Hadiah Untuk Ibu

Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting

“Hei…! Apakah kamu sudah berbakti terhadap Ibumu?” tanya suara dalam mimpiku.

Aku terbangun, mengucek mataku dengan punggung tanganku. Menyingkapkan sarung yang masih membelit kakiku dan segera terduduk dipinggiran tempat tidurku, seraya berpikir mimpi apa aku tadi?

Aku lihat Ibu sedang memasak, mungkin nasi. Ayah pasti sudah ke Langgar untuk sembahyang. Masih subuh matahari belum bersinar. Aku kembali rebahan, mataku sayup kembali tertidur.

Rating

164
points
Views: 2 reads
Comments: 0
Rating:
82

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here
man Atek's picture
man Atek at (22 weeks 4 days yang lalu)

wach ... inspiratif sekali
impian jadi kenyataan
sip sip !

145's picture
145 at Sedikit saran untuk isi (22 weeks 3 days yang lalu)

Karena tema yang diangkat berawal dari mimpi si tokoh utama, rasanya deskripsi tentang keseharian sang tokoh lumayan melebar, sehingga di tengah cerita jadi lebih dominan, atau mungkin juga sebaliknya paparan tentang mimpinya yang kurang.

Lalu untuk ending, rasanya cukup mengecilkan arti bakti kepada orang tua.

dirgita's picture
dirgita at *manyun* (22 weeks 3 days yang lalu)

Di awal-awal, ceritanya begitu menggugah (apakah aku berlebihan menggunakan kata itu?)
Di tengah-tengah, aku seperti balik lagi ke masa sepuluh tahun lalu. Gaya bahasanya khas cerpen anak!
Di akhir-akhir. Manyun. Weleh, endingnya....

Tapi, BAGUS!!!

aris jokiez's picture
aris jokiez at ehem... (22 weeks 3 days yang lalu)

BAGUS!!!

Alfare's picture
Alfare at (22 weeks 3 days yang lalu)

Bagus, hanya ada kesan kalau penceritaannya tidak alami. Kalau didiskusi, menurutku bisa ada semacam jarak antara cara berpikir tokoh dengan kenyataan yang dihadapinya.

Dan betul. Tamatnya enggak ngeh.

benz's picture
benz at sayang.. (22 weeks 3 days yang lalu)

Aduh, kok aku jadi nggak enak gitu ya begitu sampai di endingnya.. "Hahaha.." nya anak itu malah mengurangi rasa simpatiku terhadapnya (yang telah dibangun dengan baik oleh penulis). Dan memang kurasa suasana yg ingin digambarkan adalah itu. Tapi kenapa malah anak itu jadi terkesan sombong dan angkuh begitu ya. Jadinya kurang sinkron aja gitu dengan deskripsi dan pembangunan karakter di awal-awalnya. Pun jadinya tujuan dari cerita ini kurang jelas.

Peralihan - dari si tokoh utama dipilih untuk mengikuti lomba cerpen, ke-saat dia menang, nggak enak banget. Bukan karena tiba-tiba dia udah menang aja gitu, tapi kalimat penghubungnya yg kurasa nggak pas.

Dialog juga - menyedihkan (maaf ya mas Bam), tapi untuk seorang penulis seperti mas Bam (yg kuanggap sudah mengerti trik-trik penulisan cerita), menulis dialog yang 'standar percakapan manusia seharusnya' begitu sungguh mengecewakan. Untuk apa menuliskan dialog yang pembaca sudah ketahui akan seperti apa (lontaran kata- dan jawaban si orang yang diajak bicara). "Yang itu apa lagi?" ; "Amplop." ; "Amplop apa?" ; "Aku nggak tahu, Bu." ; "Belum kamu buka?" ; "Belum." ; "Coba kamu buka!" ; "Ibu saja yang buka."

Maaf ya mas kalau saya sok tau.. ^_^

mbahYus's picture
mbahYus at (22 weeks 3 days yang lalu)

Wah..bener2 bener terharu membaca cerita ini...
Sebuah potret kehidupan...

cerita yg bagus Mas Bamby.. ^_*

mel's picture
mel at (22 weeks 2 days yang lalu)

haa, bagus banget Om.
endingnya bikin aku ikutan ketawa.. jadi mengaburkan inti ceritanya. yang lainnya udah sangat bagus dan pas!

dewi pujangga's picture
dewi pujangga at (22 weeks 2 days yang lalu)

cuma ingin bilang bahwa ide itu datangnya bisa darimana saja.....terus menulis ya Om apa Mas bamby...secara kamu adalah Idola wie.....

Arra's picture
Arra at (22 weeks 2 days yang lalu)

mas.. otakmu banyak banget idenya.. salut!!,,, tapi yang bagian akhir,, kurang greget nih mas...

loushevaon7's picture
loushevaon7 at bagus (22 weeks 1 day yang lalu)

tapi judulnya kayaknya kok kurang pas ya?

Rijon's picture
Rijon at (22 weeks 15 hours yang lalu)

Banyak yang masalahin ending ya??

Tapi aku cukup sreg kok sama endingnya.... ^O^

Still, great job Bang Bamby....

Bamby Cahyadi's picture
Bamby Cahyadi at Biar pas 100 (22 weeks 15 hours yang lalu)

Terima kasih buat sidang pembaca yang terhormat (hehehe bahasanya kayak generasi Balai Pustaka banget ya?) atas kritik, saran dan waktunya untuk membaca cerita ini.

Judulnya diganti dengan yang lebih "sejuk" agar nuansa di Judulnya (semula: rejim Ibu) yang "provokatif" tidak mempengaruhi isi cerita ini.

GodelivaSilvi's picture
GodelivaSilvi at enyak (22 weeks 13 hours yang lalu)

enyak mas baca ceritanya, ngalir banget, mas Bam bangeeet...

(jadi inget bulan ini belum transfer untuk ibu.. ;D)

eamiru's picture
eamiru at (21 weeks 6 days yang lalu)

Oh... i miss my mom...

smallvillien girl's picture
smallvillien girl at hadiah untuk ibu (21 weeks 5 days yang lalu)

sosok ibu emang sangat berarti buat kita mudah-mudahan saya bisa memberikan yang terbaik buat ibu saya thanks ya.......

langit_septa's picture
langit_septa at (21 weeks 18 hours yang lalu)

mengharukan, lembut mencerna jalan ini, kalimat yang ditawarkan khas banget mas, sederhana, bersahaja, dan bermakna

seneng bc ceritamu mas..

x_zombie's picture
x_zombie at (20 weeks 6 days yang lalu)

ini keren Mas Surip.. upf Mas Bam, sumpeh deh...

akhir2 ini gw suka sama kisah kehidupan, apalagi masa lalu..

Emaa.......k

estehpanas's picture
estehpanas at (20 weeks 7 hours yang lalu)

hakhakhakhak mas bam.
ekspressi terakhir bikin ngakak ni.

keren ceritanya.
kereeennnn....

siip...

baca lagi ah...

Youlee's picture
Youlee at Wuiiiihhh... kereeen (18 weeks 6 days yang lalu)

Cerita yang sederhana tapi bermakna, mengalir secara alami..
Tapi kayaknya iklan delivery service restoran cepat saji kurang pas di masukin ke situ kang.. hehe.. punteun yah protes dikit