Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
Pernahkah merasa tersanjung seperti ini? Ada seorang wanita yang mengabadikan kebaikanmu, ketulusanmu dan cinta kasihmu dengan merajah tubuhnya, tepatnya di punggung badannya yang mulus tanpa cela dan di lengannya yang halus dengan otot sintal. Merajah tubuhnya, rasanya terlalu kasar kalimat itu untukmu, lebih pas kamu membuat dua buah tato di punggung dan di lenganmu tanpa sepengetahuanku.
Ternyata, mas Bamby bercerita dengan tutur yang asyik. Hahaha. Menurutku, teknik berceritanya sudah bagus, meski dialognya masih kurang menggigit. Saya suka cerita mas. Asyik.
Om Bamby bisa konsisten dengan sudut penceritaannya sendiri. Dan tak mencampuri lebih banyak soal tokoh mu disini.
Hal yang sering saia lakukan kalo mencoba menulis cerita sebagai orang kedua yang menceritakan orang lain.
Deskripsinya bagus, Om. Cukup menjelaskan hal penting yang harus diminta pembaca.
Bdw, yg buat tato itu siapa? Maksudna, yg mengerjakan?
'Kau' untuk pembaca dan 'kau' untuk Monik kayaknya bisa agak tercampur di bagian awal.
Wuah, jadi seperti ini ya, kalo Mas Bam serius? Sebenarnya, salah satu hal yang dari dulu membuat saya ngeri adalah bila cerita-cerita Mas Bam yang lebih sering terasa seperti fragmen ini betul2 terjadi.
PENUH SKANDAL.
Yah...agak vulgar si...tp entah kenapa rasanya penulis terlihat lebih menonjolkan bagian vulgarnya saja dibanding makna sebenarnya...kritikan membangun aja ^^....keren kok!hehe
nyaris...menjawab tanya di penutupmu...hehehehehe.
btw ;
om jadi belajar membaca nih. dan dengan sok tau : apa yang kurang yah? emosinya ya? rasa ketersanjungannya ini kurang nendang ( padahal hanya sedikit orang yang bisa rasakan sensasi sanjungan seperti ini )
gitu kawan???
Hihihi..iyya, rasa tersanjungnya kayaknya kurang dapat daku rasakan ni Mas...hehehe.
Pembacaan jadiny kbh fokus pada laur penceritaan (kuat skali sih)..palagi ditambahi bumbu dah beristri..kok nurutku jadinya malah melebarkan konflik cerita..so rasa ternjungnya malah ga dapet...
Tp, krn ditulis ma ahlinya, makanya tetep uanak dibaca...
Harusnya ni cerita romantisnya lbh puanjannggg lagi...hehehehehehehe)
Betul kata Om Jorna..ga semua orang bisa suka lho dg sanjungan semacam itu...
jalinan tautan rasa perselingkuhan yg tidak tergali dalam mungkin yang menyebabkan persembahan 'nama aku' pada tato monik kurang terasa tragis dan dramatis?
lagipula tato di punggung sudah kaujelaskan di awal kawan, hingga ketika menuju akhir monik membuka baju, pembaca sudah tahu (tidak berpikir ke arah setubuh) bahwa itu soal tato..
Saya nggak tahu apa memang sebenarnya begini gaya bercerita mas bambi. tapi dari cerita-cerita mas bambi yang pernah saya baca, kesan lugasnya agak berkurang dalam tulisan ini. Gaya bahasanya terasa lebih mendayu-dayu dan romantis ciri standar karya -karya di k.com. Apa karena terlalu banyak membaca tulisan di k.com mas? Atau memang begini gayamu? Tapi bagus juga. Mengalun. Setuju sama mbahYus, jornabae dan buayadayat.
Ya..ya..ya... Membaca karya yang ini, aku rasa Bamby msh trus bereksperimen, mulai dari Penulis Obituari, Rencana Bunuh Diri, (beberapa tulisan yg di delete), Pemuda Penjaga Lift dan Tangan Kiri Untukmu, semuanya penuh dengan uji coba (eksperimen), apakah pendapatku salah Bam?
Have a nice monday... Aku suka kamu bicara ttg wanita
aku cuman bingung aja mencari ketersanjungan ini, malah sedit takut sebenarnya dengan monik berani mencoba mengabadikan kisah yang terlarang ini. apalagi monik udah kenal sm sang istri, lagian bener kata sahabat yang lain, aku belum melihat sebuah ketersanjungan dlm diri pelaku, kalaupun merasa tersanjung, pasti tersanjung yang mengetirkan, semu dan selalu dihantui rasa bersalah, ceritanya bagus mas
dan jangan lupa, langit jadi horny nih wakakakak..... gak beres...
nah, gimana kalo Monik sudah tidak cinta aku? apakah dia bisa menghapus tato permanen nya?
hmm..iya sih mas, udah ketebak di depannya. tapi gapapa, deskriptifnya sangat dapet. wah, tapi yang detil adegan mesra2nya itu bikin merinding walo pengen aku masih belum berani jeh nulis begitu heheh...
gimana, omset dah naek kan karena liburan? gak dimarahi bu bos lagi? ^_^
paragraf2 di depan yang panjang lebar tidak terlalu mendukung isi cerita keknya. but, ada yang menarik yang bisa kuambil (tentu bukan gaya ciumanmu..heehe..), 'Mu' mengganti 'Nya', hmm.. nice...
pengen juga bikin cerita ini, dulu ragu-ragu krn sedikit 'tabu'. makasih mengawali..
busyettt... adeganya seru banget ya hahaha. tp bener tuh kata komen2 di bawah. alur perselingkuhanya kurang di ekspos secara besar2an (emangnya infotament)
Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan ide itu hanya DEJAVU belaka. Maafkan apabila imajinasi liar bermain di sini, bukan bermaksud tidak sopan.
MALAM berselimut kabut. Udara diluar flat sangat dingin, angin menghembus membuat orang-orang mengetatkan jaket dan sweter mereka. Beberapa orang ya ... lanjut baca
AYAH seorang tukang jahit. Beliau sangat bersahaja. Kesehariannya selalu dihabiskan di sebuah kios kecil tepat di depan pintu rumah. Apabila order l ... lanjut baca
Ternyata aku bukan seekor babi kecil. Heran aku, setiap ada yang memandangku, pandangan mereka seperti memandang seekor babi kecil.
***
"Kenalka ... lanjut baca
Aplus tepuk tangan membahana diseluruh ruangan pengambilan gambar untuk acara Kick Andy. Bahkan, Andy F. Noya sebagai pembawa acara berkali-kali menya ... lanjut baca
AKU baru saja diturunkan di sebuah restoran cepat saji di kawasan Senen, hari ini hari kamis, biasanya memang aku dan beberapa temanku selalu diturun ... lanjut baca
BRAMANTO SETIAWAN
Suasana di kantor beberapa hari terakhir ini semakin tidak kondusif. Pagi ini saja beberapa meja divisi Purchasing sudah ditingga ... lanjut baca
Judul itu adalah tulisan pertamaku di kemudian.com, diposting di rubrik forum (belajar menulis), karena saat itu saya belum bisa posting cerita.
Pa ... lanjut baca
“Ayo dong nyanyi,” kata seorang anak kecil gendut yang sedang berdiri persis di depanku.
“Jangan, mending joget aja!” teriak anak kecil lai ... lanjut baca
Bongkor terdiam di depan sebuah toko. Wajahnya pucat, keragu-raguan menyelimuti perasaannya. Kenapa aku harus berada di sini, batinnya sambil tetap te ... lanjut baca
HARI INI ADA MANTENAN
Hari ini
Yu marni lan kang saidi
Mantu
Anaknya warsini
Ada yang memperistri
Ramai
Gamelan, gitar, bas, drum lan mc
G ... lanjut baca
Akhirnya aku bisa jadian sama Donal, ya walau pun gaya pacaran kami yang ngga seperti orang lain pada umumnya, tapi sejauh ini aku merasa hubungan kam ... lanjut baca
Anggaplah ini puisi
Karena ketakmampuanku untuk bercerita
Tentang yang satu ini
Aku bukan sisi pro
Ataupun sisi kontra
Anggaplah aku di t ... lanjut baca
for cool teens
Pernah nggak sih kamu punya ide cerita yang sudah lama di kepala kamu, tapi belum pernah kamu publikasikan?
Nah, Terrant Books men ... lanjut baca
Hei MALAM!
Sudah berapa lamakah kau sentuhkan hatimu disana?
Ku kecap setiap sensasi yang tercipta,
Ku nikmati setiap wacana yang terbagi,
... lanjut baca
Q punya harapan.Q dapatkan Orng yang Q cintai...
tapi selalu ja yng muncul malah orang lain.Q terlalu banyak nyakiti mereka.
klo Q sa, Q sa dapetin ... lanjut baca
Lah ko aq beri comment pada member lain, point mereka ga bertambah. Trus juga ada yg beri aq comment, point'qu juga ga bertambah?
Teh farida, kunao ... lanjut baca
Lah ko aq beri comment pada member lain, point mereka ga bertambah. Trus juga ada yg beri aq comment, point'qu juga ga bertambah?
Teh farida, kunao ... lanjut baca
Lah ko aq beri comment pada member lain, point mereka ga bertambah. Trus juga ada yg beri aq comment, point'qu juga ga bertambah?
Teh farida, kunao ... lanjut baca
Ternyata, mas Bamby bercerita dengan tutur yang asyik. Hahaha. Menurutku, teknik berceritanya sudah bagus, meski dialognya masih kurang menggigit. Saya suka cerita mas. Asyik.
Om Bamby bisa konsisten dengan sudut penceritaannya sendiri. Dan tak mencampuri lebih banyak soal tokoh mu disini.
Hal yang sering saia lakukan kalo mencoba menulis cerita sebagai orang kedua yang menceritakan orang lain.
Deskripsinya bagus, Om. Cukup menjelaskan hal penting yang harus diminta pembaca.
Bdw, yg buat tato itu siapa? Maksudna, yg mengerjakan?
Hehehe
Salam, Om Bamby
'Kau' untuk pembaca dan 'kau' untuk Monik kayaknya bisa agak tercampur di bagian awal.
Wuah, jadi seperti ini ya, kalo Mas Bam serius? Sebenarnya, salah satu hal yang dari dulu membuat saya ngeri adalah bila cerita-cerita Mas Bam yang lebih sering terasa seperti fragmen ini betul2 terjadi.
PENUH SKANDAL.
Yah...agak vulgar si...tp entah kenapa rasanya penulis terlihat lebih menonjolkan bagian vulgarnya saja dibanding makna sebenarnya...kritikan membangun aja ^^....keren kok!hehe
true...
idih OM, wie malu-malu baca nih cerita (sambil mikir, umur dah cukup masih aja ngerasa gimana2, gitu ).
tapi...salut aja dech...hanya, sepertinya emang rada vulgar buat saya, hehehe.
terus menulis ya Om.
om... kacau!!!! hahha...
saya malu-malu nih bacanya (boleh nggak ya sama mama?)
selalu om... cerita mu menohok hatiku...
hm ... bagus bener
bisa untuk hadiah ulang hari
bagi para suami, sip sip ... !
Kurang greget, ketebak dari awal sih.. hehe
Anyway, pilihan katanya halus, aku suka ^^
Um tapi menurutku, terlalu bertele-tele di beberapa bagian, untuk berdeskripsi, dan ga langsung ke inti cerita, jadi agak membosankan
Segitu aja yak
nyaris...menjawab tanya di penutupmu...hehehehehe.
btw ;
om jadi belajar membaca nih. dan dengan sok tau : apa yang kurang yah? emosinya ya? rasa ketersanjungannya ini kurang nendang ( padahal hanya sedikit orang yang bisa rasakan sensasi sanjungan seperti ini )
gitu kawan???
Hihihi..iyya, rasa tersanjungnya kayaknya kurang dapat daku rasakan ni Mas...hehehe.
Pembacaan jadiny kbh fokus pada laur penceritaan (kuat skali sih)..palagi ditambahi bumbu dah beristri..kok nurutku jadinya malah melebarkan konflik cerita..so rasa ternjungnya malah ga dapet...
Tp, krn ditulis ma ahlinya, makanya tetep uanak dibaca...
Harusnya ni cerita romantisnya lbh puanjannggg lagi...hehehehehehehe)
Betul kata Om Jorna..ga semua orang bisa suka lho dg sanjungan semacam itu...
Peace MAs Bamby..hehe
^_*
jalinan tautan rasa perselingkuhan yg tidak tergali dalam mungkin yang menyebabkan persembahan 'nama aku' pada tato monik kurang terasa tragis dan dramatis?
lagipula tato di punggung sudah kaujelaskan di awal kawan, hingga ketika menuju akhir monik membuka baju, pembaca sudah tahu (tidak berpikir ke arah setubuh) bahwa itu soal tato..
tuturannya aku seneng,
apa ini masih ada lanjutannya mas..? soalnya aku merasa cerita ini berhenti di tengah
ditunggu kalau masih ada
Saya nggak tahu apa memang sebenarnya begini gaya bercerita mas bambi. tapi dari cerita-cerita mas bambi yang pernah saya baca, kesan lugasnya agak berkurang dalam tulisan ini. Gaya bahasanya terasa lebih mendayu-dayu dan romantis ciri standar karya -karya di k.com. Apa karena terlalu banyak membaca tulisan di k.com mas? Atau memang begini gayamu? Tapi bagus juga. Mengalun. Setuju sama mbahYus, jornabae dan buayadayat.
Ya..ya..ya... Membaca karya yang ini, aku rasa Bamby msh trus bereksperimen, mulai dari Penulis Obituari, Rencana Bunuh Diri, (beberapa tulisan yg di delete), Pemuda Penjaga Lift dan Tangan Kiri Untukmu, semuanya penuh dengan uji coba (eksperimen), apakah pendapatku salah Bam?
Have a nice monday... Aku suka kamu bicara ttg wanita
aku cuman bingung aja mencari ketersanjungan ini, malah sedit takut sebenarnya dengan monik berani mencoba mengabadikan kisah yang terlarang ini. apalagi monik udah kenal sm sang istri, lagian bener kata sahabat yang lain, aku belum melihat sebuah ketersanjungan dlm diri pelaku, kalaupun merasa tersanjung, pasti tersanjung yang mengetirkan, semu dan selalu dihantui rasa bersalah, ceritanya bagus mas
dan jangan lupa, langit jadi horny nih wakakakak..... gak beres...
oleh-oleh yang sudah bisa tertebak..
kurang misterius, kak..
tapi ini bagus..
banyak adegan mesranya.. hihihi..
dan adegan perselingkuhan yang terang-terangan.. khas cerpen buatan lelakilah..
top.. top..
aku belum bisa buat yang seperti ini...
kapan2 ajarin yak kak..
salam
nah, gimana kalo Monik sudah tidak cinta aku? apakah dia bisa menghapus tato permanen nya?
walo pengen aku masih belum berani jeh nulis begitu heheh...
hmm..iya sih mas, udah ketebak di depannya. tapi gapapa, deskriptifnya sangat dapet. wah, tapi yang detil adegan mesra2nya itu bikin merinding
gimana, omset dah naek kan karena liburan? gak dimarahi bu bos lagi? ^_^
paragraf2 di depan yang panjang lebar tidak terlalu mendukung isi cerita keknya. but, ada yang menarik yang bisa kuambil (tentu bukan gaya ciumanmu..heehe..), 'Mu' mengganti 'Nya', hmm.. nice...
pengen juga bikin cerita ini, dulu ragu-ragu krn sedikit 'tabu'. makasih mengawali..
Fredy S. Mode : On
hmm..
akhir2 ini kok jadi sering ada permasalahan tabu yang diangkat di kemudian ya?
tp life's about optional ya gak mas..??
i do respect yours..
tp, ya mau gimana lagi..tetap aja nk perempuan dr timur yg terpasung etika dan tabu..
but overall..
keren mas..
cara mas menyampaikan imajinasi mas..
saluut..
yg kerasa dlm tulisan ini bkn sanjunganx..tp trlebih kpd ...... (psti ngerti aja mksd q) hehehehe....
msh bagus cerita2 yg sblmnya ^^
busyettt... adeganya seru banget ya hahaha. tp bener tuh kata komen2 di bawah. alur perselingkuhanya kurang di ekspos secara besar2an (emangnya infotament)
kelanjutanya apa???
kapan ninggalin istrinya? he...........
ini bagus mas.
yang mbaca (aku maksdunya) di buat 'heh..'
aku cegek, pas ternyata mereka itu berselingkuh. ini ceritanya ko lebih ke rasa kangen aja ya?(goblok mode on).
kalo ada peremuan kayk gitu.
gile, bener2 gede tuh rasa sukanya...
selingkuh itu tidak baik