Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
Awal Juni 2008, ayah mendapat kiriman e-mail dari beberapa sahabat. Bukan kiriman e-mailnya yang luar biasa, karena ayah setiap hari akrab dengan beragam e-mail dari berbagai mailing-list yang ayah ikuti. Yang luar biasa sekaligus biasa-biasa saja adalah isi e-mail itu. Barangkali kelak jika kamu beranjak dewasa, cahaya mataku, e-mail sejenis tidak bisa kamu temukan lagi. Karenanya, ayah mencoba mengabadikan e-mail itu lewat catatan cinta seorang ayah ini.
kanda memang laki-laki yang menjadi juru bicara kaum perempuan, yang mampu memahami dan merasakan perasaan perempuan, selanjutnya menyampaikan pesan2 secara lembut namun tegas.
tidak perlu takut dalam menganalisa, saling menghubungkan satu data referensi dengan data lainnya. Pernah membaca GutFeelings? Ya, karya ini bukanlah karya yang super bestseller, tapi ini adalah buku terbaik yang pernah kubaca (menurutku). Mungkin khris pernah membaca beberapa kutipan GutFeelings di tulisanku, ya, buku oleh Gerd Gigerenzer ini jika ditinjau dari data referensi, memiliki daftar pustaka lebih dari 200, mencapai hampir 300 buku. sedangkan tebal buku ini sendiri hanya 269 dan itu sudah termasuk halaman-halaman daftar pustaka.
intinya, padat, penuh alasan, mudah dimengerti, penuh argumentasi. Cinta juga butuh logika lho Khris, itu menurutku. mengenai penulisannya sendiri, aku pun bukan ahlinya dan kukira sudah dibahas komentar2 di bawah.
Tulisan ini persembahan untuk ibundaku terkasih Shafia Pahlevi Al-Makassari, dan putriku Shahreena Adenia Pahlevi. Sembah cinta dan sujud sayang dariku.
Sahabat kemudianers, esai ini bermaksud menjadi bagian dari buku Catatan Cinta Seorang Ayah.
Karena belum tahu menggunakan tag HTML untuk footnote, maka jadilah sesederhana ini adanya. Mohon saran dan kritiknya.
matahari puku dua menusuknusuk kepala
seperti embun: tawamu yang berisi airmata
menguap begitu saja
-tanah pecah bersama angin rebah-
bukan engk ... lanjut baca
mari, kemari, sayang
kita lukis sketsa sejarah pada paha dan payudara
segera kemasi hurufhuruf, katakata dan kalimat
jangan lupa puisi di laci ... lanjut baca
Malam ini, cahaya mataku, telah sembilan bulan lima hari kamu didekap rahim bundamu. Malam ini, waktu lelap dalam semesta senyap. Ada semangat yang di ... lanjut baca
Tidur, cahaya mataku, tidurlah tenang. Tidurlah tenang dalam lembut rahim bundamu. Mungkin kamu sudah tak sabar terkungkung dalam dunia sempitmu ... lanjut baca
pada sepertiga perjalanan malam. aku terjaga di tikungan
mimpi baru saja mengetuk pintu igau. kutanak perih
sampai mendidih. dicampur kopi: kutuang ... lanjut baca
11/06/2005
Bulan menyempurnakan cahayanya, cahaya mataku, ketika ia melintas di jendela. Ia bergegas nangkring di pucuk-pucuk daun turi. Ia melinta ... lanjut baca
biarkan aku melihatmu diamdiam dari kejauhan. menjelang
khuldi membakar birahi. bukan serupa Adam dan sepotong iga. yang dicuri Hawa pada sehelai sor ... lanjut baca
belum berangkat ke peraduan matahari itu, sayang
petang masih membentang di batas pandang
bibirmu yang kusinggahi di belakang bayangbayang
"men ... lanjut baca
Semua telah tiba pada ambang
yang tak bertepi, pada sisi kelam
sepotong roti dan sepotong lilin yang sunyi
ketika tembang mengambang di antara
sih ... lanjut baca
Mereka bilang pelajaran itu menyusahkan..
Padahal.. Ada sesuatu yang lebih rumit dari itu..
Sesuatu yang tidak bisa dipecahkan oleh rumus fisika..
... lanjut baca
Sering kali batas antara cinta dan persahabatan itu sangatlah kecil, hanya tertutup tirai yang samar dan teramat tipis. Membuat kita terkadang salah m ... lanjut baca
Tak seperti biasanya
Malam ini begitu mengusik sepiku
Menjebak aku dalam sumur kekosongan
Seakan jiwaku tak lagi ada batas dan tepi
Tak bermuara l ... lanjut baca
Sehari...
kita terjebak dalam perjalanan yang sama
menjejakkan langkah yang akan menjadi awal
mungkin akan menjadi kisah
entah hanya secarik sampa ... lanjut baca
Sebening apakah matamu jika embun di ujung perdu
Menarilah kelopak bunga warna matamu sebening air
Matahari yang menuntun ke ufuk bibirmu merekah
D ... lanjut baca
121. * Aku Dan Perempuan Bernama Wiee *
kepada : Dhewie Nurul Ainie
dia yang terpahat di detak jantung-ku
setia menata ritma terjaga
kelepasan ... lanjut baca
Tulisan ini sangat menginspirasi. Sebagian telah aku baca dari sumbernya, tetapi bagian yang lain adalah khazanah ilmu yang bertambah.
Walaupun bukan kategori cerita, tapi tulisan ini layak diapresiasikan.
aku selalu tergugah dengan tulisanmu bang.
khris..khris..
caramu memahami wanita itu bener2..
fiuh..
no words to say..
yg paling seneng di bagian penjelasan wanita itu dari, tulang rusuk..
bukan dari tulang kepala, ataupun dari tulang kaki..
bener2 muantaps filosofinya..
LUAR BIASA!!.. Apalagi ketika membaca hitung2an biaya sang Bunda kepada anaknya.. Rasanya pengen nangis saya.
Kasih Ibu MEMANG tak AKAN bisa terhitung jumlahnya..
good job mas...menyentuh hati . ini karya mas lagi ya...yang nunjukin begitu cinta na mas sama bunda na =)
bund na pasti sayang banget juga sama mas, dan kalo baca ini pasti terharu banget dan bangga.
salut deh..
kanda memang laki-laki yang menjadi juru bicara kaum perempuan, yang mampu memahami dan merasakan perasaan perempuan, selanjutnya menyampaikan pesan2 secara lembut namun tegas.
ingat ibu!!!
mas.. kamu dari LSM mana sih,, selalu membela wanita...
heheh
Kalau soal ongkos2an itu aku pernah baca. Cuma lupa dimana.
Secara keseluruhan tulisan ini menjadi sebuah wacana yang menarik.
Hidup dalam memaknai kehidupan!
tidak perlu takut dalam menganalisa, saling menghubungkan satu data referensi dengan data lainnya. Pernah membaca GutFeelings? Ya, karya ini bukanlah karya yang super bestseller, tapi ini adalah buku terbaik yang pernah kubaca (menurutku). Mungkin khris pernah membaca beberapa kutipan GutFeelings di tulisanku, ya, buku oleh Gerd Gigerenzer ini jika ditinjau dari data referensi, memiliki daftar pustaka lebih dari 200, mencapai hampir 300 buku. sedangkan tebal buku ini sendiri hanya 269 dan itu sudah termasuk halaman-halaman daftar pustaka.
intinya, padat, penuh alasan, mudah dimengerti, penuh argumentasi. Cinta juga butuh logika lho Khris, itu menurutku. mengenai penulisannya sendiri, aku pun bukan ahlinya dan kukira sudah dibahas komentar2 di bawah.
terharu
tak jemu menata cinta, tak berhenti mengeja cinta. sungguh, tulisan mas khrisna ini penuh dengan pesan moral tanpa berkesan menggurui.
wow, suka sekali saya dengan tulisan ini