Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
Aku potongkan secuil senja untukmu. Senja yang berisi matahari, semilir angin, kicau burung camar, dan deburan ombak*. Aku bungkus semuanya dalam plastik berwarna jingga. Aku tahu kau menyukai senja. Walau katamu senja berwarna hitam. Tapi aku tetap membawakan untukmu senja jingga. Aku memintanya pada sore khusus untukmu. Semoga kau menyukainya. Aku harap!
Senja yang indah. Hanya saja keterkaitan antara senja yang ditangkap, dihidangkan lalu berubah menjadi ke petang dan malam, lalu si aku menuntun supaya dia dapat melihat senja, terasa agak kurang sinkron. Karena sesungguhnya si aku sudah hilang ketika ia ambil senja itu ( kujadikan nyawaku sebagai tumbal ).
Tapi ah, mungkin penulis memiliki maksud yang lain ^^
Heheheh member lama yang berkedok jadi newbie ya??
GREAT!!
Hayo!! Ngaku siapa nih ^o^
Heheh mengenai genre, aku memang suka kisah thriller (terutama berbalut misteri) atau horror, heheheh love it!! Bukankah tiap penulisan ada comfort zone masing-masing. Coba genre lain?? Hahahah.....mungkin......nanti aja >_<
^^ salam kenal jugaa.
hehehe. *ngelirik2 si senja smbil tersenyum penuh arti*
ehem, hampir mau no comment ni karena speechless!
aahahhaha..
indah banget kalimat2nya.. metaforanya halus pisan, euy..
semangat! Tulisanmu manis kok,,
ya, untungnya kautaruh kutipan di catatan kaki.. karena begitu aku masuk paragraf awal, kesan SGA menguar begitu kuat.. indah dan magis yang romantis.. hanya saja kentara masih seperti semacam tulisan SGA..
Sungguh, saya merasakan deja vu yang begitu kuat sejak membaca kalimat pertama, terus sampai akhir tulisan, lalu saya putuskan (sebelum membaca footnote-mu) bahwa kamu sangat terinspirasi oleh Seno dan olah idenya yang surealis. Tapi kemudian saya sadari bahwa kamu tidak menawarkan surealis seperti Seno dan cerpen-cerpennya, kamu menawarkan metafor. Saya rasa itu berbeda.
Selamat menulis. Saya tunggu karyamu yang lain.
Oh btw, hati-hatilah dengan kata depan dan awalan 'di'. Kamu kerap menyambung apa yang seharusnya kamu pisah.
komentar saya adalah junk, dari kemarin saya garuk2 kepala buat merangkai kalimat2 tepat buat ngomentarin ini tapi nggak jadi2. dan komentar noir adalah perwakilan dari komentar yang ada di kepala saya. ^^
toss dah buat noir
Wah saya jarang menemukan postingan prosa dengan eksplorasi diksi puitis pekat seperti ini. Sepertinya ada yang bayang rona lain dibalik nama sendja ini yak.
Mantra2 nya menyentak hingga membuat aku terperangah dengan liur menetes (lhah kok malah jadi kaya anjing rabies yak?)
Aku potongkan secuil senja untukmu. Senja yang berisi matahari, semilir angin, kicau burung camar, dan deburan ombak*. Aku bungkus semuanya da ... lanjut baca
Musim menghadirkan senja kelabu. Senja berwajah sendu. Tangis mengguyur bumi. Air mata menetes di kala senja. Muson barat berhembus menghadirka ... lanjut baca
Kata orang hari jum’at hari pendek...tapi buat gw hari jum’at hari yang panjaanggg...banget. Target gw hari ini kerjaan gw harus kelar, gw nggak m ... lanjut baca
Musim menghadirkan senja kelabu. Senja berwajah sendu. Tangis mengguyur bumi. Air mata menetes di kala senja. Muson barat berhembus menghadirka ... lanjut baca
.......Aku mengenakan kaos lengan panjang bergaris putih, abu-abu, dan hitam. Aku bahkan belum mengganti celana panjang yang kukenakan sejak emp ... lanjut baca
Di cerita ini saya mencoba memutar-mutar alur ceritanya, dan bermain sudut pandang ganda pula!! Mungkin horrornya kurang terasa, lagipula saya mencoba ... lanjut baca
Akhirnya selesai part 3-nya. Mencoba bermain di cerita multiple plot story dan alur acak. Silahkan dinikmati, dibaca, dan mohon komentarnya. Mohon maa ... lanjut baca
Luka ini telah menganga. Jangankan perban atau pun obat merah, ludah pun sudah kering. Perjalanan ini sangat melelahkan.
Tidak seperti perjalananku ... lanjut baca
Sukirno adalah seorang Tukang Parkir. Bukan karena tak punya kemampuan apa-apa untuk menjadi seseorang yang lebih hebat. Tapi mungkin karena ia tak di ... lanjut baca
Budaya, tahta, dan kesempurnaan
Keindahan sang karya
Mengukir alam
Menjulang membangun
Menitih tangga
Mencapai suci
Keikhlasan mewujudk ... lanjut baca
.....Sudah hampir tiga jam aku duduk di salah satu kursi berwarna biru muda itu. Pakaian yang kukenakan sudah basah oleh keringat. Itu tak sepenuh ... lanjut baca
.....Pria itu mengatupkan bibirnya demikian rupa sebagai bentuk kekhawatirannya. Berkali-kali ia memindahkan ponselnya dari telinga kiri ke telinga ... lanjut baca
suspense yang bagus, meski kutipan
tapi nada nada selanjutnya masih senafas
indah
sweet
keren lah
beautiful. cakep. mantab. salam kenal
hmmm...
oke sih...
tapi kok aku ngerasa kalo ada yang bulak balik ya?? kalimatnya beda tapi artinya kayak diulang-ulang gitu...
mari kita sama2 mnulis!! salam kenal...
mampir-mampir ketempatku yah...
diriku suka sangat senja,,,sama seperti aku suka dengan karyamu ini kawan ^^
makasih untuk cerita senjanya
*ngerasa ini cerita tuk aku,ekekekek
siap2 aja nih banyak cewe yang klepek2...hahahahahaha...
Senja yang indah. Hanya saja keterkaitan antara senja yang ditangkap, dihidangkan lalu berubah menjadi ke petang dan malam, lalu si aku menuntun supaya dia dapat melihat senja, terasa agak kurang sinkron. Karena sesungguhnya si aku sudah hilang ketika ia ambil senja itu ( kujadikan nyawaku sebagai tumbal ).
Tapi ah, mungkin penulis memiliki maksud yang lain ^^
Salam pencinta senja
Heheheh member lama yang berkedok jadi newbie ya??
GREAT!!
Hayo!! Ngaku siapa nih ^o^
Heheh mengenai genre, aku memang suka kisah thriller (terutama berbalut misteri) atau horror, heheheh love it!! Bukankah tiap penulisan ada comfort zone masing-masing. Coba genre lain?? Hahahah.....mungkin......nanti aja >_<
sepakat dengan Rijon...
kalau bukan member lama di sini pun, yang pasti cukup teliti untuk membuat justify.
mengenai tulisan, untuk sementara ini nggak ada komentar (kubaca kok..)
^^ salam kenal jugaa.
hehehe. *ngelirik2 si senja smbil tersenyum penuh arti*
ehem, hampir mau no comment ni karena speechless!

aahahhaha..
indah banget kalimat2nya.. metaforanya halus pisan, euy..
semangat! Tulisanmu manis kok,,
ya, untungnya kautaruh kutipan di catatan kaki.. karena begitu aku masuk paragraf awal, kesan SGA menguar begitu kuat.. indah dan magis yang romantis.. hanya saja kentara masih seperti semacam tulisan SGA..
nilai sempurna sajalah buat Senja yang telah menggambarkan senja dengan begitu indahnya. Salam kenal...
Keren....
merdu banget...
bdw, emang member-lama yak?
ahak..hak...hak...
apakah ini semacam fanfic?
Sungguh, saya merasakan deja vu yang begitu kuat sejak membaca kalimat pertama, terus sampai akhir tulisan, lalu saya putuskan (sebelum membaca footnote-mu) bahwa kamu sangat terinspirasi oleh Seno dan olah idenya yang surealis. Tapi kemudian saya sadari bahwa kamu tidak menawarkan surealis seperti Seno dan cerpen-cerpennya, kamu menawarkan metafor. Saya rasa itu berbeda.
Selamat menulis. Saya tunggu karyamu yang lain.
Oh btw, hati-hatilah dengan kata depan dan awalan 'di'. Kamu kerap menyambung apa yang seharusnya kamu pisah.
komentar saya adalah junk, dari kemarin saya garuk2 kepala buat merangkai kalimat2 tepat buat ngomentarin ini tapi nggak jadi2. dan komentar noir adalah perwakilan dari komentar yang ada di kepala saya. ^^
toss dah buat noir
hem-hem... saya suka penceritaan kamu tentang semua ini... diksi dan metafor yang indah
susah deh kalau penyair menulis prosa. kalimat menjadi puitis. namun, sungguh, aku suka dengan kelugasan yang lahir.
keren.
wow.. manis, indah, romantis. keren niih.. SALUT!
halo sendja...
salam,
senja_saujana
huuuuuah....
senja yang kau bawa itu roti yak?
enak pisan sepertinya..
senja yang hitam mungkin roti bolunya kelamaan dioven kali, yak?
Huahahahaha...
top..
membuat pembacamu jadi lapar ^^
apakah ini teruntuk senja saujana juga? karena yang kutahu, dia tentu sangat,sangat,sangat,sangat menyukai senja..
semoga ^^
hehehehe..
salam kenal
Wah saya jarang menemukan postingan prosa dengan eksplorasi diksi puitis pekat seperti ini. Sepertinya ada yang bayang rona lain dibalik nama sendja ini yak.
Mantra2 nya menyentak hingga membuat aku terperangah dengan liur menetes (lhah kok malah jadi kaya anjing rabies yak?)
Ini karya hebat dan tak mampu ku menghujat....
^_^
good
Assalamualaikum?
Entah, saya sangat mengenal karakter penulisan ente, karya-karya ente memang indah...
Aku tak membacanya sampai habis, karena aku kurang menikmati bentuk prosa begini..
tapi idenya kreatif..
saya amat menyukai senja,karna warnany yg jingga !
Berbeda..yg ini dg bahasa yg lbh halus dan cenderung sopan (kontras laaah)..suatu usaha menuju prosa liris ni ya Sendja..hehe?
Tp ntah kenapa kok jadi cenderung kurang lancar dan membosankan dibaca..jangan kehilangan daya magis berceritanya dunk...
Isinya memang bagus dan berbahasa mendayu merayu...(bisa juga yah).
=========================================================
Sip dah..ditunggu karya selanjutnya...hehehe
^_*
dibuat puisi pendek mungkin lebih khidmat. untuk sebuah cerita; adegannya kurang menarik...
kereeen...
rasanya seperti dipersembahkan untukku
rasanya seperti mengenalmu
^_^
menyenangkan!
tetep menyimpan pesan yang sepele, namun deeply!
yo wiz lah sukses!
mulai cari jati diri dengan style "sendja" sendiri
bahasa keren
enak dimakan eh dinikmati ^o^
seep, kalimat yang memukau
prosa liris yang puitis