Janji perempuan

84
points
"

hanya sebuah puisi. perkenan pembaca memberikan komentar sungguh melegakan. terima kasih.

"

perempuan itu masih menumbuk
batu lebih besar dari dirinya
batu menjadi kerikil sebesar ibu jari
anaknya di sebelahnya menemani menumbuk
batu lebih besar dari pahanya
batu menjadi kerikil sebesar telunjuk.

"bagaimana sekolahmu, Nak?"
"tadi ibu guru bertanya lagi"
"kapan uang sekolah dilunasi?"

perempuan itu lebih keras menumbuk
batu lebih besar dari harga dirinya
bahkan di matanya batu telah menjadi dirinya.

"nanti, Nak," janji perempuan itu
"setelah truk di sana penuh kerikil ini."

anak perempuan itu menyeka keringat
di dahinya, di dahi perempuan itu
dengan kedua tangan yang melepuh
dan penuh luka di dada.

malang, 29 juni 2008

Your rating: None Average: 7.6 (11 votes)
dikirim avian dewanto 13 minggu 6 hari yang lalu
Tag: