Demi-Human (Prolog)

Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting

Aku bisa merasakan tenangnya bulan platinum dari hutan itu. Kemah kami hanya sebatas dua batang kayu besar yang ditidurkan untuk duduk. Tiga orang temanku juga masih asyik dengan obrolan dan perbincangan mereka yang hanya berbekalkan sebuah gitar kecil. Api unggun dengan asapnya yang membubung masih terasa menghangatkan bahkan ke punggungku sekalipun.

"Aaauuuuu...!"

Nah! Kalau tidak salah aku mendengar lolongan itu dari arah gunung, dekat dari sini. Aku terjaga seketika, padahal mataku mungkin sudah berkantung-kantung karena perjalanan dari Kota Asrija di arah utara selama hampir seharian penuh. Kusahutkan bisikan keras ke arah teman-temanku sambil aku sendiri bersiaga. Temanku yang dari tadi memainkan gitarnya juga langsung berhenti dan menaruhnya di sebelahnya. "Dax, kau juga mendengarnya?" tuturnya pelan kepadaku.

"Bagus kalau kau mendengarnya, Will," balasku. Kuseka mataku berkali-kali, tetapi rasa kantuk masih membebani kepalaku. "Benar kata Tuan Kara. Lolongan itu cukup menjadi bukti bahwa hutan ini menjadi lokasi si Dukun Serigala."

"Kok bisa memutuskan secepat itu?" tanya seseorang yang paling kekar di antara kami yang aku kenal sebagai Brunus. "Kita baru dengar lolongan serigala, dan itu agaknya wajar-wajar saja di daerah belantara seperti ini!" tambah seorang lagi. Dia Brand, yang dipercaya sebagai penunjuk arah di kelompok kami. "...Oh, pantas! Rasa kantukmu sudah berasa kabut di kepalamu. Benar?"

Rupanya dia tahu ada yang aneh di wajahku yang lesu.

"Hrrrr...!"

"Grrrr...!!"

"Bagus sekali!" seru Will menyeringai. "Ini baru yang namanya bahaya! Geramannya seperti tidak jauh dari sini!"

Jadi sejak awal para serigala itu memang ada di seluruh arah. Kami terpojok! Itu yang tadinya kupikirkan. Mungkin segalanya masih baik-baik saja kalau aku hanya menggunakan mataku yang lamur. Tetapi pasti. Pasti begitu batang hidung mereka kelihatan Gigi mereka sudah basah, lapar akan daging.

"Hunuskan pedang! Busur takkan begitu berguna menghadapi anjing-anjing i..."

"Rrrhawwrr!!"

"Waargh!"

Sesuatu mendorong bahuku begitu kuat dan mendadak dari sampingku. Hampir saja aku jatuh dan terbakar karena nyala api unggun. "Dax!" semuanya terkejut. Persis di depan hidungku, menapak kaki binatang berbulu. Ukurannya tak lebih dari genggaman tanganku sendiri. Lalu kurasakan sesuatu membasahi pipiku. Lengket.

Begitu kutengok mengikuti kaki yang menjulang pendek itu, kami berpapasan. Mata dengan sorot yang luar biasa tajam dan telinga segitiga. Telinga segitiga?

Oh, sial!!

Rating

76
points
Views: 1 read
Comments: 0
Rating:
69.0909

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here
man Atek's picture
man Atek at (21 weeks 6 days yang lalu)

prolog yang aduhai
ditunggu yach, terusannya

eamiru's picture
eamiru at (21 weeks 6 days yang lalu)

Kutunggu lanjutannyo...

Rijon's picture
Rijon at (21 weeks 6 days yang lalu)

Permasalahan yang saya tangkap (menurut saya) adalah "deskripsi"!! Kamu menampilkan sebuah "dunia baru" di sini (tipikal fantasi), entah itu bulan platinum, telinga segitiga, etc.

Tapi, menurut saya deskripsinya (baik setting, suasana, atau tokoh) sangat tipis untuk ukuran fantasi (yg notabene kaya deskripsi). Untuk mereka (pembaca) yang belum/tidak dekat dengan genre fantasi akan bingung membayangkan dunia fantasimu.

Sarannya; pertebal deskripsinya......

AkangYamato's picture
AkangYamato at (21 weeks 6 days yang lalu)

Setuju dengan Rijon, deskripsinya sudah bagus, tapi perlu lebih diperdetil lagi, jadi, menurut saya, kalau deskripsinya sudah ciamik, kayaknya nggak perlu menuluiskan suara-suara efek ,ya walau sejujurnya saya juga masih belajar banyak dalam hal ini juga. Smile

Arra's picture
Arra at (21 weeks 5 days yang lalu)

dari ide.. saya salut.. salnya jarang... tapi bener kata rijon perlu dekripsi lebih detil lagi...

bl09on's picture
bl09on at lanjut Bang (21 weeks 4 days yang lalu)

9 sebg tanda perkenalan dan juga tulisannya karena ini masih prolog jadi untuk deskripsi rasanya cukup membuat penasaran.

yosi_hsn's picture
yosi_hsn at waa.. another fantasy story (20 weeks 1 day yang lalu)

Seperti baca komik ^^

Shinichi's picture
Shinichi at (14 weeks 1 day yang lalu)

Hehehe

tentu saja para pembaca sekelas mereka (yang dibawah.red) mempersoalkan deskripsi. Hehehe
Mereka tuh ahli soal deskripsi.
Dan, saia juga suka deskripsi. Tapi, agar deskripsi menjadi sesuatu yang penting adalah dengan menempatkannya secukupnya.
Ini kan prolog yak! Saia juga baru baca. Kalo gitu, saia lanjut deh..
Hehehe

Nice

iwan_muret's picture
iwan_muret at awalan yang serem (13 weeks 6 days yang lalu)

awal yang serem. cuma kira-kira apa selanjutnya? tapi oke buat tearser. salut. Applause

Magicplayer's picture
Magicplayer at (13 weeks 2 days yang lalu)

Tegang banget nih awalan ceritanya. Tapi, ngomong2 kenapa si Dax itu mesti didorong sama temennya? Dia ga lagi diserang serigala kan?