Mahligai yang kau gantung di sudut langit yang menyepi, senantiasa menawarkan nyeri di negeri tanpa musim.
Engkau tak bisa menanak luka di bejana mimpi, pun menjerang matahari pada abad-abad yang bermukim.
Sekali waktu engkau mencoba mengeja rerupa derita, ia bukanlah hamparan ilalang yang meniadakan kata-kata.
Hanya sulur-sulur di pematang yang membatas pada asa, mengikat bait-bait dahaga pada belikat di ujung masa.
Engkau hanyalah buluh dalam paras jejaka yang merona, menghamba setia cahaya pada keluasan jagad yang fana.
Sedang aku hanya camar yang memasrah kepak di ujung telaga, pada purnama yang tergeletak di dermaga.
Lalu apakah salah seandainya aku takkan berhenti memetik dawai-dawai kecapi, melagukan kidung ketika hujan meluruh bumi, untuk menghiburmu ?
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
nice job brother!!
beruntung skli pangeran kecilx punya kk sprti wie ^^
Menjadi yang terbaik adalah baik, membuat orang lain bahagia adalah pahala. hidup harus saling memberi.
jangan hentikan petikan dawai kecapi itu, dan lalgukan selalu kidung ketika hujan meluruh bumi... untuk menghiburnya...
waww...kata2nya keren!!!
punya kamus kosakata indo ya? hehehe...
mantaplah! secara jadi semakin sayang nih punya yayang seorng penyayang.
hehehehe.... nulis kayak gini ada yang marah gak ya...!
Puisi yang ditujukan untuk Princeadi kah?
Kalau betul. Dengan puisi ini, pesannya sangat indah.
pesannya membuat saya luruh
Wiiuwww...
Manis skali puisinya....
Bgmn ya rasanya kalo puisi ini bener2 dinyanyikan..?
(seperti judulnya tuh...hehehe)
^_*
lelantun kata yang mengalun dengan hamburan metafora yang tak mengaburkan makna..
salah-benar cuma masalah cara pandang saja kawan..
untungnya mbak di luar range...
-2
wuihhh....... dahhsyat,.........
i just wont to intruduce my self....
gokil.. gak ada kepedihan yang tak berujung...di kala hari semakin Larut ..hingga dunia menutup mata....
he eh ehe he
seepp...
kalo suara saia bisa kaga yak?
ahak..hak...hak...
mmmm...Keren Jeng...
ajari aku donk jeng
bagi ilmunya dikit napa mb.wie..???
Assalamualaikum?
Karya ukhti memang bagus, dengan karakter penulisan dan gaya bahasa yang mendayu, membuat puisi ini enak dinikmati.
hmm..
indah
buka keadaran petik nikmat .... baca karyamu yang ini dada jadi lapang rasanya ... sungguh ! apik dan rapi, sis !
aku merayu teruntuk dahaga embun ketika sesaat pagi terbakar mentari yang luluhkan semua murni yang tengah bermadu...bahasamu membuatku cemburu....
jadi keinget lagunya wali.. puisi yang keren dewi..
bagus...
merdu...
nyaris...
Puisi yang bagus...
Rangkain kata-kata yang indah!
diaku tak pernah salah
menghibur perindu
yang hanya
membisu
gagu
malu aku,
berkata mau
kamu emang paling bisa, Wie...