Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
Akhirnya selesai Secrets (2nd Day) setelah mencuri-curi waktu belajar. Warning! Sedikit adegan seks!! Maaf kalau ada hal-hal yang tidak berkenan di tulisan ini.
Mengenai alasan si Ben membuntuti ke toilet, akan dijawab nanti di last day. Semoga bisa dinikmati dan mohon komentarnya. Sedangkan Trapped (Part 5) dan 3rd Day kisah ini, tunggu ya!
Wah, jon, menurut aku bagian yang ini mlh kurang tegang,, mgkn karena masih di awal, ya? cb bsk 3rd day nya deh..
Deskripsi kamu jelas, dn caramu menggambarkan situasi pun tetap baik.
hanya TYPO itu, jon, masih bertebaran pula sepertinya.. hehe.
emm, ad bbrp pilihan kata yg menurut nae agk ganjel, mulai agak gugup.. lbh pas mgkn jika diganti mulai gugup,,?
But ini pun tetap keren! well done. ^^
Jon, yang ini ketegangannya kurang. hmm.. soal segala keingintahuannya Ben, agak kurang alami, aneh ajaa, adakah alesan yang membuat Ben penasaran banget, sampe ia harus ikut menggeledah tas Sarah + ngebuntutin Simon dan Sarah ke toilet (menurut saia siih, tapi mungkin bakal ada jawabannya ttg ini =)
yang laennya saia menikmati ceritanya, deskripsimu selalu jelas, Jon.. bagus.. bagus.. bagus!!
Jon, nekad juga ceritamu tentang adegan Simon dan Sarah di bilik toilet sekolah (kuereeeen).
Berharap: mudah-mudahan anak-anak sekolahan kita tidak senekad cerita Rijon.
Ada sedikt koreksi aja, contoh kata Mereba = Meraba, Tampa = Tanpa dan Seger = Segera.
Yang lainnya oke, walaupun adegan simon dan sarah kurang syuuur di mata Ben hahaha.
Kakak Rijon, ceritanya bagus, hampir tidak ada cacat, cerita yang lumayan menghibur, apalagi ada adegan begituan(lomba niup kondom jadi balon), keren!!
Entahlah, cuma terasa sedikit membosankan. Dan tingkah si Ben sungguh menggemaskan. Aku rasa Ben bukan anak cacat(benar-benar cacat), karena Ben yang kau buat menyimpan banyak misteri tentang dia yang sebenarnya.
Wah hrs ada satpam yg selalu berdiri di pintu toilet nich... kl ga.. ya gini si Ben yg jd tukang intip... ceritanya bagus.. bikin penasaran, pengen baca sambungannya.. jd ada cerita seger terus dari Rijon nich.. asyik buat ngilangin jenuh siang2..
Ya, di bagian ini saya sudah bisa mulai bisa merasa tegang--dalam pengertian sebenarnya lho--terutama saat Ben hampir ketahuan mengintip. Tapi tantangan penulis berikutnya adalah apakah bisa menjadikan erotisme sebagai sumber ketakutan di cerita ini (sambil tetap menjaganya dari kesan porno) ataukah hanya menjadikan cerita ini sekedar thriller yang dibumbui adegan erotis? Seperti yg saya bilang sebelumnya, akankah cerita ini jadi menegangkan, ataukah hanya sekedar "menegangkan"?
jon... yang ini nyaris full desc yah,,, tapi tetep oke. Tapi belum kelihatan banget konfliknya..... kamu memang pintar membagi porsi cerita... membuat orang lain selalu menunggu lanjutannya
'tiba-tiba terdengar suara sarah dan.. Ben memasukkan kembali.. (paragfraf 7) terkesan Ben bisa mendengar kawan? atau memang bgitu nanti ceritanya, kalau iya, sayang rahasianya sudah kaubongkar..
emosi sam yg mempertahankan pertemanannya terasa berlebihan (tak ada background story yg cukup) begitupun keceriwisan ben yg ingin tahu urusan orang.. (mengesankan beda dengan karakternya yg pendiam) dan di scene toilet ini makin terlihat kalau bisu-tulinya susah kau pertahankan..
rijon, mau coba sesuatu yang benar-benar unik dan menantang? cobalah konsisten bercerita dari sudut pandang ben sejak awal sampai akhir. dan hilangkan suara semua orang. bawa pembaca benar-benar masuk ke dalam pribadi seseorang yang bisu tuli.
oya, untuk membuat ceritanya menjadi lebih 'believable', perkuatlah karakter ben, dengan mengungkap sedikit demi sedikit apa sebenarnya yang menjadi motif, keinginan, dan ketakutan-ketakutan dia. gali ketakutan-ketakutan itu, dan kamu akan bisa sampai pada 'thriller' yang kamu inginkan, tidak hanya terhanyut ke 'erotic'nya saja.
btw, bagus, rijon. kayaknya kamu penulis yg cukup produktif. itu modal yang bagus.
bagus...cuman ada yg ngeganjal..
Ben tunarungukn? tp di cerita ini..Ben digambarkn seolah2 mndngar apa yg dibisikan Sarah..
TP AKU PENASARN lanjutnnya..hehe
satu hal, karakter Ben sebagai Tuna Rungu menarik, tapi konsistensi karakter itu sendiri gak bisa dipertahankan.
senada dengan BUaya Darat, sewaktu membongkar tas si Sarah kok sepertinya dia mendengar pertengkaran Sam dan Sarah di luar kelas yang semakin mendekat.
dan juga ketika dia hampir kepergok pas lagi ngintip sarah dan Simon. Saya menangkap bahwa dia mendengar suara TOK TOK TOK di dinding toilet ..
Iya, ben kok iseng amat yah. Mesum malah, udah tau gelagat org masuk ke toilet, masih diintip juga
Sepakat sama yang lain. Kalo orang gak baca 1st day nya, bisa-bisa gak tau kalo ben bisu tuli. Disini si Ben keliatan normal. Si Sarah juga iseng amat, bisik2 erotis di telinga Ben yang pasti dia tau kalo teriak erotis pun, si Ben gak bakal dengar, hehe.
Rijon,
You've got me into the story.
Tergambar dengan baik, which is good for me, tapi masih ada kejanggalan dalam cerita ini.
Di bagian pertama (1st day), masih ada Sam di dalam cerita, jadi semua percakapan dan suara yang dituliskan dalam ceritamu masih bisa terasa make sense. Tapi di bagian kedua ini, sebagian besar berpusat pada Ben--which is a deaf--jadi rasanya kurang pas. Ben's not suppose to hear anything. Gimana kalo di-switch ke indera penglihatannya aja? Org yang tidak bisa mendengar biasanya punya ketajaman indera lain yg jauh melebihi orang normal, jadi wajar.
Kejanggalan berikutnya, Simon dan Sarah memasuki toilet perempuan, dan tak lama kemudian Ben ikut masuk juga, dan ini terjadi di saat istirahat. Apa normal toilet sekolah sepi di waktu istirahat? Seingatku pada jam-jam istirahat malah harus antri.
Kejanggalan ketiga (mungkin akan terjawab pada kisah selanjutnya), Ben is a newbie, tapi dia berani lebih dari sekedar mengikuti, tapi bahkan menggeledah tas Sarah. Harus ada alasan yang kuat kenapa dia melakukan hal ini. Berhubung masih bersambung, kutunggu aja lanjutannya kalau begitu.
Aku ga bc yg ptama, tp aku bc yg kedua ini, keren, cerita yg mengalir...Kejanggalan2 spt kt mb dian memg kdg kala ga tertangkp oleh penulis kali ya. Krn itulah brgkali sbuah tlsan perlu dkomentari, he2 sok tau bgt gw.
Rijon sdh lama aku menunggumu untk mengomentari cerita2q, br latihan jon jd hrp dmaklumi
bc ya yg jdlny dukun santet or aku mencintainya, kalo gak aku jatuh kecewa lho,hehe
ga q bkn linkny cz nih ngenet pk hape.
jon mana lanjutannya????????
penasaran nih.........
*sepertinya ada yang mengganjal nih jon,pada bagian :
"Tiba-tiba terdengar suara Sarah dan seorang laki-laki dari kejauhan, tampaknya mereka sedang berselisih. Ben memasukkan kembali kondom itu ke dalam tas Sarah, lalu menutupnya rapat-rapat. Setelah itu, Ben kembali ke tempat duduknya dan berusaha bersikap normal."
>disini aku rasakan seolah-olah Ben bisa mendengar keributan yang mendekat,sedangkan Ben kan ga bisa dengar,atau Ben bisa merasa kannya???
Gaya penceritaan yg lugas seperti biasanya,membuat pembaca terhanyut. Sebenarnya ada yg janggal, tp udah disebut semua ama yg di bwh. Idem ajalah. Eniwei, ini T O P sekali. Bikin penasaran!
KOTA PANJANG, PROVINSI LAMPUNG
Malu-malu, sang surya mulai tampak dari garis laut. Yah, subuh di pinggir Kota Panjang, sebuah kota kecil di ujung S ... lanjut baca
KOTA PANJANG, PROVINSI LAMPUNGSorenya, jenazah Birma dikuburkan di area pemakaman yang terletak tidak jauh dari Kota Panjang. Area pema ... lanjut baca
BAB I : TITIK HITAM DI LEMBAR PUTIH
Bila hidup adalah lukisan...
Aku hanyalah latar penghias lukisan...
Aku hanyalah gumpalan awan dalam lukisan ... lanjut baca
Di hari kedua di sekolah, sikap Bagas tidak berbeda dengan hari pertama. Belum sepatah katapun keluar dari mulutnya. Ali―teman sebangkunya―terkada ... lanjut baca
Menjelang minggu kedua sejak hari pertama Bagas duduk di bangku SMA. Orang tua Bagas dipanggil oleh Bu Ria―wali kelas Bagas. Maka paginya, sekitar p ... lanjut baca
BANDAR LAMPUNG, PROVINSI LAMPUNG
Yasmin dan Brahma duduk di sebuah pondok bambu di sebuah kompleks perumahan. Setelah berjam-jam mengintari jalan d ... lanjut baca
BANDAR LAMPUNG, PROVINSI LAMPUNG
Keesokan paginya, Brahma dan Yasmin kembali meniti jalan dengan sepeda motor. Sayangnya, mereka tidak dapat mengin ... lanjut baca
KOTA PANJANG, PROVINSI LAMPUNG
Ning berjalan melewati lapak-lapak dagangan di pasar sambil membawa sebuah bakul kecil di pinggangnya. Bakul itu ber ... lanjut baca
KOTA PANJANG, PROVINSI LAMPUNG
Sorenya, sekitar pukul tiga, Amin berjalan menuju rumahnya. Wajahnya murung, tubuhnya lunglai, ia tampak kehilangan ... lanjut baca
Akhirnya selesai part 3-nya. Mencoba bermain di cerita multiple plot story dan alur acak. Silahkan dinikmati, dibaca, dan mohon komentarnya. Mohon maa ... lanjut baca
“Jadi, pada reaksi esterifikasi gugus alkil akan bertukar tempat dengan ion Hidrogen dalam asam alkanoat, hasil akhirnya nanti aldehida dan air.” ... lanjut baca
Aku terbaring lunglai di ranjang rumah sakit, tubuhku lemas, tak bergairah, dan sama sekali tak bertenaga. Bahkan aku hanya mampu mengangkat sedikit k ... lanjut baca
Akhirnya sampai juga di bagian tengah cerita ini, maafkan bila hasilnya tidak memuaskan dan tidak masuk akal—saya pribadi sebenarnya juga tidak yaki ... lanjut baca
Ini, thriller kedua saya, atau tepatnya erotic-thriller (bukan horror-thriller). Terinspirasi dari film The Quiet. Sebenernya mau diposting di KHP sih ... lanjut baca
Frame 09 : Shadow under The Moonlight (part 3) Sepeda itu tak dapat dikendalikan hingga akhirnya menabrak patok beton hingga terjungkal. Akibatn ... lanjut baca
Frame 14 : The Altered Blood (part 1) Harfi tak kuasa menahan rasa takutnya ketika mengetahui Michelle ternyata tidak berbeda dari makhluk - makhlu ... lanjut baca
Setelah mandi dan berpakaian, Kamil melangkahkan kaki ke dapur untuk membuat sarapan. Ia akan membuat kari jepang, makanan favoritnya. Lama tidak me ... lanjut baca
Esoknya, aku berangkat sekolah seperti hari-hari biasanya. Aku melangkah memasuki ruang kelas. Bintang dan Surya tampak telah tiba terlebih dahulu. Bi ... lanjut baca
Rara menyusuri trotoar dengan langkah bergegas. Kepekatan malam membuatnya sedikit merinding. Ia tidak terbiasa dengan keadaan malam diluar sana. Ap ... lanjut baca
Ceritanya bagus! Sedikit menegangkan! Aku tunggu lanjutannya ya...
Saya sependapat dengan the sims. Ceritanya bagus dan agak menegangkan.
Wah, jon, menurut aku bagian yang ini mlh kurang tegang,, mgkn karena masih di awal, ya? cb bsk 3rd day nya deh..
Deskripsi kamu jelas, dn caramu menggambarkan situasi pun tetap baik.
hanya TYPO itu, jon, masih bertebaran pula sepertinya.. hehe.
emm, ad bbrp pilihan kata yg menurut nae agk ganjel, mulai agak gugup.. lbh pas mgkn jika diganti mulai gugup,,?
But ini pun tetap keren! well done. ^^
Jon, yang ini ketegangannya kurang. hmm.. soal segala keingintahuannya Ben, agak kurang alami, aneh ajaa, adakah alesan yang membuat Ben penasaran banget, sampe ia harus ikut menggeledah tas Sarah + ngebuntutin Simon dan Sarah ke toilet (menurut saia siih, tapi mungkin bakal ada jawabannya ttg ini =)
yang laennya saia menikmati ceritanya, deskripsimu selalu jelas, Jon.. bagus.. bagus.. bagus!!
Pertanyaan mel sama kayak mbak noir, untuk hal itu!! Nanti di last day ^o^
Hohohohoho!! Untuk saat ini, biarkanlah misteri tetap menjadi misteri....wakakakaka!!!!
KURANG MENEGANGKAN...mungkin sama persis sama yg dirasakan rekan2 yang baca sebelum saya.heheheh...
tumben si ben nya penasaran banget...
hmmm..
critanya bguz...
ditunggu lanjutannya..
Jon, nekad juga ceritamu tentang adegan Simon dan Sarah di bilik toilet sekolah (kuereeeen).
Berharap: mudah-mudahan anak-anak sekolahan kita tidak senekad cerita Rijon.
Ada sedikt koreksi aja, contoh kata Mereba = Meraba, Tampa = Tanpa dan Seger = Segera.
Yang lainnya oke, walaupun adegan simon dan sarah kurang syuuur di mata Ben hahaha.
Kakak Rijon, ceritanya bagus, hampir tidak ada cacat, cerita yang lumayan menghibur, apalagi ada adegan begituan(lomba niup kondom jadi balon), keren!!
Entahlah, cuma terasa sedikit membosankan. Dan tingkah si Ben sungguh menggemaskan. Aku rasa Ben bukan anak cacat(benar-benar cacat), karena Ben yang kau buat menyimpan banyak misteri tentang dia yang sebenarnya.
aku tunggu lanjutanya!
Wah hrs ada satpam yg selalu berdiri di pintu toilet nich... kl ga..
ya gini si Ben yg jd tukang intip...
ceritanya bagus.. bikin penasaran, pengen baca sambungannya.. jd ada cerita seger terus dari Rijon nich.. asyik buat ngilangin jenuh siang2..
Assalamualaikum?
Karya-karya kamu memang bagus kawan, saya suka sekali.
nice writting and thanks 4 the critic
Wow!! So erotic, dramatic, exotic, filled with complex conflict!!
hehehe asyik membaca karyamu. top deh. salam kenal
Ya, di bagian ini saya sudah bisa mulai bisa merasa tegang--dalam pengertian sebenarnya lho--terutama saat Ben hampir ketahuan mengintip. Tapi tantangan penulis berikutnya adalah apakah bisa menjadikan erotisme sebagai sumber ketakutan di cerita ini (sambil tetap menjaganya dari kesan porno) ataukah hanya menjadikan cerita ini sekedar thriller yang dibumbui adegan erotis? Seperti yg saya bilang sebelumnya, akankah cerita ini jadi menegangkan, ataukah hanya sekedar "menegangkan"?
Ditunggu lanjutannya!
Weleh..seru juga yah...hehehe.
Ah..entahlah, pa mank gitu gambaran yg sekarang yah...
Trus kira2 apa ya hub sm judul cerita yg pake hitung hari ke-....itu?
Lanjut.........
Bagoooooooooos
jon... yang ini nyaris full desc yah,,, tapi tetep oke. Tapi belum kelihatan banget konfliknya..... kamu memang pintar membagi porsi cerita... membuat orang lain selalu menunggu lanjutannya
porno!!huehuehuehue
entahlah apa ini thriller atau roman picisan
next..
flop!
ben kurang kerjaan
Siswa juara olimpiade itu..
kecuali ke depannya bisa setimpal ato lebih dari yang sekarang ini.
No comment dech
aku tunggu lanjutnya ajah
tarik mang ....!!!!
maaf, baru bisa mampir jon!
seep dech ...
'tiba-tiba terdengar suara sarah dan.. Ben memasukkan kembali.. (paragfraf 7) terkesan Ben bisa mendengar kawan? atau memang bgitu nanti ceritanya, kalau iya, sayang rahasianya sudah kaubongkar..
emosi sam yg mempertahankan pertemanannya terasa berlebihan (tak ada background story yg cukup) begitupun keceriwisan ben yg ingin tahu urusan orang.. (mengesankan beda dengan karakternya yg pendiam) dan di scene toilet ini makin terlihat kalau bisu-tulinya susah kau pertahankan..
rijon, mau coba sesuatu yang benar-benar unik dan menantang? cobalah konsisten bercerita dari sudut pandang ben sejak awal sampai akhir. dan hilangkan suara semua orang. bawa pembaca benar-benar masuk ke dalam pribadi seseorang yang bisu tuli.
oya, untuk membuat ceritanya menjadi lebih 'believable', perkuatlah karakter ben, dengan mengungkap sedikit demi sedikit apa sebenarnya yang menjadi motif, keinginan, dan ketakutan-ketakutan dia. gali ketakutan-ketakutan itu, dan kamu akan bisa sampai pada 'thriller' yang kamu inginkan, tidak hanya terhanyut ke 'erotic'nya saja.
btw, bagus, rijon. kayaknya kamu penulis yg cukup produktif. itu modal yang bagus.
great!!
waiting for the next secret...
bagus...cuman ada yg ngeganjal..
Ben tunarungukn? tp di cerita ini..Ben digambarkn seolah2 mndngar apa yg dibisikan Sarah..
TP AKU PENASARN lanjutnnya..hehe
satu hal, karakter Ben sebagai Tuna Rungu menarik, tapi konsistensi karakter itu sendiri gak bisa dipertahankan.
senada dengan BUaya Darat, sewaktu membongkar tas si Sarah kok sepertinya dia mendengar pertengkaran Sam dan Sarah di luar kelas yang semakin mendekat.
dan juga ketika dia hampir kepergok pas lagi ngintip sarah dan Simon. Saya menangkap bahwa dia mendengar suara TOK TOK TOK di dinding toilet ..
tapi untuk tema, bagus banget kok
Iya, ben kok iseng amat yah. Mesum malah, udah tau gelagat org masuk ke toilet, masih diintip juga
Sepakat sama yang lain. Kalo orang gak baca 1st day nya, bisa-bisa gak tau kalo ben bisu tuli. Disini si Ben keliatan normal. Si Sarah juga iseng amat, bisik2 erotis di telinga Ben yang pasti dia tau kalo teriak erotis pun, si Ben gak bakal dengar, hehe.
ben jail banget bang ??
tapi keren bang !!
^___^
ga sabar nuggu lanjutannya,,
Rijon,
You've got me into the story.
Tergambar dengan baik, which is good for me, tapi masih ada kejanggalan dalam cerita ini.
Di bagian pertama (1st day), masih ada Sam di dalam cerita, jadi semua percakapan dan suara yang dituliskan dalam ceritamu masih bisa terasa make sense. Tapi di bagian kedua ini, sebagian besar berpusat pada Ben--which is a deaf--jadi rasanya kurang pas. Ben's not suppose to hear anything. Gimana kalo di-switch ke indera penglihatannya aja? Org yang tidak bisa mendengar biasanya punya ketajaman indera lain yg jauh melebihi orang normal, jadi wajar.
Kejanggalan berikutnya, Simon dan Sarah memasuki toilet perempuan, dan tak lama kemudian Ben ikut masuk juga, dan ini terjadi di saat istirahat. Apa normal toilet sekolah sepi di waktu istirahat? Seingatku pada jam-jam istirahat malah harus antri.
Kejanggalan ketiga (mungkin akan terjawab pada kisah selanjutnya), Ben is a newbie, tapi dia berani lebih dari sekedar mengikuti, tapi bahkan menggeledah tas Sarah. Harus ada alasan yang kuat kenapa dia melakukan hal ini. Berhubung masih bersambung, kutunggu aja lanjutannya kalau begitu.
Keep writing!
Ben itu buta (deaf)?
Kok kelihatan normal. Kalau g baca komen senior dian k, pasti komenku ngaco (?)
pizz, love, n ngawur
Aku ga bc yg ptama, tp aku bc yg kedua ini, keren, cerita yg mengalir...Kejanggalan2 spt kt mb dian memg kdg kala ga tertangkp oleh penulis kali ya. Krn itulah brgkali sbuah tlsan perlu dkomentari, he2 sok tau bgt gw.
Rijon sdh lama aku menunggumu untk mengomentari cerita2q, br latihan jon jd hrp dmaklumi
bc ya yg jdlny dukun santet or aku mencintainya, kalo gak aku jatuh kecewa lho,hehe
ga q bkn linkny cz nih ngenet pk hape.
jon mana lanjutannya????????
penasaran nih.........
*sepertinya ada yang mengganjal nih jon,pada bagian :
"Tiba-tiba terdengar suara Sarah dan seorang laki-laki dari kejauhan, tampaknya mereka sedang berselisih. Ben memasukkan kembali kondom itu ke dalam tas Sarah, lalu menutupnya rapat-rapat. Setelah itu, Ben kembali ke tempat duduknya dan berusaha bersikap normal."
>disini aku rasakan seolah-olah Ben bisa mendengar keributan yang mendekat,sedangkan Ben kan ga bisa dengar,atau Ben bisa merasa kannya???
dibalik itu ceritanya KAKOI!!!
seeeep jon!!!
salam ^_^
Hi...lam kenal ya...
deskripsinya oke banget...kepengen deh bisa kayak gitu...
hohoho...
kok bagus siiih ?
Gaya penceritaan yg lugas seperti biasanya,membuat pembaca terhanyut. Sebenarnya ada yg janggal, tp udah disebut semua ama yg di bwh. Idem ajalah. Eniwei, ini T O P sekali. Bikin penasaran!
"Aku tidak setuju kau bergaul dengan anak cacat!".....
buset, seandainya Ben ngga' tuli, dah disikat pula tuh si sarah. hha.
yep, u definately got me into the story...even tough i missed the first day, but obviously i'm lookin forward for the 3rd day...
bravo!
Ceritanya bagus, mengalir, ditunggu lanjutannya ya!

ceritanya bagus
alurnya aq suka
baca critaku jugha ya