Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
Dalam penat, tanpa kopi ataupun rokok di sampingku
10.45 p.m.
Aku bisa gila ini.
Besok deadline.
Sementara yang lain cuma tinggal mempersiapkan pengecekan terakhir.
Dan aku,
Sebagai anak muda di sini [ kalau dibandingkan dengan yang lain ],
Aku malah diberi tugas memberi sebuah sambutan buat besok pagi.
Mereka bilang, ini permintaan anak-anak.
Mereka bilang, aku yang paling pantas.
Aku juga tidak yakin,
Mereka cuma merayuku atau bagaimana.
Ck,
Ini bisa bikin aku insomnia lagi.
yg ini aq suka banget! Viva padmanaba!
^^
hwah, diba, ad yg nyungsep ke dalem sini begitu baca ini cerpen..
maniis banget. ;]
hnya perlu diedit sedikit sepertinya. penulisan huruf miring, bold,,
^^
kpn2 aq ajarin deh. hehe..
hujan saat ini tidak bisa menetes.
aku juga tidak habis pikir.
padahal, sudah seminggu ini,
angin besar bertiup,
petir pun selalu menyambar tiap m ... lanjut baca
.seperti fatamorgana
jauh nyata, dekat semu.
.ingin kudekati,
tapi lari ia.
.aku memang tertatih,
bukan seorang terlatih.
.hitamku akan selalu ... lanjut baca
ini hasrat, hidup
ini tanya, selalu nyata
tidak ada jeda
selalu mengisi, memenuhi, tanpa spasi
plotnya ingin kubuat hebat
biar bahagia adalah a ... lanjut baca
It is complicated.
Not black
Not white
There is no light
, but it is not dark.
It is always torturing me
, but I enjoy the hurt
I hang myself
... lanjut baca
dahulu,
seorang bangsawan persia kaget
melihat tukang kebunnya berlari masuk
ke dalam rumah.
wajahnya pucat.
ada apa, tanya sang majikan.
t ... lanjut baca
aku pernah, suatu hari,
berlari dari rumah.
melupakan rumah,
mambenci rumah,
dan mengacuhkan segala tentang rumah.
rumahku bukan tempatku lahir ... lanjut baca
mati terkikis satu jiwa
tak terbela,
teronggok pasrah,
menanti angin
tak lagi ingat
kapan terkecup bahagia di jidatnya
atau
kapan terpuaska ... lanjut baca
aku ingin pulang
memasuki lagi rumah itu
yang kubilan rumah bahagia,
meski tanpa cokelat hangat di dalamnya
ataupun
kotak musik di sana
aku su ... lanjut baca
Bisikan rumput :
Malam tak kan menarik hatinya,
entah kapan pun itu
Kelinci dan bunga bergoyang tersenyum
Dendang angin:
Malam hanya punya s ... lanjut baca
Dalam penat, tanpa kopi ataupun rokok di sampingku
10.45 p.m.
Aku bisa gila ini.
Besok deadline.
Sementara yang lain cuma tinggal mempersiapkan ... lanjut baca
sandera didera suara bara
tersekat menyekat dalam pekat
mengambang dalam ambang bimbang
tanya tergantung lalu mematung
selalu menghindar kemudia ... lanjut baca
PROLOGUE
Kekerasan sangat dekat dengan beragam kejahatan yang pada kenyataannya memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Sejak diturunk ... lanjut baca
Ada Kematian di Sebuah Awal
Ada saatnya kita merasa tertekan luar biasa,
sengsara, dan putus asa. Yang harus selalu
kita sadari bahwa hidup
adal ... lanjut baca
Selamanya kaulah milikku…, erat bayangmu di pelukku, merebah penuh senyum setia dalam hati, melukisi setiap jalinan hariku dengan pesona.
Waktu ber ... lanjut baca
Aku adalah pecinta seluruh olahan kopi, mulai dari kopi pahit biasa, espresso, capucino, moccacino, sampai dengan latte. Namun justru hal ini yang tak ... lanjut baca
Hari-hari kau lalu...
Berat kaki ingin melangkah,tetap kw ayungin dengan bahagia.
Alunan nada dari gitar mungil mu yang manjadi saksi bisu per ... lanjut baca
Pagi ini terasa ada yang kurang, kunikmati pagi dengan secangkir kopi tanpa rokok menemani aku seperti kehilangan gairah hidup. Tak seperti pagi sebel ... lanjut baca
Ketika aku beranjak keluar melewati pintu butik, wanita itu tengah sibuk mematut-matutkan diri di depan sebuah cermin besar, memastikan warna tas tang ... lanjut baca
wich ampuh ini
boleh dipinjam yach ...
Cerita yang lepas, dan tak di kontrol oleh apapun..
keren...
Salut buat kamu
memang bebas... sampai saya pun bingung ini genrenya apaan??
heheh......coba belajar teknik penulisann lagi...
tapi saya suka ni.. soalnya semi pusi gitu
ehm...aku suka gaya cerita loe,alurnya itu lho,.keep writing^^
Menarik sih. tapi tetap saja kurang sreg dengan cara penyajiannya. Tapi aku suka pilihan katamu.
yg ini aq suka banget! Viva padmanaba!
^^
hwah, diba, ad yg nyungsep ke dalem sini begitu baca ini cerpen..
maniis banget. ;]
hnya perlu diedit sedikit sepertinya. penulisan huruf miring, bold,,
^^
kpn2 aq ajarin deh. hehe..
bravo, teman sekelaaas!