Lampion aliri saja matahariku
Saat setiap harinya membuatku terasa seperti menginjak jarum
Jatuhkan aku disitu,
dalam kelamnya sebuah ketiadaan.
Yang nantinya jadikan kesadaran itu
tercipta.
Jelaskan pada kenyataan
bahwa itu bukan tentang hati yang terpaut
Nantikan sekotak rindu yang datang
tak habisnya.
Sampai airmata yang turun bukan menjadi saksi kesedihan
Tapi, abadikan kenangan nyata
Dan dalam jerujijeruji itu saja
Kita dalam lewati kenangan malam
yang menyakitkan.
Jadi pertanyaannya: Dengan siapa kita bagi kesepian ini??
Atau aliri saja kesepian ini dengan terang lampion milikmu
Yang tersemai dalam diriku..
sendiri??
Rating
48
points
Views: 3 reads
Comments: 0
Rating:
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
Wuihhh...dr sekian lam bergabung di k.com, br skr ya posting karay..hehehe
(kuat skali nahan ga posting)
Puisina sdh bagus..
Kelugasan kalimat jadi pilihan yah..?
Terasa skali adanya sebuah ketakberdayaan keputusasaan...
Puisi adalah ungkapan jiwa..yg menghadirkan rasa penulis dan diungkap untuk menggugah perasaan pembaca..
Puisi ini sudah cukup tuk mengguga rasa pembaca...
Cm mungkin perlu dipadatkan lagi kalimat2nya..spy bisa lbh pendek dan mengena..
Juga mungkin perlu diperhatikan penggunaan riam..itu akan menjadi nilai tambah bagi keikmatan baca..
Mungkin begitu..?
Lam kenal... ^_*
hehehe daku buta soal tehnik2 puisi....
jadi nilainya ya beginilah....awam...
Entah kenapa (dari sudut pandang awam) aku kurang menikmatinya >_<
Hmm, MbahYus dah koment di bawah, dan giliran saia tinggal dikit.
Hehehe, saia cenderung bingung dengan beberapa kebijakan kamu di bait maupun baris. Sedikit saia rasakan bahwa kamu mengedepankan makna. Gimana kalo yg kamu utamakan dolo ituh adalah makna lalu dibalut dengan diksi, pengandaian, tanda baca maupun metafora.
Hal itu sering saia gunakan dalam menulis. Hehehe
Hanya kritik dari seorang newbie..
maafkan saia. kabbuuurrr...
udah ada komen 3 kawan2ku...semuanya dari sudut masing2...
hmmm. om mesti darimana nih???
oke.
sepertinya sengaja "spasinya" untuk menekan makna. dan saran om, untuk membagi sepi, panggillah sunyi, adu aja mereka agar ramai...hehehehe.
Awas, jangan lama2 di kerajaan sepi-ku!!!
@mbahyus, teliti cekali dikau?
wow makasih buat kommentnya.

one thing yang saya rasakan benar-benar ngena adalah masalah makna.
emang bener. saya lebih mendahulukan diksi daripada makna. apa yang dikepala, yang saya rasa bagus dan pas, bakal saya keluarkan. ada ide supaya makna itu jadi terasa kuat?
thanks
bagus. mengalir laju tapi sesak didada terungkap penuh makna. salut
asikkk...
no comment..
bagus.....
jatuhkanku bila memang kau mampu