Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
Panggung untuk acara inagurasi sudah nampak dari kejauhan, sedari jalanan sebelum memasuki gerbang kampus. Dan suara bising anak-anak yang sedang cek alat sekaligus latihan terdengar cukup mengerikan di tengah hari yang panas ini.
Ah, lagu--sialan--itu lagi! Aku lupa judulnya, dan sama sekali tak menyesal membiarkan memoriku menghapus ingatan tentangnya. Sambil memarkir sepeda motor, batinku bersungut seperti telah lama memusuhi suara itu.
huhuhu.. dan kenapa pula mesti lagu itu yah?
oh be-te-we, bagian gadis di mimpi rada kecepetan temponya, Dun. mending--*sok tau mode on*--diulur dikiiit aja, biar degdegannya lebih berasa
Tapi horrornya belum terasa, kayanya pada bagian deskripsi perlu ditambahkan lagi aura ketegangannya (tapi beneran udah bagus...)
btw bagian "tiba-tiba seorang gadis muncul, dan tidak ada... " meskipun ini dalam mimpi, karena menggunakan POV orang pertama rasanya agak janggal juga.
Dadun menulis horror!
Seperti biasa, ceritanya mengalir lancar. Hanya saja ketegangannya akan lagu itu belum terlalu berasa. Mungkin bisa ditambahkan ekspresi teman2 di kelas, kepanikan si tokoh, kemunculan si gadis yang perlahan, sehingga lebih mengerikan. Tapi bagus kok ^^
Dun, kau hebat. Aku justru merasakan kengerian dari cerita ini. Horor psikologis yang hebat. Kalau ini tantanganmu, kamu sudah lulus cum laude.
Sayang ini bukan tantanganmu siii...
aku merasakan kegalauan psikologis dari tokoh utama. Semacam phobia mendadak dan gangguan dalam pikiran /shizoprenia yang dialami oleh hero. Aku bakal optimis dengan tantangan kita.
Belum terlalu baik sih bahkan untuk ukuran horor psikologis - kalo pake istilahnya Hikikomori. Gua merasa masih terlalu datar aja nih bro...maaf ya.
Mungkin kalau cerita ini ditulis sama orang lain dapat dikatakan bagus, cuma karena yang menulis bernama Dadun - yang terbiasa menuliskan sesuatu dengan luar biasa - rasanya cerita ini kok kurang banget ya...
Cerita abang bagus-bagus,Gabby, Ah ternyata abang mengikuti juga to. hehehehe
Cerita horonya kurang mencekam. Malah terasa datar. Mimpi yang engkau gambarkan pun tak membuat buluku begidik. malah tak bayangin tu cewek secakep Luna Maya, hahahaha..
Maafkanlah keawaman manusia gua ini... saya tak tahu Gabby itu siapa, dan baru ngeh pas baca cerita ini....Haha (sambil cari2 di google).
Dadun, gaya penceritaan kamu disini mulai terasa... mmm... familiar buat saya. Saya suka dengan endingnya yang menggantung tapi bikin merinding.... Kelemahannya mungkin cuma karena tempo aja kali ya? Sebaiknya tempo cepat cuma digeber pas adegan klimaks aja.
Hi Dun, slm kenal, gw jg di Bandung.
Ko rasanya jauh lebih serem baca tulisan lo ya dari pada dengerin rumor2 serem yg beredar. Di bagian tengah bener2 menegangkan.
Maap banget, buat ukuran horor, menurutku eksperimen horormu ini kurang horor. Aq kurang ngerasain unsur serem di dalamnya, adrenalin kurang naik. Adegan awal terkesan lambat, ke tengah agak naik tapi justru di akhir aq kecewa.
Malah aq lebih ngerasa ini lucu, apalagi pas tokoh 'aku' ngelempar speaker ke si 'gadis' dan tepat mengenai kepalanya. Pas baca, aq ngebayangin adegan itu. Cewek yang rambut panjangnya nutupin muka terus ketimpuk speaker, jadi kebayang film parodi macam scary movie...^_^
horor juga...
tapi saya bukannya terbawa oleh ketakutan yang anda alami tapi terbawa oleh kebencian yg anda gambarkan terhadap lagu itu,
menurut saya lumayan kok lagunya...
yah namanya dunia usaha pake jalur apapun untuk pemasaran
Di Hollywood sono,ada film plesetan dari film2 horor yg udah terkenal kehororannya, judulnya 'scarry movie'. Di Indonesia juga pernah ada film serupa bergenre parodi horor judulna 'film horor'.
Maka,kalo di dunia cerpen ada genre serupa. Cerpen kamu ini termasuk ke dalamnya.
SURYA merasa sangat bahagia saat terjaga pagi itu. Tak banyak buang waktu, dia pun segera bangkit, membersihkan dan merapikan diri sesempurna mungkin ... lanjut baca
“PA, lihat daster mama nggak?” tanya mama pada papa seusai mandi sore itu. “Itu lho, daster warna ungu gradasi ke merah muda.”
“Enggak. ... lanjut baca
HARI itu, Imma berulang tahun yang ke-sembilan belas. Sebuah pesta sederhana diadakan di rumahnya. Beberapa teman kuliah terdekatnya nampak hadir di ... lanjut baca
PAGI yang menakjubkan. Langit ceria, embun sedikit memberikan kemilaunya pada ujung runcingnya daun. Matahari sedang jatuh cinta, nampak dari raut w ... lanjut baca
Mobil Tyas menepi di dekat warung kopi di daerah pegunungan yang akan dijadikan lokasi pengambilan gambar terakhir untuk stock shot proyek film doku ... lanjut baca
SEMAKIN hari, semakin banyak saja jenis manusia absurd di dunia ini. Tuhan telah menciptakan dua jenis dari manusia, laki-laki dan perempuan, tapi ... lanjut baca
BEGITU tiba di kontrakannya, Hendra yang baru pulang kerja malam itu langsung berlari ke kamar mandi yang letaknya di bagian belakang. Sebelumnya, d ... lanjut baca
Seperti inilah semuanya berproses; tanpa melibatkan satu unsur kesengajaan, saya dan kamu berkenalan dengan tidak menyebut nama satu sama lain secara ... lanjut baca
KATA orang, diam itu emas. Tapi bukan karena alasan itu Dian menjadi gadis pendiam. Tekanan-tekanan semu dari kedua orang tuanya cukup andil dalam h ... lanjut baca
TAK banyak yang kulakukan selama dua jam ini. Aku hanya memandangi wajahku—yang tak pernah terlihat lebih baik—di cermin. Pipi tembem ini, jerawat ... lanjut baca
biarkan aku melihatmu diamdiam dari kejauhan. menjelang
khuldi membakar birahi. bukan serupa Adam dan sepotong iga. yang dicuri Hawa pada sehelai sor ... lanjut baca
Disini mulai terlihat tanah tandus
Bagai kulit kepala beramput kaktus
Air hanya sesekali dapat dinikmati
Ditengah - tengah badai pasir
Disini te ... lanjut baca
Tak jarang kita berdua bertemu sekedar untuk ngobrol, ngopi, ataupun nonton bioskop. Jujur dekat dengan dirinya gue ngerasa nyaman banget. Jauh lebih ... lanjut baca
Serabut Ilalang
Suatu kali, aku pernah terdampar di sebuah tempat yang aneh. Tempat itu ramai, banyak orang dan sangat berwarna. Semua orang memak ... lanjut baca
Created by Rizky - 2006
“SOS... SOS... KM kerapu 23-ZN masuk, ganti,” namun tak ada satu suara pun yang menyahut.
“Kapten! bagian lambu ... lanjut baca
Pesta pernikahan mpok Lela dan mas Suratmo digelar secara meriah dengan adat Jawa mengikuti permintaan kekasihnya dan diadakan dirumah mpok Lela.
M ... lanjut baca
Lalu lintas Jakarta masih juga padat, padahal malam sudah bergerak. Dari balik helm aku mencari selah-selah tersisa diantara kendaraan roda empat untu ... lanjut baca
Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta.
Sabtu, 28 Februari jam 7 pagi.
Udara pagi masih menyelimuti. Matahari yang terhalang awan belum jug ... lanjut baca
Saat semua panitia Perkosakata, sibuk dengan aktivitas dan segala huru-hara persiapan acara tersebut, apa yang bisa kita lakukan di Surabaya?
JAWAB ... lanjut baca
minta pendapat, kritik, dan sarannya yah kk-kk semua, ini keseluruhan kerangka cerita yang aku mau tulis.
Kronologi cerita Race of Glory
Uruta ... lanjut baca
dadun, endingnya ngagetin >.<
huhuhu.. dan kenapa pula mesti lagu itu yah?
oh be-te-we, bagian gadis di mimpi rada kecepetan temponya, Dun. mending--*sok tau mode on*--diulur dikiiit aja, biar degdegannya lebih berasa
dun.. selalu.. bisa buat cerita dari apapun yah...
Tapi horrornya belum terasa, kayanya pada bagian deskripsi perlu ditambahkan lagi aura ketegangannya (tapi beneran udah bagus...)
btw bagian "tiba-tiba seorang gadis muncul, dan tidak ada... " meskipun ini dalam mimpi, karena menggunakan POV orang pertama rasanya agak janggal juga.
baru sempat nonton tentang lagu ini hari minggu kemarin. Aku kira imr_aja yg bakalan angkat ini dalam tulisan. ternyata dadun..
he.he. keren endingnya
----------------
cheers!
Dadun menulis horror!
Seperti biasa, ceritanya mengalir lancar. Hanya saja ketegangannya akan lagu itu belum terlalu berasa. Mungkin bisa ditambahkan ekspresi teman2 di kelas, kepanikan si tokoh, kemunculan si gadis yang perlahan, sehingga lebih mengerikan. Tapi bagus kok ^^
Dun, kau hebat. Aku justru merasakan kengerian dari cerita ini. Horor psikologis yang hebat. Kalau ini tantanganmu, kamu sudah lulus cum laude.
Sayang ini bukan tantanganmu siii...
aku merasakan kegalauan psikologis dari tokoh utama. Semacam phobia mendadak dan gangguan dalam pikiran /shizoprenia yang dialami oleh hero. Aku bakal optimis dengan tantangan kita.
Gabby tuh penyanyi yang bunuh diri itu kan?
Belum terlalu baik sih bahkan untuk ukuran horor psikologis - kalo pake istilahnya Hikikomori. Gua merasa masih terlalu datar aja nih bro...maaf ya.
Mungkin kalau cerita ini ditulis sama orang lain dapat dikatakan bagus, cuma karena yang menulis bernama Dadun - yang terbiasa menuliskan sesuatu dengan luar biasa - rasanya cerita ini kok kurang banget ya...
aku suka ajah.
Jauh kau pergi tinggalkan ku sendiri...
heheheheh
suka dengan ide ceritanya ketepatankan tuhh lagu lagi diperbincangkan...but benar kurang horornya kurang berasa. Maaf y but keep writing...
Setelah "Daster", menuRuT 9w ini juga HOROR banged..
ck ck ck
daduN, ada gag c yang gag bisa??
Abang DADUN.
Cerita abang bagus-bagus,Gabby, Ah ternyata abang mengikuti juga to. hehehehe
Cerita horonya kurang mencekam. Malah terasa datar. Mimpi yang engkau gambarkan pun tak membuat buluku begidik. malah tak bayangin tu cewek secakep Luna Maya, hahahaha..
Endingnya tak terkira,,,
Maafkanlah keawaman manusia gua ini... saya tak tahu Gabby itu siapa, dan baru ngeh pas baca cerita ini....Haha (sambil cari2 di google).
Dadun, gaya penceritaan kamu disini mulai terasa... mmm... familiar buat saya. Saya suka dengan endingnya yang menggantung tapi bikin merinding.... Kelemahannya mungkin cuma karena tempo aja kali ya? Sebaiknya tempo cepat cuma digeber pas adegan klimaks aja.
that's just my opinion....
Hahaha..
aku pernah membajak lagu itu dan menyanyikannya keliling dunia....
Hahaha..
sempet ngerekam suara sendiri dan liriknya lagu itu, terus dikirim via mms ke temen2..
sempet bikin ngeri malem2 karena ngerubah teksnya terus jahilin temen2..
sempet nyanyiin itu waktu mama aku meninggal..
lagu itu..
udah tenar dari zaman dodol sebagai lagu horor, padahal lagu itu kan..
lagu kehilangan yang nadanya melantun tenang dan menarik?
hihihi..
(sempet jadi fans berat lagu itu dan menyanyikannya untuk jenazah seseorang)
Hi Dun, slm kenal, gw jg di Bandung.
Ko rasanya jauh lebih serem baca tulisan lo ya dari pada dengerin rumor2 serem yg beredar. Di bagian tengah bener2 menegangkan.
Maap banget, buat ukuran horor, menurutku eksperimen horormu ini kurang horor. Aq kurang ngerasain unsur serem di dalamnya, adrenalin kurang naik. Adegan awal terkesan lambat, ke tengah agak naik tapi justru di akhir aq kecewa.
Malah aq lebih ngerasa ini lucu, apalagi pas tokoh 'aku' ngelempar speaker ke si 'gadis' dan tepat mengenai kepalanya. Pas baca, aq ngebayangin adegan itu. Cewek yang rambut panjangnya nutupin muka terus ketimpuk speaker, jadi kebayang film parodi macam scary movie...^_^
huwaaa akhirnya mengerikan, aku nggak bisa membayangkan yang seperti itu ... pasti ketakutan setengah mati secara aku ini memang penakut he3x ...
Lagi2 ide dadun brilliant ^O^
horor juga...
tapi saya bukannya terbawa oleh ketakutan yang anda alami tapi terbawa oleh kebencian yg anda gambarkan terhadap lagu itu,
menurut saya lumayan kok lagunya...
yah namanya dunia usaha pake jalur apapun untuk pemasaran
Di Hollywood sono,ada film plesetan dari film2 horor yg udah terkenal kehororannya, judulnya 'scarry movie'. Di Indonesia juga pernah ada film serupa bergenre parodi horor judulna 'film horor'.
Maka,kalo di dunia cerpen ada genre serupa. Cerpen kamu ini termasuk ke dalamnya.
_arbi_