Masih tercium bau vanilla di kursi ini. Beranda depan yang kita pakai sore tadi. Masih tercium harum tubuhmu di bantal ini. Yang dengannya kau terbuai mimpi.
Aku masih duduk di beranda. Terpekur oleh gema suaramu yang memintaku meninggalkanmu sore tadi.
Kutanya, ”mengapa?”
Kau hanya diam membisu. Setitik air matamu jatuh dari pelupuk.
”Mengapa?” Ulangku.
Kamu tertunduk. Memainkan ujung-ujung rambutmu.
Kutanya, ”mengapa?”
Air matamu berderai. Tanganmu menangkup wajahmu. Menahan airmata di pipimu.
”Karena aku tidak ingin kehilangan indah hari ini ketika bersamamu”, ucapmu.
Malam mulai merayap. Tapi, masih tercium harum vanillamu. Aku akan duduk di beranda ini. Menunggu bau vanillamu pergi.
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
feelnya dah dapet banget
romantis sangat mba,,diriku jadi pengen makan es krim vanilla,ekekekek
OK, menarik ceritanya...
Ada apakah dibalik bau Vanilla yang ingin engkau suruh pergi?
Masih menggantung untuk cerita 100 kata. Belum ada sebuah hentakan yang menarik.
Salam kenal dari Sendja
jangan hambarkan ruangan itu. biar bau vanilla itu mencirikannya.
aduuuhh, akhirnya itu lho yang bikin sayang... bisa ada banyak kalimat-kalimat lain yang bisa membuat pembaca juga 'mengecap' bau vanilla itu hingga akhirnya pudar diterbangkan angin...
^^ waah, mba nune bkin 100 kata juga..
idenya itu lho, mba, diksinya juga,, ^^
maniss...
scr keseluruhan nae suka banget.
tp iya, ad yg kurang menghentak,, ^^ blh jg saran cassle dn sendja.
ditunggu 100 kata yg lain,,
wich ...
daur ulang
yang begitu mempesona
arek Jember, memang menggugah rasa
waah, bagus.
melibatkan perasaan yang dalem kyknya.. 100 kata yang menarik.. manis, indah, pas!!