blm pnh baca supernova, tp bener, aq menikmati cerita ini, bahkan sangat menikmati..
^^
sudut pandang yg unik. Dn aq juga menemukan penokohan unik.. deskripsi kamu bagus,, suka..
Sis, tampaknya dirimu tidak terlalu menguasai cerita Supernova. Sebenarnya dalam tantangan, aku tidak mengharuskan kamu mengambil novel itu sebagai fanficmu. Tapi karena sudah ditulis, aku coba mengevaluasi sedikit.
Kamu mengambil sudut pandang yang unik. Setuju dengan Noir. Kalau ini bukan fanfic, ceritanya cukup menarik. Meskipun demikian aku masih melihat beberapa kesalahan EYD dan tata bahasa. Selain itu, penggambaran plot juga terasa terlalu cepat. Banyak informasi “mengapa begini, mengapa begitu” terlewat begitu saja. Bagian yang dicetak miring menurutku lebih baik masuk ke dalam cerita.
Dari segi tantangan yang diajukan, ada dua hal krusial yang menurutku kurang kamu perhatikan, yaitu kesesuaian plot dan kesesuaian karakter tokoh asli.
Aku terkejut ketika kamu memasukkan karakter Diva sebagai selingkuhan Dhimas sekaligus adik Ruben. Berdasarkan cerita aslinya Ruben-Dhimas justru tidak pernah bertemu langsung dengan Diva (a.k.a Supernova). Hubungan mereka terjalin hanya dari dunia maya. Fanfic ini justru akan lebih sesuai kalau tokoh Diva diganti oleh tokoh fiktif (dalam tantangan kuperkenankan adanya Other Character. Kamu bisa memunculkan “adik Ruben” sebagai sang OC. Sayang kamu tidak memanfaatkan itu). Ini membuat ceritamu tidak berhubungan dengan plot asli Supernova.
Kamu juga membuat ketiga tokoh yang kamu pilih menjadi Out Of Character semua.
Diva digambarkan sebagai perempuan smart yang tidak pernah bersedia membiarkan dirinya terikat atau dimiliki oleh siapapun. Sangat tidak seperti Diva kalau dia bersedia terlibat perselingkuhan.
Dhimas digambarkan tidak pernah gamang dengan statusnya sebagai seorang gay dan beranggapan dengan tegas bahwa Ruben adalah soulmatenya. Aneh juga membaca Dhimas tiba-tiba ingin menjadi normal dan bisa bercinta dengan Diva seperti itu. Mungkin OOC Dhimas bisa dihindari kalau kamu justru bisa memunculkan dan mengeksplorasi kegamangan itu. Bagaimana dan kenapa Dhimas ingin menjadi normal, bagaimana dia bisa berkenalan dengan gadis itu lalu jatuh cinta padanya, bagaimana dia (dengan karakter seorang Dhimas) menghadapi kegamangan itu (hingga akhirnya kembali mampu meyakinkan dirinya bahwa Rubenlah yang terbaik) dan sebagainya. Sayang kamu justru kurang menggambarkan bagian tersebut.
Ruben berkarakter sinis dan dingin. Dia juga penuh semangat kalau sudah berargumentasi. Dia menjadi OOC ketika menjadi begitu emosional dengan pengkhianatan Dhimas.
Dari dua hal tersebut, aku menganggap kamu masih kurang berhasil dalam membuat fanfic ini. Aku tidak melihat kamu berhasil menggali satu sisi lain (yang tidak tergali) dari kisah asli Supernova.
saia ga bgitu ngerti fanfic. jadi saia menilai ini sebagai cerita biasa. penceritaannya begitu unik, penggunaan sudut pandangnya pun mengagumkan. saia sangat menikmati keseluruhan cerita, ini cerita yang sangat bagus! semoga sukses! =)
Bagus namun tidak sesuai tantangan... ahh... seandainya saja... seandainya saja tidak OOC, maka aku akan sangat senang memasukkan cerita ini ke blog kontraksi ^^
Wah..cerita yg unik, menarik, rumit, dan berending yg menyenangkan...hehe
Wah..idenya buagus skali ya...
Cm, dr awal mpe ekhir gak disebutin ni kira2 siapa yg memerankan aku (yg bercerita dlm cerita ini)?...
Lihat semuanya pada memeluk.., kayaknya yg bercerita ni hewa piaraan yah...hehehe
(maap kalo salah)
Aneh, kok malah saya yang deg-degan selama membaca tulisanmu, wik.^^ deg-degan membayangkan komentar mbak Yosi. (trauma waktu diriku dikomentari miss worm untuk hasil tantanganku, hehe... piss, miss)
Baiklah, walaupun saya sudah lupa (hampir 70 persen) isi novel Supernova (yg pertama), saya ngerasa ceritamu ini enggak supernova (tapi superdewi, hehehe). Pointmu adalah dalam pengambilan sudut pandang, dan gaya penceritaan. Olwes like it, diriku^^ huhu, si Bantal keren banget di sini. ;p
Secara saya gak ngerti soal fanfic, saya hanya mengomentari ini sebagai, katakanlah, karya yang mandiri.
Tapi, masih ada beberapa kritik (kalo boleh dibilang kritik) untukmu:
biasa, masalah ejaan blah blah blah... masi ada yang salah2 kUtik de-es-be
geledek-mu itu lho, Nduk, kenapa ndak jadi halilintar, atau petir (biar lebih supernova gitu loh)
Dhimas kok hobi nonton sinetron sih? Ndak terima, sayah...
si tanda pemisah-mu, kenapa harus gini ^_^ ? (soalnya, waktu saya bikin yg aneh2, miss worm komen juga, hehehe...)---maap, gak penting yaks?
wik, rasanya kamu terlalu “memaksakan” ideologimu tentang kaum gay, tentang kodrat blah blah blah... gak apa-apa sih, hanya, di sini kamu kurang halus menghayutkannya dalam alur ceritamu. Mungkin karena yang bercerita si Bantal, bukan si penulis yang alangkah lebih objektifnya jika mampu menjadi penengah. Oiya, pada bagian yang ada kata “biseksual”-nya itu, kurasa terlalu ‘kasar’. Tapi, salutlah dengan ke-tudepoin-an-mu dalam hal ini. Coming Out-ku jadi “mengambang” hanya gara-gara diriku kurang tudepoin dan masih terlalu menganggap isu ini sebagai hal yang saaaaangat sensitif. Diriku masih mencari komposisi kalimat yang tepat untuk pemaparan makna-makna yang cukup sensitif itu.
Hakzhakzhakz... akhirnya, dirimu nulis adegan-adegan bercinta juga... suatu kemajuan... horaaaayyyy.... *patut dirayakan...
====
NB: sebenarnya nilai tulisanmu ini 7, tapi karena saya masih ingin melihatmu besok malam, di babak selanjutnya, jadi saya tambahkan +1... hehehehehe
dhewi_re : selamat sudah selesai membuat tantangan dari jeng yosi...
wah kalau saja ini bukan tantangan, crita ini punya auranya sendiri.
sayangnya ini tantangan. fanfic dan dari asal crita yang sangat populer 'supernova'.
kalu aku baca ttg supernova 1-3 kok ya menurut aku yg terbaca adalah konsept kabbalish ya? lebih kental di sn 3 (mungkin)
jadi ini semacam cerita sendiri tanpa latar ceritanya dee sn. ada banyak perubahan yang terlalu jauh dari asal critanya. padahal fanfic adalah crita yg menjadikan "fiksi (fic) yg di sukai (fan)" sebagai latar belakang penceritaan yg 'harusnya'sudah cukup kuat. di sini tantangannya.
# tentang diva. apakah diva ada dalam latar kesadaran yang sama dengan dhimas dan ruben, kayaknya perlu dibava ulang supernovanya.
# ruben dan diva bersaudara? apa harus mereka berhubungan? menurutku dee supernova memberikan konsep diva(pelacur) dan ruben-dhimas(gay) dalam pandangan manusia-tuhan dan tuhan manusia bahkan dee menguatkan posisi diva sebagai seorang 'titisan' atau yg memiliki meta kesadaran penuh akan kehidupan dunia. [entahlah, begitu menurutku saat membaca supernova-1]
jadi konsep bersaudara dengan ruben dan ingin menikah dengan dhimas? argh *grin*
aku tidak tahu apa tantangan yang diajukan jeng yosy mengharuskan dirimu menggunakan karakter dhimas dan ruben...kalau tidak mngerti alur buku supernova paling aman menurutku, dhewy_re mengambil jalan crita yg ditulis Dhimas dan Ruben "putri dan bintang jatuh"
ps. Dhimas dan Ruben bukannya tinggal serumah, ya? *aku sudah lama pun membaca supernova hampir lupa detailnya
acung jempol untuk keberanian dhewy_re ikut tantangan
alhasil kita menunggu kereta jeng yosi kan? SEMANGAT!
-------------
cheers!
Akhirnya selesai juga. Tak mudah memang membuat sesuatu yang beru yang berbeda dengan kebiasaan kita. Entah bagaimana hasilnya, bang Super X, mbak Yosi_hsn, serta semua penantang, semoga cerita ini berkenan. Untuk berikutnya, aku mohon bimbingan^^ (Sejujurnya aku tak begitu mengerti dengan beberapa cerita di novel Supernova itu)@_@
Hari telah beranjak senja. Langit berwarna lembayung mengiringi matahari kembali ke peraduannya. Dari balik jendela samar kusaksikan semua keagungan T ... lanjut baca
Sore itu, dibawah payung langit sore, di sebuah bangku di sudut taman kota, seorang wanita sedang duduk sendiri. Namanya Fina, usianya kira-kira 22 ta ... lanjut baca
Kamu pikir kamu siapa?
Datang dan pergi seenaknya
Kamu pikir kamu siapa?
Datang dengan luka, pergi mencari suka
Kamu pikir aku apa? Bak penampunga ... lanjut baca
Langit mendung matahari murung
Sepekat mendung itukah hatimu?
Di bawah pohon itu kau berdiri
Melambai menyongsong kehadiranku
Kulihat kau tersenyu ... lanjut baca
Senja di bukit ilalang,
burung berbaris terbang berarak kembali ke peraduan
angin malam mulai merangkak menuju lembah
lembah dimana aku membisu, d ... lanjut baca
Maaf...
Bukannya aku tak mencintaimu lagi
Atau tak menyayangimu lagi
Satu yang mesti kau tahu
Telah habis waktu yang kuberikan
Untukmu memberikan ... lanjut baca
Siang ini begitu panas. Matahari seolah-olah ingin menghanguskan, meluluh lantahkan bumi. Kuseka peluh yang membasahi pelipisku. Ya Tuhan..!!kirimkanl ... lanjut baca
Mungkinkah perasaan ini adalah yang kutakutkan?
Lalu apakah perasaan ini nyata?
Atau hanya sebuah semu belaka?
Apabila ini adalah kesemuan
... lanjut baca
cinta mengaku melingkar di jari manis.
Bangga berbalut cahaya
yang menyilaukan mata.
Tidak ada yang tahu
kalau itu semua hanya pura-pura
kare ... lanjut baca
HARI itu, Imma berulang tahun yang ke-sembilan belas. Sebuah pesta sederhana diadakan di rumahnya. Beberapa teman kuliah terdekatnya nampak hadir di ... lanjut baca
Lagi suntuk karena lagi mampet ide buat lanjutin cerita nih. So, untuk sementara ikutan diari-diari-an yah ( tentu aja pake gaya bahasa asli gw yang a ... lanjut baca
Sehubungan cerita termasuk dalam buku kumpulan cerita pendek berjudul "Seratus Kata" yang akan diterbitkan, maka isi cerita ini dengan sangat terpaksa ... lanjut baca
Winglies??
The Two Best Friends Ever
Tidak ada patokan waktu pada zaman ini, tapi semua bisa memperkirakan saat yang tepat untuk bercocok tanam ma ... lanjut baca
...
Dio menghela nafas panjang. Tapi sebelum masuk ke paru-paru, udara tersebut seperti tercekat di kerongkongan. Ia menelan ludah sambil terus men ... lanjut baca
-----------------------------------------------------
Ju menatap Tha jijik. Tatapan yang sudah sebulan terakhir ini mengganjal hati Tha seperti seker ... lanjut baca
Suasana di Alexandria City sangat ramai, mungkin ini karena Alexandria City merupakan ibukota dari kerajaan Alexander. Berbagai macam orang dari selur ... lanjut baca
Bujang lapuk.
Ya, sebutan itu yang sering terlontar dari teman-teman Parjo ketika mereka berkumpul dan bercanda di sanggar. Bukan tanpa alasan kalau ... lanjut baca
Batavia, Juni 1887
‘Kakakku adalah seorang priyayi yang lebih suka dipanggil pribumi. Kakak bangga menyandang nama inlander di dirinya. Ia terpel ... lanjut baca
Fan fic ini menarik sebenernya. Hanya saja walau tokoh OOC nya hanya satu dan tokoh yang lain sesuai dengan cerita aslinya. Hanya saja endingnya membuat cerita ini dengan supernova menjadi tidak nyambung sama sekali, karena Supernova tak akan ada. Diva sungguh out of character, begitu juga dengan Dimas dan Ruben.
Mungkin saya tidak terlalu pandai menilai fanfic, hanya saja saya agak lost track dengan cerita ini. Kalau ini adalah cerita biasa, bukan fanfic, maka ini adalah cerita yang bagus.
Aku sempat bingung awalnya
Eh, ternyata itu bantal bulu angsa hehehe
Aku nggak ngerti fan fic tapi aku menikmati cerita ini. Bagus.
Mengalir dan banyak kejutannya.
Well done girl ^o^
bagus kok^^(*soalnya masi awam karna gak tahu bilang bagus aja deh)
tapi abis ku, bener menarik
wah penulisannya bagus, gak kalah bagus dengan dee.
tapi ceritanya, aku kurang setuju. diva itukan supernovanya (dicerita asli), tapi kok? bagusnya dimunculin tokoh lain, star (baca kelanjutanya supernova : akar), dia lebih pantas.
baguslah, tapi masih gak terima aku...hehehe
kalau diva mau dimasukkan dalam konflik, baiknya gak perlu tanggung-tangggung. yang ekstrem sekalian.
oke, well...
sebelumnya aku tak pernah membaca supernova ya, jadinya aku menilainya bukan sebagai fanfic. pemilihan sudut pandangnya sungguh tak terduga, entah ini bagaimana tapi sebagai karya tersendiri yang bebas aku mengucapkan salut.namun karakternya sang bantal, rasanya sedikit aneh,rasanya antara bagian awal dan akhir serta sepanjang aliran cerita ada yang kurang konsisten.
tapi tetep keren...
aku senang, wik. kamu udah berkembang dengan sangat baik. kelihatan kalau kamu pas dengan gaya bercerita dengan sudut pandang dan tema seperti ini. mengenai soal fanfic dan kecocokan karakter dengan cerita aslinya, biar orang lain yang menilai. aku cukup sebagai penikmat saja.
aahh, walopun aq blm pnh baca supernova, tp bener, aq menikmati cerita ini, bahkan sangat menikmati..
^^
sudut pandang yg unik. Dn aq juga menemukan penokohan unik.. deskripsi kamu bagus,, suka..
Sis, tampaknya dirimu tidak terlalu menguasai cerita Supernova. Sebenarnya dalam tantangan, aku tidak mengharuskan kamu mengambil novel itu sebagai fanficmu. Tapi karena sudah ditulis, aku coba mengevaluasi sedikit.
Kamu mengambil sudut pandang yang unik. Setuju dengan Noir. Kalau ini bukan fanfic, ceritanya cukup menarik. Meskipun demikian aku masih melihat beberapa kesalahan EYD dan tata bahasa. Selain itu, penggambaran plot juga terasa terlalu cepat. Banyak informasi “mengapa begini, mengapa begitu” terlewat begitu saja. Bagian yang dicetak miring menurutku lebih baik masuk ke dalam cerita.
Dari segi tantangan yang diajukan, ada dua hal krusial yang menurutku kurang kamu perhatikan, yaitu kesesuaian plot dan kesesuaian karakter tokoh asli.
Aku terkejut ketika kamu memasukkan karakter Diva sebagai selingkuhan Dhimas sekaligus adik Ruben. Berdasarkan cerita aslinya Ruben-Dhimas justru tidak pernah bertemu langsung dengan Diva (a.k.a Supernova). Hubungan mereka terjalin hanya dari dunia maya. Fanfic ini justru akan lebih sesuai kalau tokoh Diva diganti oleh tokoh fiktif (dalam tantangan kuperkenankan adanya Other Character. Kamu bisa memunculkan “adik Ruben” sebagai sang OC. Sayang kamu tidak memanfaatkan itu). Ini membuat ceritamu tidak berhubungan dengan plot asli Supernova.
Kamu juga membuat ketiga tokoh yang kamu pilih menjadi Out Of Character semua.
Diva digambarkan sebagai perempuan smart yang tidak pernah bersedia membiarkan dirinya terikat atau dimiliki oleh siapapun. Sangat tidak seperti Diva kalau dia bersedia terlibat perselingkuhan.
Dhimas digambarkan tidak pernah gamang dengan statusnya sebagai seorang gay dan beranggapan dengan tegas bahwa Ruben adalah soulmatenya. Aneh juga membaca Dhimas tiba-tiba ingin menjadi normal dan bisa bercinta dengan Diva seperti itu. Mungkin OOC Dhimas bisa dihindari kalau kamu justru bisa memunculkan dan mengeksplorasi kegamangan itu. Bagaimana dan kenapa Dhimas ingin menjadi normal, bagaimana dia bisa berkenalan dengan gadis itu lalu jatuh cinta padanya, bagaimana dia (dengan karakter seorang Dhimas) menghadapi kegamangan itu (hingga akhirnya kembali mampu meyakinkan dirinya bahwa Rubenlah yang terbaik) dan sebagainya. Sayang kamu justru kurang menggambarkan bagian tersebut.
Ruben berkarakter sinis dan dingin. Dia juga penuh semangat kalau sudah berargumentasi. Dia menjadi OOC ketika menjadi begitu emosional dengan pengkhianatan Dhimas.
Dari dua hal tersebut, aku menganggap kamu masih kurang berhasil dalam membuat fanfic ini. Aku tidak melihat kamu berhasil menggali satu sisi lain (yang tidak tergali) dari kisah asli Supernova.
Kak ceritanya asyik. Tapi ak rada bingung kok kalimat langsungnya pake katamu?Unik aj. Aku juga gak bs koMentar byk coz aku blm baca supernova.
saia ga bgitu ngerti fanfic. jadi saia menilai ini sebagai cerita biasa. penceritaannya begitu unik, penggunaan sudut pandangnya pun mengagumkan. saia sangat menikmati keseluruhan cerita, ini cerita yang sangat bagus! semoga sukses! =)
Wahhh ... mengagumkan sekali karya kamu yang satu ini.
gak nyangka perkembangan kamu sehebat ini .
BRAVOOO
Bagus namun tidak sesuai tantangan... ahh... seandainya saja... seandainya saja tidak OOC, maka aku akan sangat senang memasukkan cerita ini ke blog kontraksi ^^
Pokok'e mak'nyus bacanya..
Lam knal ya ^_^
suspense di awalnya terasa kurang...
membuatku sebenarnya tak ingin melanjutkan,,,
aku berharap ada ledakan...
ternyata datar mbak...
blum masuk ke tahap show...
sama dgku
hehehe
Wah..cerita yg unik, menarik, rumit, dan berending yg menyenangkan...hehe
Wah..idenya buagus skali ya...
Cm, dr awal mpe ekhir gak disebutin ni kira2 siapa yg memerankan aku (yg bercerita dlm cerita ini)?...
Lihat semuanya pada memeluk.., kayaknya yg bercerita ni hewa piaraan yah...hehehe
(maap kalo salah)
^_*
ide cerita sih udah jamak, yg membuat menarik adalah 'si aku' sebagai si empunya cerita (spt kata mbah yus ... lagi) ... bagus ...bagus ... lanjut !
Deg-degan sayah...
Aneh, kok malah saya yang deg-degan selama membaca tulisanmu, wik.^^ deg-degan membayangkan komentar mbak Yosi. (trauma waktu diriku dikomentari miss worm untuk hasil tantanganku, hehe... piss, miss)
Baiklah, walaupun saya sudah lupa (hampir 70 persen) isi novel Supernova (yg pertama), saya ngerasa ceritamu ini enggak supernova (tapi superdewi, hehehe). Pointmu adalah dalam pengambilan sudut pandang, dan gaya penceritaan. Olwes like it, diriku^^ huhu, si Bantal keren banget di sini. ;p
Secara saya gak ngerti soal fanfic, saya hanya mengomentari ini sebagai, katakanlah, karya yang mandiri.
Tapi, masih ada beberapa kritik (kalo boleh dibilang kritik) untukmu:
biasa, masalah ejaan blah blah blah... masi ada yang salah2 kUtik de-es-be
geledek-mu itu lho, Nduk, kenapa ndak jadi halilintar, atau petir (biar lebih supernova gitu loh)
Dhimas kok hobi nonton sinetron sih? Ndak terima, sayah...
si tanda pemisah-mu, kenapa harus gini ^_^ ? (soalnya, waktu saya bikin yg aneh2, miss worm komen juga, hehehe...)---maap, gak penting yaks?
wik, rasanya kamu terlalu “memaksakan” ideologimu tentang kaum gay, tentang kodrat blah blah blah... gak apa-apa sih, hanya, di sini kamu kurang halus menghayutkannya dalam alur ceritamu. Mungkin karena yang bercerita si Bantal, bukan si penulis yang alangkah lebih objektifnya jika mampu menjadi penengah. Oiya, pada bagian yang ada kata “biseksual”-nya itu, kurasa terlalu ‘kasar’. Tapi, salutlah dengan ke-tudepoin-an-mu dalam hal ini. Coming Out-ku jadi “mengambang” hanya gara-gara diriku kurang tudepoin dan masih terlalu menganggap isu ini sebagai hal yang saaaaangat sensitif. Diriku masih mencari komposisi kalimat yang tepat untuk pemaparan makna-makna yang cukup sensitif itu.
Hakzhakzhakz... akhirnya, dirimu nulis adegan-adegan bercinta juga... suatu kemajuan... horaaaayyyy.... *patut dirayakan...
====
NB: sebenarnya nilai tulisanmu ini 7, tapi karena saya masih ingin melihatmu besok malam, di babak selanjutnya, jadi saya tambahkan +1... hehehehehe
Aku belum pernah baca "Supernove", sayangnya!! Jadi gak bisa kasi komenatr panjang-panjang nih!!
Tapi menurutku, mbak Dewi sudah cukup berhasil dalam hal ini ^o^
keren... speechless...
dhewi_re : selamat sudah selesai membuat tantangan dari jeng yosi...
wah kalau saja ini bukan tantangan, crita ini punya auranya sendiri.
sayangnya ini tantangan. fanfic dan dari asal crita yang sangat populer 'supernova'.
kalu aku baca ttg supernova 1-3 kok ya menurut aku yg terbaca adalah konsept kabbalish ya? lebih kental di sn 3 (mungkin)
jadi ini semacam cerita sendiri tanpa latar ceritanya dee sn. ada banyak perubahan yang terlalu jauh dari asal critanya. padahal fanfic adalah crita yg menjadikan "fiksi (fic) yg di sukai (fan)" sebagai latar belakang penceritaan yg 'harusnya'sudah cukup kuat. di sini tantangannya.
# tentang diva. apakah diva ada dalam latar kesadaran yang sama dengan dhimas dan ruben, kayaknya perlu dibava ulang supernovanya.
# ruben dan diva bersaudara? apa harus mereka berhubungan? menurutku dee supernova memberikan konsep diva(pelacur) dan ruben-dhimas(gay) dalam pandangan manusia-tuhan dan tuhan manusia bahkan dee menguatkan posisi diva sebagai seorang 'titisan' atau yg memiliki meta kesadaran penuh akan kehidupan dunia. [entahlah, begitu menurutku saat membaca supernova-1]
jadi konsep bersaudara dengan ruben dan ingin menikah dengan dhimas? argh *grin*
aku tidak tahu apa tantangan yang diajukan jeng yosy mengharuskan dirimu menggunakan karakter dhimas dan ruben...kalau tidak mngerti alur buku supernova paling aman menurutku, dhewy_re mengambil jalan crita yg ditulis Dhimas dan Ruben "putri dan bintang jatuh"
ps. Dhimas dan Ruben bukannya tinggal serumah, ya? *aku sudah lama pun membaca supernova hampir lupa detailnya
acung jempol untuk keberanian dhewy_re ikut tantangan
alhasil kita menunggu kereta jeng yosi kan? SEMANGAT!
-------------
cheers!