Aku tahu betapa kau dulu
Menapaki jejak bangunan tinggi
Berseluncur ria hingga ke dasarnya
Aku juga tahu betapa kau dulu
Terikat rantai mimpi
Fantasi ria hingga, tak ada
Aku ingin tahu betapa kau sekarang
Ingin mengalun,
Bermanja pada sulur anggur yang ranum
Ingin mengalun,
Dan berlari kepada alun-alun
Ingin mengalun,
Terbang hangat hingga ubun-ubun
Ingin mengalun,
Bagai pendulum.
Dan kau terus mengalun,
sebagai pendulum,
mengalun,
berdentum,
mengalun,
hingga,
tak ada.
3 Juli 2008, 01:41 WIB.
Rating
154
points
Views: 2 reads
Comments: 0
Rating:
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
pendulum, ahhh butuh aksi maka baru akan timbul reaksi.. sementara aksi 'si dia' kausangsikan tak abadi?..
saya jadi ingat ular, pesawat boeing, dan ... apa itu macam robot yak?
mengalun...berdentum..mengalun. hingga tak ada ^^
Cass, aku suka caramu berpuisi .. sederhana tapi tetap bermakna dalam =)
bagus ..
fantasi kadang
berawal dari mimpi
mengalun dentum meluncur
berpendulum dari waktu ke waktu
menggoyang mimpi akan berwujud jadi
sampai kembali dari tiada menuju tiada
secara keseluruhan yang ini bagus, masih dengan penuturan a la cassle...
PS: Cass.. pendulum apaan sieh?? hehe
hoho...akhirnya tragis. tp memang harus seperti itu.
hebat! penggunaan kata-kata yang apik di akhir kalimat menguatkan pesan yang ingin kamu sampaikan.
sukses ya, keep on writin.
apik bener puisi kamu ini!
kata atau diksi yang kamu gunakan terasa klop dengan bait-bait singkat dan padat.
merdu banget dan ngga kehilangan rasa.
nice
semangatmu...
untuk bercerita tentangnya..
aku suka ^^
entah, mungkin kau bercerita tentang dia..
tapi aku merasakan kedekatan..
hmmm....
naik, turun, berkembara,
dan hilang...
hmmmmmmmmmmmmmm...
cass....
aku mabuk....
kali ini...om merasakan RASA-mu mulai kental di bait2mu...ada apa gerangan kah?
wah ini pendulum nya hilang ya tak ada
suka juga akhiran "tak ada" hilang musnah mati selesai Ok
mengalun..
mengalun...
wa...
Assalamualaikum?
Sangat bagus dalam pengolahan kata-katanya, dan maknanya sangat tersirat, Ze sangat bisa merasakannya.
Selalu semangat..
Juragan Odong2 pinter bikin puisi
Kakak, puisimu bagus..
Emosinya, mantep!
aku suka permainan kata-katanya terutama memasuki kalimat2 akhir, ringan, santai, tapi TeuTeup,,, mengalun, berayun... hingga tak ada...
salam
nice
Ada suasana depresi yang terkirim dengan baik, kalo saya boleh ngomong..
Maaf atas poin yang saya berikan
menurut ku sedikit ganjal
terima kasih
heh ... mang pendulum bs berdentum, ilangin dong !
mnrut aku kok malah ngrusak dayu irama pendulum.
but it's nice so so nice, sis !
sip~