Hi Tuan Besar.....
Kau tampak gagah bagai burung elang ....
Matamu tajam memperhatikan mangsa....
Peluit bagaikan paruh yang tajam untuk melahap mangsamu...
Jalanan adalah suatu surga bagi mu....
Titahmu tak dapat di ganggu gugat bagaikan takdir...
Hanya bintang-bintang yang akan mengalahkanmu...
Kau adalah preman berseragam di siang hari...dan iblis berseragam di malam hari...
seakan akan kau kutakuti...kau kusegani...dan kau kupandang...
hanya dalam celaan dan sumpah bagi kami...
Kau jebak kami dalam perangkap mu.........
Dan kau jerat kami dengan perkataaan mu...
Kami...Kami adalah orang yang tak berdaya...
Hanya belas kasih...yang kami minta darimu....
Ijinkan kami membawa rejeki walapun hanya seiris..
Bertobatlah wahai.....jagoan jalanan....
Sebelum ajal memanggil namamu..di surgamu itu....
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
yach ... itulah
yang dikau jumpa
lihat, dengar dan rasa
kala berdamai, untung bersama
tatkala kapak merah sedang berkuasa
nyawaku melayang tak pernah kau kenang
sebelumnya aku minta maaf
1.kurasa terlalu banyak titik2 bertaburan yang tidak perlu
2.ini seperti gambaran seorang polisi ya, terkesan datar
3.isinya sarat dengan makna, namun kurang bgitu mengena. ini kamu tunjukkan untuk orangnya atau seragamnya/jabatannya ??
tetap berkarya teman
mampir ke karyaku juga ya
http://kemudian.com/user/kun744
kutunggu
walau sesak, tapi begitulah potret "bapak Polantas" di negeri ini.
tapi jangan dikira, sebagian orang menyukai mereka, daripada sidang..., kan "mending damai", (menurut sebagian orang)
singgahi karyaku juga y,
hehehe.....bagus..bagus
pengalaman ya bung!!!
Ada pengalaman Laen?
keep write..
^_^
iya teman2 nanti akan kusinggahi tempat mu... hemhemhe
Waduh, kl menurutku sih masih banyak penghamburan kata teman. Aku setuju ama kun744, tapi apapun itu.... Karya tetaplah Karya, jadi tetaplah berkarya.
Salooom!
"Orang yang merindu"