Aku merenung dengan selimut malam
Memikirkan dirimu yang terbengkalai sendiri di rumah
Aku hanya menyampaikan kata rindu
Dari tiupan angin malam
Berharap engkau bisa menerima
Salam rindu yang tlah ku kirim
Aku ingin bersama - samamu
Disaat selimut malam dingin dengan sepi ini
Kaulah selimut malam yang bisa menghangatkanku
Datanglah engkau ke sini
Menyelimuti sepinya malamku
Rating
75
points
Views: 1 read
Comments: 0
Rating:
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
puisinya bagus cuma kok agak lale kedengarannya???????
dua bait awal bagus de...
selanjutnya terkesan maksa
elh-eleh... Ridho memainkan rindu...!
bagus, pada bait awal dan penutup, Ridho berhasil mengemas kata-kata dengan cantik.
Hanya sajaa, pada bait ketiga, perulangan kata "menerima" di akhir baris pertama dan awal baris kedua, malah mengurangi makna.
terus bertumbuh sahabat, jangan berhenti menulis!
waaaaaaauuww... wafi merindu!
sekarang sudah jauh membaik pemilihan katanya, juga sudah lebih teliti pengetikannya..
coba sertakan renungan dalam puisimu, atau merenung sebelum menulis, mungkin bisa membantu..
maaf sebelumnya,
mau tanya, apakah tulisan ini dibuat dalam keadaan mabuk (bukan berarti mabuk minuman, lho)?
karena ada kecenderungan yang berlebihan pada sesuatu di dalam isinya. selain itu
inti ceritanya kok ga jelas.
duh, bener2 mewakili perasaan gw yg pacaran LD nih.
very good bro
Wah.. Wafi lg merindu nich... yes.. dek hati2 ya.. control diri.... anak muda nich soalnya...
Yuk tak peluk, pasti kamu g kedinginan lagi, hehehehehe
Cie....puisinya adek Alwa romantis.
Romantis..
tapi setuju dengan prince adi..
bait awal terasa berbeda..
tapi selanjutnya sama seperti puisi romantis lainnya..
salam kenal..
wahai orang yg berselimut!
Bangkit segera!
Langkahkan kaki ambil wudhu!
Hadapkan wajahmu... pada Rabb mu!